Berburu Batik dan Berlatih Membatik di Cirebon

Batik Trusmi, Cirebon/JIBI - BISNIS/Gloria Fransisca Katarina Lawi
08 November 2018 09:35 WIB Gloria Fransisca Katharina Lawi Wisata Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Jalan-jalan ke Cirebon, jangan lupa ke Batik Trusmi, pusat oleh-oleh batik khas Cirebon yang juga menyediakan tempat berlatih membatik.

Batik Trusmi adalah salah satu pusat industri kreatif di Cirebon. Selain batik, kawasan yang terletak di Plered, Cirebon, sekitar empat kilometer sebelah barat dari Kota Cirebon ini juga menyediakan wisata kuliner, seperti tahu gejrot maupun empat gentong.

Selain itu, kampung Batik Trusmi juga dikenal sebagai pusat pelatihan seni dan budaya. Misalnya untuk pengadaan seminar ataupun pelatihan membatik.

Sejak lama, Batik Trusmi menjadi ikon koleksi kain nasional. Selain batik Cirebon, Batik Trusmi menyediakan batik tulis, batik pesisir, dan batik khas keraton. Maklum saja, ada dua keraton yang sangat mempengaruhi motif batik keratin. yakni Keraton Kanoman dan Keraton Kasepuhan.

Beberapa motif yang mahal misalnya motif Paksinaga Liman, motif dengan nama kereta kencana milik Keraton Kasepuhan.

Motif Paksinaga Liman adalah gabungan tiga hewan, dan ini adalah lambang kekuatan Kerajaan Cirebon. Ada pun harga untuk batik dengan motif yang unik ini tempat ini berkisar dari harga miring Rp50.000 sampai Rp1 juta.

Untuk bisa sampai ke Batik Trusmi, Anda bisa melalui perjalanan lewat Tol Cikupa-Palimanan atau tol Cipali. Anda lalu keluar di gerbang tol Plumbon, kemudian sekitar 500 meter sampai sekitar 1 kilometer akan tiba di perempatan Plered.

Jika anda sudah menemukan patung pembatik di area tersebut, maka kampung itulah akan tersedia kuliner khas Cirebon, butik batik, dan tentunya kawasan Batik Trusmi.

Selain dengan kendaraan pribadi, Anda bisa pergi menggunakan kereta api tujuan Jawa Timur dan Jawa Tengah, lalu turun di Stasiun Cirebon. Ada banyak pilihan dari Stasiun Cirebon untuk tiba ke Batik Trusmi.

Kehadiran Batik Trusmi tak lepas dari sosok Ki Gede Trusmi, pengikut setia pemimpin Islam di Cirebon, Sunan Gunung Jati. Ki Gede Trusmi kerap mengajarkan masyarakat seni membatik, selain ikut menyebarkan agama Islam di daerah tersebut.

Masyarakat yang tinggal di sana, dan terbiasa membatik percaya bahwa mereka adalah keturunan dari Ki Gede Trusmi.

Hingga kini, makam Ki Gede Trusmi masih terawatt dengan baik. Setiap tahun adalah diadakan upacara Ganti Welit, dan Ganti Sirap setiap empat tahun.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia