Harga Emas Perhiasan Turun 1 September 2026, Cek Daftarnya
Harga emas perhiasan hari ini 1 September 2026 turun. Simak daftar lengkap harga emas Lakuemas dan Rajaemas terbaru.
Dua ekor Komodo (Varanus Komodoensis) penghuni pulau Komodo sedang berjalan di pinggir salah satu restoran di pulau Komodo, Manggarai Barat, NTT Selasa (20/1/2020). Jumlah populasi Komodo di pulau tersebut kini mencapai 1.739 ekor. /ANTARA
Harianjogja.com, JAKARTA - Beberapa kekayaan alam Indonesia telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai warisan dunia kategori alam yang terbesar.
Apa sajakah? berikut 4 warisan alam Indonesia terbesar yang masuk di dunia seperti dikutip dari Indonesiabaik.id
Terdiri dari Pulau Komodo, Pulau Rinca, Pulau Padar dan beberapa pulau kecil di sekitarnya yang dihuni oleh populasi sekitar 5.700 kadal raksasa pemakan daging terbesar dunia atau Komodo. Penampilan dan perilaku agresifnya menyebabkan mereka disebut \'Komodo dragons\'. Komodo termasuk salah satu spesies yang rawan akan kepunahan.
UNESCO menjadikan Taman Nasional Komodo menjadi Warisan Alam pada 1991. Taman Nasional Komodo memiliki area padang rumput, sabana, hutan tropis musim, hutan pada ketinggian 500 mdpl,
Taman Nasional Lorentz (2,35 juta ha), adalah kawasan lindung terbesar di Asia Tenggara. Taman ini menjadi Warisan Dunia pada 1999, adalah satu-satunya kawasan lindung yang memiliki keanekaragaman hayati terlengkap se-Asia Pasifik. Selain itu, kawasan Taman Nasional Lorentz juga merupakan satu di antara tiga kawasan di dunia yang memiliki glester di daerah tropis. Daerah ini juga mengandung situs-situs fosil yang memberikan bukti evolusi kehidupan di Papua, tingkat endemisme, dan tingkat keanekaragaman hayati tertinggi di wilayah tersebut.
Memiliki luas 2,5 juta hektar di Sumatra terdiri dari tiga taman nasional: Taman Nasional Gunung Leuser, Taman Nasional Kerinci Seblat, dan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan.
Tempat ini merupakan lokasi pelestarian untuk beberapa spesies yang hampir punah seperti harimau sumatera, orangutan sumatera, gajah sumatera dan badak sumatera bercula dua yang sangat dilindungi.
Kawasan lindung merupakan rumah bagi sekitar 10.000 spesies tanaman, termasuk 17 genus endemik; lebih dari 200 spesies mamalia; dan sekitar 580 spesies burung di mana 465 adalah penduduk dan 21 spesies endemik.
Ujung Kulon diresmikan oleh UNESCO sebagai Warisan Alam pada 1991. Alasannya, karena wilayah ini memiliki hutan lindung yang sangat luas. Ditambah ada kurang lebih 60 ekor badak dan spesies tanaman hidup bebas di tempat ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Harga emas perhiasan hari ini 1 September 2026 turun. Simak daftar lengkap harga emas Lakuemas dan Rajaemas terbaru.
UGM menilai wacana kuliah gratis perlu memprioritaskan warga kurang mampu dan memperluas akses pendidikan tinggi.
Kemarau panjang di Cangkringan membuat dua sekolah kekurangan air dan memicu tiga kebakaran sejak Juni 2026.
Dinsos Kulonprogo mengingatkan penerima bansos wajib mendaftar Perlinsos karena aplikasi ini akan menjadi basis data penyaluran bantuan mulai 2027.
Muhammad Qodari membantah sejumlah tudingan terhadap Bakom, termasuk isu Timothy Ivan, rekrutmen PAN, dan anggaran media Rp60 miliar.
Menyusuri kawasan dalam benteng sambil mengayuh sepeda menjadi cara yang dipilih dalam Amazing Race bertajuk “Ngepit Jeron Benteng” pada Jogja World Heritage