Advertisement

Satu-satunya di Kabupaten Magelang, Wisata Arung Jeram Kali Elo Terus Dikembangkan

Nina Atmasari
Kamis, 06 Oktober 2022 - 07:17 WIB
Budi Cahyana
Satu-satunya di Kabupaten Magelang, Wisata Arung Jeram Kali Elo Terus Dikembangkan Sekretaris Daerah Kabupaten Magelang, Adi Waryanto menjadi narasumber dalam Pelatihan Kepemanduan Arung Jeram, di Hotel Atria, Selasa (4/10/2020) malam. - Harian Jogja/Nina Atmasari

Advertisement

Harianjogja.com, MAGELANG—Pemerintah Kabupaten Magelang terus mengembangkan destinasi wisata minat khusus berupa arung jeram di Sungai Elo, yang menjadi satu-satunya lokasi arung jeram di wilayah ini.

Sekretaris Daerah Kabupaten Magelang Adi Waryanto mengungkapkan Kabupaten Magelang memiliki potensi wisata arung jeram, yaitu di Sungai Elo. Usaha arung jeram ini mengikuti aturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif No.13/ 2014 tentang Standar Usaha Wisata Arung Jeram.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

"Bupati Magelang berkewajiban memberi pembinaan. Ini dilakukan melalui bimtek dan pelatihan teknis bagi tenaga kerja usaha arung jeram, pelatihan SOP untuk usaha arung jeram dan lainnya," kata Adi Waryanto saat mengisi Pelatihan Kepemanduan Arung Jeram yang digelar Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Magelang di Hotel Atria, Selasa (4/10/2020) malam.

Bupati, lanjutnya, juga memberikan pengawasan. Adi mencontohkan saat pandemi Covid-19, arung jeram ditutup karena bisa berdampak pada kesehatan. Selanjutnya, Menparekraf mengeluarkan Peraturan No.13/2020 tentang Standar dan Sertifikasi Kebersihan dan Keselamatan serta Kelestarian Lingkungan atau CHSE di masa pandemi Covid-19.

"Wisatawan saat ini cenderung mengarah pada wisata alam sehingga potensi pasar arung jeram meningkat dan masalah kesehatan lingkungan menjadi hal yang penting," tambahnya.

Ia menyebutkan di Kabupaten Magelang terdapat 21 operator arung jeram dengan jumlah perahu 250 unit. Ia berpesan agar CHSE diterapkan sehingga tamu merasa terjamin kebersihan, keselamatan dan kelestarian lingkungannya.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Magelang Iwan Sutiarso mengatakan para awak arung jeram harus bersinergi lebih kuat. "Ada keterbatasan armada dan pelaku, sehingga saat banyak wisatawan yang masuk, perlu saling sinergi dan kolaborasi. Inilah gotong royong dalam arti sebenarnya," katanya.

Ia menyebutkan Sungai Elo sudah menjadi salah satu merek Kabupaten Magelang karena menjadi lokasi arung jeram. Pada 15 tahun yang lalu, Elo hanya sungai yang membelah Magelang. Kini, setelah berkembang menjadi parwisata, konsekuensinya banyak termasuk menjaga kelestarian sungai.

Advertisement

BACA JUGA: Suka Liburan, Yuk Patuhi 5 Etika Saat Berwisata

Kepala Disparpora Kabupaten Magelang Slamet Achmad Husein mengungkapkan akibat pandemi Covid-19, arung jeram tutup selama dua tahun. Kini, setelah dibuka kembali, para pemandu arung jeram diberi pelatihan untuk meningkatkan kemampuan mereka. Pelatihan ini diikuti 50 pemandu arung jeram.

"Pemandu ini menjadi ujung tombak untuk mendatangkan pengalaman arung jeram menjadi sportourism bagi wisatawan. Kami memfasilitasi mereka untuk tumbuh kembali sebagai salah satu sektor pariwisata di Kabupaten Magelang," katanya.

Advertisement

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Piala Dunia 2022

Advertisement

alt

72 Festival di Jogja Hasilkan Ratusan Miliar Rupiah, Regulasi Kerap Jadi Penghambat

Jogja
| Minggu, 27 November 2022, 21:37 WIB

Advertisement

alt

Daftar 21 Penyakit yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan

Lifestyle
| Minggu, 27 November 2022, 18:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement