Buntut Serangan Ransomware, Jokowi Minta BPKP Audit Tata Kelola Pusat Data Nasional
Presiden Jokowi meminta BPKP untuk melakukan audit tata kelola dan finansial pusat data nasional.
Wisatawan berfoto dengan latar Air Terjun Kedung Kandang yang bertingkat-tingkat./Instagram @tri_priyanto_
Harianjogja.com, JOGJA--Layaknya terasering pada area persawahan, air terjun pun bisa berundak. Di Gunungkidul, wisatawan pun bisa menikmati keindahan air terjun (curug) enam tingkat yang dikenal sebagai Air Terjun Kedung Kandang.
Air Terjun Kedung Kandang memiliki ketinggian sekitar 25 meter dengan karakteristik bertingkat-tingkat. Berbeda dari air terjun pada umumnya yang turun dari tebing lurus ke bawah, air dari Air Terjun Kedung Kandang turun secara bertahap pada gugusan tebing batuan yang berundak-undak.
Daya tarik air terjun yang berlokasi di Dusun Gunungbutak, Kalurahan Nglanggeran, Kapanewon Patuk, Gunungkidul ini memang ada pada tebing-tebing batu bertingkat yang membuat aliran airnya seperti berundak.
Batuan di air terjun ini pun didominasi dengan batuan vulkanik yang merupakan sisa-sisa aktivitas Gunung Api Purba Nglanggeran yang letaknya tak jauh dari sana.
Air Terjun Kedung Kandang yang diperkenalkan ke publik sejak 2014 lalu ini merupakan tempat spot foto yang menawan. Banyak pengunjung yang memanfaatkan keindahan alamnya untuk swafoto, terutama dengan latar belakang air terjun yang bertumpuk-tumpuk itu.
Di kanan kirinya, terasering sawah milik warga dan pepohonan kelapa yang rindang mengapit air terjun ini tak kalah memanjakan mata. Setiap akhir pekan, destinasi ini akan menjadi rujukan wisatawan untuk mengabadikan potret air terjun berundak itu.

Musiman
Kendati pemandangan air terjun bertingkat ini unik, sayangnya, keindahan air terjun ini tak selalu bisa dinikmati setiap saat. Hal ini lantaran jumlah debit airnya akan dipengaruhi oleh musim. Inilah yang lantas membuat wisatawan menyebutnya sebagai air terjun musiman.
Air Terjun Kedung Kandang paling pas dikunjungi saat musim hujan antara Oktober hingga Maret. Namun, jika Anda mengunjunginya saat musim kemarau, bisa dipastikan debit air terjunnya akan sedikit, bahkan terkadang tidak ada airnya sama sekali.
Pasalnya, setelah ada hujan, debit air menjadi deras dan menampakkan aliran air terjun yang menyerupai anak tangga dari kejauhan. Pemandangan itu menjadi favorit wisatawan yang akan beramai-ramai mengambil foto dengan latar aliran air terjun.
Pada periode itu, Anda juga akan menjumpai tanaman padi yang sedang hijau-hijaunya. Pemandangan itu akan menambah keindahan Air Terjun Kedung Kandang. Disarankan mengunjungi destinasi wisata ini saat pagi hari sehingga udara masih sejuk dan sinar matahari belum begitu terik.
Dilansir dari Okezone, untuk mengunjungi Air Terjun Kedung Kandang, tiket masuk yang harus Anda bayar juga tak mahal, yakni cuma Rp7.000 per orang. Selain itu, wisatawan juga akan dibebani ongkos parkir kendaraan, yaitu Rp2.000 untuk kendaraan roda dua dan Rp5.000 untuk kendaraan roda empat.
Jangan khawatir karena pemandangan yang ditawarkan dijamin akan memanjakan mata Anda. Selain Air Terjun Kedung Kandang, Anda akan menemukan beberapa air terjun kecil bernama Curug Talang Purba. Letaknya sekitar 150 meter dari pintu masuk Air Terjun Kedung Kandang ke arah kanan. Lokasi itu juga tak kalah digemari oleh wisatawan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Presiden Jokowi meminta BPKP untuk melakukan audit tata kelola dan finansial pusat data nasional.
Lamine Yamal menargetkan rekor sebagai pemain Spanyol termuda yang mencetak hat-trick di Piala Dunia 2026 bersama La Roja.
Jadwal Bus KSPN Malioboro–Parangtritis Kamis (20/5/2026) menjadi solusi wisata hemat dengan tarif Rp12.000, memudahkan perjalanan dari pusat kota ke pantai.
Harga emas Pegadaian hari ini Kamis 21 Mei 2026 turun. Emas Antam jadi Rp2,862 juta, UBS Rp2,797 juta, dan Galeri24 Rp2,756 juta.
KA Prameks kembali padat penumpang Senin ini, cek jadwal lengkap rute Jogja–Kutoarjo.
Imigrasi Sulsel menemukan WNA asal Filipina dan Malaysia memakai KTP Indonesia untuk mengurus paspor RI di sejumlah daerah.