Jadwal Prameks Jogja-Kutoarjo 2026, Jam Sibuk Tiket Ludes
Jadwal terbaru Prameks Jogja–Kutoarjo 2026 lengkap. Simak jam keberangkatan, tips hindari kehabisan tiket, dan jam sibuk penumpang.
Wisata ATV Kaligendol di Watugede, Argomulyo, Cangkringan bisa menjadi wisata alternatif masyarakat. /Harian Jogja-Abdul Hamid Razak.
Harianjogja.com, SLEMAN--Pandemi Covid-19 satu sisi memukul sektor pariwisata namun disisi lain justru memunculkan potensi wisata baru. Salah satunya, petualangan All Terrain Vehicle (ATV) di Sabo Dam Dusun Bronggang, Argomulyo, Cangkringan, Sleman.
Pengelola wisata ATV Argomulyo Hartono Kecik mengatakan lokasi trek ATV tersebut berdiri di lahan seluas lima hektare di antara dua bangunan bendung sabo sungai Gendol. Trek ATV yang berada di sekitar sabo dam Watugede tersebut dinilai menantang. "Selain menyusuri jalan terjal dan bebatuan, penggunaannya juga menyusuri air kali," katanya.
BACA JUGA : 85 Sabo Dam Bakal Dibangun di Lereng Merapi
Saat ini, pihaknya memiliki belasan unit ATV yang disediakan untuk wisatawan. Tarif yang dibebankan, katanya, terjangkau. "Cukup dengan membayar Rp30.000 pengguna bisa menggunakan ATV selama 15 menit. Pengguna juga bisa memilih trek yang disediakan. Ini akan menjadi pengalaman berbeda," ujarnya.
Kecik mengatakan, area wisata petualangan tersebut muncul saat Covid-19 melanda. Ia bersama sejumlah komunitas dan warga mencari cara bagaimana bisa bertahan hidup selama pandemi terjadi. Saat ini, lokasi tersebut menjadi salah satu lokasi wisata alternatif di wilayah Cangkringan yang dikunjungi wisatawan.
"Saat awal-awal pandemi kondisi ekonomi melambat sementara kami harus tetap bertahan hidup. Akhirnya dengan modal terbatas, kami membeli beberapa unit ATV dan mulai menata lintasan di sekitar bantaran," katanya.
BACA JUGA : Sikapi Lahar Hujan Merapi, PUPR Bangun Sabo Dam
Salah seorang pengunjung yang menjajal ATV tersebut adalah Danang Wicaksana Sulistya (DWS). Calon Bupati Sleman yang diusung Partai Gerindra ini menilai lokasi wisata tersebut muncul sebagai salah satu upaya untuk terus menciptakan wisata yang berkelanjutan.
"Ini patut menjadi contoh bagi daerah lainnya. Perlu didukung dan diapresiasi. Warga mampu mengangkat potensi wisata di sekitarnya tanpa harus mengubah fungsi bantaran kali," kata DWS.
Dia menilai meski kondisi pandemi Covid-19, namun masyarakat masyarakat tetap mampu bangkit dari keterpurukan saat menghadapi perlambatan ekonomi. Wisata tersebut juga memberikan solusi lainnya untuk mendapatkan sumber pendapatan lainnya.
Menurutnya potensi pariwisata di manapun tetap harus dibuka agar dapat dimanfaatkan oleh warga. Tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
BACA JUGA : SEPUTAR MERAPI : Banjir Lahar Hujan Mengancam, 50 Juta
"Masukan saya terapkan protokol kesehatan dan keamanan bagi pengguna. Selain itu, atraksi-atraksi wisata andalan bisa dimasukkan dalam sebuah aplikasi, agar wisatawan mudah mengakses dan membooking dari manapun," ujarnya.
Track Marshal ATV Watugede Heru Kiwir menyambut baik ide DWS terkait penggunaan aplikasi pada destinasi wisata tersebut. Menurutnya, ide tersebut menjadi salah satu rencana pengembangan penyempurnaan wisata ATV Watugede.
"Ide digitalisasi tersebut sangat jarang kami dapat. Ini bukan karena mas DWS sebagai calon bupati ya. Ke depan kami juga akan mensinergikan wisata ATV dengan jip wisata dan wahana air," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal terbaru Prameks Jogja–Kutoarjo 2026 lengkap. Simak jam keberangkatan, tips hindari kehabisan tiket, dan jam sibuk penumpang.
Sembilan provinsi memperbolehkan bayar pajak kendaraan 2026 tanpa KTP pemilik lama untuk STNK tahunan kendaraan bekas.
Dishub Bantul menertibkan PKU dengan tagihan listrik membengkak hingga Rp1 juta per bulan di ratusan titik penerangan kampung.
OJK mencatat pembiayaan perbankan syariah tumbuh 9,82% menjadi Rp716,40 triliun hingga Maret 2026.
Prabowo menyebut 1.061 Koperasi Merah Putih berhasil dioperasikan dalam tujuh bulan untuk memperkuat ekonomi desa.
BPBD Temanggung memetakan 12 kecamatan rawan kekeringan pada musim kemarau 2026 dan menyiapkan distribusi air bersih.