Advertisement

Wisata Alam Bantimurung, Tetap Terjaga Kelestariannya di Tengah Padat Pengunjung

Newswire
Senin, 20 Mei 2024 - 08:17 WIB
Sunartono
Wisata Alam Bantimurung, Tetap Terjaga Kelestariannya di Tengah Padat Pengunjung Pengunjung Taman Wisata Alam (TWA) Bantimurung di Kabupaten Maros Provinsi Sulawesi Selatan meningkat signifikan saat akhir pekan. - Antara.

Advertisement

Harianjogja.com, MAROS—Pengunjung Taman Wisata Alam (TWA)  Bantimurung di Kabupaten Maros Provinsi Sulawesi Selatan meningkat signifikan saat akhir pekan.

"Kondisi cuaca mendukung dan banyak siswa yang akan tamat berkunjung di Bantimurung, sehingga pengunjung mengalami peningkatan hingga melebihi 1.000 orang," kata Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Maros, M Ferdiansyah di Kabupaten Maros, Minggu (19/5/2024).

Advertisement

BACA JUGA : Jalur Trans Jogja: Tujuan ke Kampus, Sekolah, Tempat Wisata Jogja hingga Rumah Sakit

Dia mengatakan dalam kondisi hari biasa pengunjung berkisar 500 hingga mendekati 1.000 orang. Namun pada saat akhir pekan atau hari raya pengunjung rata-rata di atas 1.000 orang. Bahkan bisa menembus angka 4.000 orang lebih pada saat libur panjang atau cuti bersama.

Sebagai gambaran, jumlah pengunjung selama libur Lebaran Idul Fitri 1445 Hijriah/2024 di Taman Wisata Alam Bantimurung mencapai 15.445 orang pada 10-15 April 2024.

Sementara itu, salah seorang pengunjung H Syahrul asal Ternate mengaku sengaja mengagendakan kunjungan bersama keluarganya ke Bantimurung, sekalian reuni dengan teman-teman SMA di Maros. "Alhamdulillah fasilitas di Bantimurung semakin komplit, bisa rekreasi sekalian acara pertemuan alumni," katanya.

Taman wisata alam Bantimurung menjadi ikon Kabupaten Maros yang sudah terkenal sejak prakemerdekaan, karena destinasi wisata ini menjadi habitat kupu-kupu jenis endemik (langka) yang pertama kali ditemukan oleh Russel Wallace pada 12 Juli 1857 saat naturalis asal Inggris ini ke kawasan perbukitan karst Maros, Sulawesi Selatan.

Di lokasi inilah kemudian dia mengamati dan mengumpulkan spesies flora dan fauna. Wallace juga pergi ke air terjun Bantimurung untuk mengamati beragam jenis kupu-kupu.

BACA JUGA : Gelaran Pentas Kesenian di Taman Perwira Hidupkan Wisata Pinggir Kali Code

"Hingga saat ini kupu-kupu endemik Bantimurung tetap dijaga kelestariannya dan dibuatkan penangkaran," kata salah seorang petugas UPT Bantimurung, Akbar.

Dari sejumlah titik di kawasan Bantimurung ini, selain air terjun yang ramai dikunjungi, juga di lokasi penangkaran kupu-kupu selalu ramai pengunjung. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

alt

Jadwal Layanan SIM di Sleman, Sabtu 15 Juni 2024, Cek di Sini

Sleman
| Sabtu, 15 Juni 2024, 08:37 WIB

Advertisement

alt

Batasi Konsumsi Kafein Agar Kualitas Tidur Meningkat

Lifestyle
| Jum'at, 14 Juni 2024, 13:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement