Sultan Minta Desa Wisata Jangan Hanya Kejar Jumlah Kunjungan Wisatawan
Sultan meminta desa dan kampung wisata di DIY tidak hanya mengejar kunjungan, tetapi menghidupkan potensi lokal dan memberi manfaat bagi warga.
Pengunjung Taman Wisata Alam (TWA) Bantimurung di Kabupaten Maros Provinsi Sulawesi Selatan meningkat signifikan saat akhir pekan. /Antara.
Harianjogja.com, MAROS—Pengunjung Taman Wisata Alam (TWA) Bantimurung di Kabupaten Maros Provinsi Sulawesi Selatan meningkat signifikan saat akhir pekan.
"Kondisi cuaca mendukung dan banyak siswa yang akan tamat berkunjung di Bantimurung, sehingga pengunjung mengalami peningkatan hingga melebihi 1.000 orang," kata Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Maros, M Ferdiansyah di Kabupaten Maros, Minggu (19/5/2024).
BACA JUGA : Jalur Trans Jogja: Tujuan ke Kampus, Sekolah, Tempat Wisata Jogja hingga Rumah Sakit
Dia mengatakan dalam kondisi hari biasa pengunjung berkisar 500 hingga mendekati 1.000 orang. Namun pada saat akhir pekan atau hari raya pengunjung rata-rata di atas 1.000 orang. Bahkan bisa menembus angka 4.000 orang lebih pada saat libur panjang atau cuti bersama.
Sebagai gambaran, jumlah pengunjung selama libur Lebaran Idul Fitri 1445 Hijriah/2024 di Taman Wisata Alam Bantimurung mencapai 15.445 orang pada 10-15 April 2024.
Sementara itu, salah seorang pengunjung H Syahrul asal Ternate mengaku sengaja mengagendakan kunjungan bersama keluarganya ke Bantimurung, sekalian reuni dengan teman-teman SMA di Maros. "Alhamdulillah fasilitas di Bantimurung semakin komplit, bisa rekreasi sekalian acara pertemuan alumni," katanya.
Taman wisata alam Bantimurung menjadi ikon Kabupaten Maros yang sudah terkenal sejak prakemerdekaan, karena destinasi wisata ini menjadi habitat kupu-kupu jenis endemik (langka) yang pertama kali ditemukan oleh Russel Wallace pada 12 Juli 1857 saat naturalis asal Inggris ini ke kawasan perbukitan karst Maros, Sulawesi Selatan.
Di lokasi inilah kemudian dia mengamati dan mengumpulkan spesies flora dan fauna. Wallace juga pergi ke air terjun Bantimurung untuk mengamati beragam jenis kupu-kupu.
BACA JUGA : Gelaran Pentas Kesenian di Taman Perwira Hidupkan Wisata Pinggir Kali Code
"Hingga saat ini kupu-kupu endemik Bantimurung tetap dijaga kelestariannya dan dibuatkan penangkaran," kata salah seorang petugas UPT Bantimurung, Akbar.
Dari sejumlah titik di kawasan Bantimurung ini, selain air terjun yang ramai dikunjungi, juga di lokasi penangkaran kupu-kupu selalu ramai pengunjung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Sultan meminta desa dan kampung wisata di DIY tidak hanya mengejar kunjungan, tetapi menghidupkan potensi lokal dan memberi manfaat bagi warga.
KPK mendalami aktivitas Sirajudin Lasena di Jakarta sebelum OTT, termasuk komunikasi dengan pihak swasta dan temuan uang Rp130 juta.
Kadin DIY menyebut kekuatan ekonomi Jogja sebagai “tambang ide”. Riset kampus didorong terhubung dengan industri dan pasar.
Kemenhub mencatat 409 penerbangan terdampak karhutla di Kalimantan pada 14-20 September 2026, naik dari 159 penerbangan
Aldo korban KM Virgo sempat keluar kapal sebelum kembali mengambil tas dan menunggu temannya. Jenazahnya ditemukan setelah 10 hari pencarian.
KPK memeriksa Presiden Komisaris Tempo Scan Group Handojo Selamet Muljadi terkait dugaan pemberian kepada oknum di Imipas.