Menikmati Masakan Khas Bumi Saraba Kawa

Sayur Parung - ist/JIBI/Bisnis Indonesia
12 Agustus 2018 20:35 WIB Newswire Wisata Share :

Harianjogja.com, TANJUNG - Berkunjung ke Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan belum lengkap jika tidak mencicipi makanan khas Bumi Saraba Kawa ini.

Biasanya orang lebih mengenal masakan paliat sebagai salah satu kuliner khas Tabalong termasuk buah langsatnya (sejenis duku) yang dikenal sangat manis.

Namun, untuk sayur parung mungkin banyak yang belum mengenalnya, padahal memiliki kelezatan dan sensasi tersendiri karena menggunakan buah cempedak mentah.

Sayur parung sebenarnya makanan pelengkap berupa sayuran berkuah santan mirip sayur nangka dan dikonsumsi masyarakat Tabalong sebagai hidangan makan siang.

 Bahan yang digunakan berupa cempedak mentah dan biasanya dipilih buah muda karena rasanya lebih manis. Buah cempedak sendiri memiliki bentuk dan rasa seperti nangka.

Keunikan dari Sayur Parung terletak pada proses pengolahannya yakni memanggang terlebih dahulu cempedak muda di atas bara.

Penjual sayur parung di Kecamatan Kelua, Ipit, mengatakan buah cempedak muda dipanggang hingga seluruh bagian kulit gosong atau berwarna hitam.

"Buah cempedak dipanggang tanpa dikupas jadi biarkan kulitnya gosong," jelas Ipit.

Nah, cara pengolahannya memang beda dengan sayur nangka begitu pula bumbu yang digunakan. Pengolahan sayur khas Tabalong ini bumbunya lebih simpel, karena hanya menggunakan irisan bawang merah, air campuran terasi dan garam.

Irisan bawang merah dan campuran air terasi cukup dimasukkan ke santan yang telah dimasak plus garam serta bumbu penyedap.

 Selanjutnya, kupas buah cempedak yang telah dipanggang dan potong kecil - kecil sebelum dicampurkan ke kuah santan.

Cukup dengan mengaduk rata campuran potongan buah cempedak dan santan sebelum dihidangkan. Seperti sayur pada umumnya menikmati kuliner khas Tabalong ini lebih pas dengan ikan bakar plus terasi.

Karena menggunakan bahan cempedek sayur parung pun banyak dijumpai di sejumlah rumah makan jika sedang musim buah dari famili Moraceae ini.

Rasa gurih kuah santan dipadu potongan cempedak yang empuk menjadikan sayur parung cukup menggugah selera.

"Saat ini belum banyak buah cempedak jadi tidak tiap hari menjual sayur parung," ungkap Ipit.

Dengan harga Rp10 ribu per mangkok sayur parung olahannya jadi rebutan para pembeli karena saat ini jarang dijual.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia/Antara