Pengumuman SNBP Dibuka, Ribuan Orang Berebut Kursi di Untidar
Hasil SNBP 2026 diumumkan, Untidar diserbu peminat. Persaingan ketat dengan ribuan pendaftar dan kursi terbatas.
Pengelola Omah Kembang, Mul Budi Santoso menyajikan teh trasan, di Omah Kembang, Ngablak Kabupaten Magelang, baru-baru ini. /Harian Jogja-Nina Atmasari
Harianjogja.com, MAGELANG- Jalan-jalan ke tempat wisata, tak lengkap rasanya jika tidak sekaligus mencicipi kuliner khas setempat. Biasanya, di lokasi wisata akan tersedia beragam kuliner, namun ada satu jenis yang khas.
Hal ini juga berlaku di kawasan wisata Gunung Telomoyo, Kecamatan Ngablak Kabupaten Magelang. Objek wisata yang menawarkan keindahan alam Gunung Merbabu, Merapi, Andong dan Telomoyo ini juga memiliki salah satu kuliner khas, namanya teh trasan.
Ya, teh trasan merupakan jenis minuman yang berasal dari teh. Namun, ada keunikan di dalamnya sehingga minuman ini layak menjadi kuliner khas Gunung Telomoyo. Suguhan ini kini sedang dikembangkan oleh kafe Omah Kembang, yang ada di Desa Ngablak.
Pengelola Omah Kembang, Mul Budi Santoso mengungkapkan ada sejumlah keunikan pada teh trasan. Salah satunya adalah cara penyajiannya. "Jika teh lain disajikan menggunakan daun teh kering yang sudah dimasak, teh trasan disajikan dengan daun basah yang langsung diseduh setelah dipetik," jelasnya, belum lama ini.
Tak hanya daun teh, pada sajian teh trasan juga ditambahkan daun melati untuk menambah aroma minuman. Bunga Melati merupakan bunga yang biasa digunakan untuk campuran teh.
Lalu, jika menggunakan daun teh basah, apakah akan ada rasa "langu" yang muncul? Jangan khawatir. Ada bahan khusus yang ditambahkan untuk mengurangi rasa langu, yakni garam.
Ya, seduhan teh trasan menggunakan tambahan bahan campuran garam. Hasilnya memang akan membuat teh menjadi sedikit asin. "Tapi inilah keunikan lain dari teh trasan, ada rasa asinnya," tambah pria yang akrab disapa Bodrek tersebut, baru-baru ini.
Keunikan teh trasan tidak berhenti pada rasa dan bahan. Selanjutnya, cara menikmatinya pun unik. Jika biasanya minuman teh disajikan dengan gula pasir, teh trasan disajikan dengan gula aren atau bisa pula gula jawa.
Cara meminumnya, bukan dengan mencampur gula ke dalam air teh di dalam gelas. Gula yang sudah dipotong kecil-kecil terlebih dahulu digigit dalam mulut, namun jangan langsung ditelan. "Sambil menggigit gula, kita menyerutup tehnya, teh dan gula akan tercampur di mulut, lalu nikmati sensasinya," jelas Bodrek.
Wah, rasanya jadi bikin penasaran. Bagi Anda yang ingin mencoba teh trasan, bisa langsung ke Omah Kembang yang berada di kawasan pusat Kecamatan Ngablak. Lokasi ini bisa dituju melalui jalur Magelang-Kopeng (Salatiga). Sampai di kawasan pusat Ngablak, lihat papan nama, Omah Kembang ada di sisi timur jalan.
Omah kembang merupakan kafe dengan bangunan bernuansa Eropa. Bangunan itu menjulang tinggi di antara kawasan persawahan di sekitarnya. Di kafe tersebut juga tersedia berbagai menu khas pedesaan seperti keripik ketela dan mendoan.
Jangan khawatir kantong jebol. Menu di Omah Kembang cukup terjangkau harganya. Menu camilan dijual dengan harga belasan ribu rupiah termasuk teh trasan, dengan kisaran harga serupa.
Bodrek menambahkan teh trasan merupakan minuman teh orang tua jaman dahulu dan masih dinikmati hingga sekarang. Di wilayah Ngablak yang berada di lereng gunung Merbabu dan di kelilingi gunung Andong serta Telomoyo, teh trasan acap dinikmati para petani kala istirahat di sawah atau perkebunan. Namun juga sering untuk teman istirahat di kala pagi sebelum berangkat atau sore sepulang dari sawah atau perkebunan.
Seorang pengunjung Omah Kembang asal Kota Magelang, Kurniawati mengungkapkan keheranannya dengan cita rasa teh trasan. "Rasa asin itu menjadi unik saat tercampur dengan gula jawa yang kita kunyah lebih dulu. Rasa yang belum pernah saya rasakan sebelumnya," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hasil SNBP 2026 diumumkan, Untidar diserbu peminat. Persaingan ketat dengan ribuan pendaftar dan kursi terbatas.
ASDP mencatat lonjakan penumpang dan kendaraan di lintas Jawa-Sumatera serta Bali selama libur panjang Kenaikan Isa Almasih 2026.
PSIM Jogja menang 2-1 atas Madura United di Bantul. Hasil ini membuat Persis Solo masih punya peluang lolos dari degradasi Liga 1.
AC Milan menang 2-1 atas Genoa pada pekan ke-37 Liga Italia 2025/26 dan naik ke posisi ketiga klasemen sementara Serie A.
Juventus kalah 0-2 dari Fiorentina dan terlempar dari empat besar klasemen Liga Italia 2025/26. Peluang ke Liga Champions makin berat.
Penjaringan siswa Sekolah Rakyat di Gunungkidul dimulai untuk jenjang SD, SMP, hingga SMA bagi keluarga kurang mampu.