Guru di Magelang Didorong Adaptif Hadapi Generasi Digital, Ini Tantangannya
Guru di Magelang didorong meningkatkan kompetensi agar adaptif menghadapi generasi digital, AI, dan perubahan karakter peserta didik.
Plt Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata, Iwan Sutiarsa. /Harian Jogja-Nina Atmasari
Harianjogja.com, MAGELANG- Pemkab Magelang sudah mulai membuka daya tarik wisata (DTW) meski Pandemi Covid-19 masih berlangsung. Namun, untuk wisata air masih belum diijinkan untuk beroperasi.
Plt Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata, Iwan Sutiarsa menyebutkan dari 210 Daya Tarik Wisata (DTW) Kabupaten Magelang, baru 35 DTW yang sudah mendapat ijin untuk dibuka. Namun demikian, untuk wisata air masih belum diijinkan untuk beropersional.
Baca juga: Pemkab Bantul Ajukan Tes PCR Mandiri
"Wisata air seperti kolam renang dan waterboom, belum diijinkan untuk dibuka," kata Iwan, saat jumpa pers Bupati Magelang, Penanganan Pandemi Covid-19 Kabupaten Magelang,di Rumdin Bupati, Rabu (9/9/2020).
Alasan belum dibukanya daya tarik wisata air, karena belum ada evaluasi dari intruksi Gubernur tentang larangan wisata air. "Instruksi Gubernur belum di evaluasi sehingga sampai saat ini wisata air belum dibuka lagi," jelasnya
Namun demikian, larangan itu tidak berlaku untuk DTW air terjun Kedung Kayang dan Sekar langit ataupun Seloprojo. Meski merupakan air terjun, namun yang ditawarkan adalah pemandangannya. Wisatawan juga dilarang untuk turun ke sungai yang mengalir di bawah air terjun.
Baca juga: PT KAI Klaim Kereta Aman Dinaiki pada musim Pandemi Covid-19
Menurut Iwan, DTW yang mendapat ijin buka karena sudah menerapkan protokol kesehatan dan dua kali melaksanakan simulasi. "Mereka sudah memenuhi persyaratan yang dikeluarkan gugus tugas pencegahan Covid-19, sehingga diperbolehkan beroperasi," imbuhnya.
DTW yang sudah beroperasi juga masih diwajibkan untuk memberikan laporan monitoring dan evaluasi secara berkala.
Displin protokol kesehatan ini, kata Iwan, tidak hanya berlaku bagi pengelola saja, namun juga para wisatawan. "Para wisatawan juga harus patuh protokol kesehatan yang ditetapkan pengelola DTW. Kalau mereka tidak mau patuh, lebih baik tidak usah piknik," tegas Iwan.
Bupati Magelang, Zaenal Arifin menambahkan sekaligus menegaskan ada beberapa destinasi wisata yang sudah buka kembali, kecuali wisata air yang belum diizinkan buka kembali. Untuk destinasi wisata yang diizinkan buka kembali dengan menerapkan protokol kesehatan.
"Ada beberapa destinasi wisata di wilayah Kabupaten Magelang yang sudah diberikan izin. Hanya dikecualikan untuk wisata-wisata air ini memang belum diperbolehkan untuk melakukan aktivitas di saat pandemi COVID-19 sehingga kita belum memberikan izin itu untuk aktivitas-aktivitas yang berhubungan dengan wisata air, di luar wisata air diberikan izin, tapi dalam jumlah terbatas," kata Zaenal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Guru di Magelang didorong meningkatkan kompetensi agar adaptif menghadapi generasi digital, AI, dan perubahan karakter peserta didik.
Mutasi Polri November 2026 menyasar enam perwira terkait Polda DIY, termasuk pergantian Kapolresta dan Wakapolresta Yogyakarta.
Sri Sultan mengingatkan pemanfaatan kekayaan geologi Indonesia harus memperhatikan keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan.
PVMBG menjelaskan daratan baru di perairan Tual terbentuk dari material mud volcano yang terdorong ke permukaan setelah aktivitas gempa.
Rosan Roeslani menargetkan laporan keuangan Danantara selesai November 2026 setelah proses konsolidasi lebih dari 1.000 perusahaan.
DPRD Kulonprogo meminta event wisata tetap digelar pada 2027. Dispar mencatat 12 agenda, termasuk Arung Progo Festival menuju PON 2028.