Buntut Serangan Ransomware, Jokowi Minta BPKP Audit Tata Kelola Pusat Data Nasional
Presiden Jokowi meminta BPKP untuk melakukan audit tata kelola dan finansial pusat data nasional.
Pegowes berfoto di depan ikon Embung Mranggen./(Instagram @m.khoirurizki_
Harianjogja.com, JOGJA--Seperti Embung Mranggen, Umbul Kroman yang berkedalaman satu meter berlantai pasir itu juga masih sepi pengunjung. Bahkan, destinasi itu justru dipercaya keramat oleh masyarakat sekitar.
Dilansir dari solopos.com, Keberadaan Umbul Kroman diyakini masih wingit. Sehingga masih sering digunakan untuk bersemedi pada malam hari bagi yang memercayainya.
Di samping itu, daya tarik mistis juga muncul dari destinasi Watu Sigong yang juga terletak tak jauh dari umbul tersebut. Watu Sigong adalah destinasi di mana ada 11 batu mirip gong yang dianggap keramat oleh warga.
Hal itu tak terlepas dari kepercayaan warga setempat yang pernah mendengar suara mirip gamelan dari kawasan batu itu berada. Apalagi, susunan batuan tersebut sekilas menyerupai tatakan saron.
Belasan batu andesit itu memiliki bentuk menyerupai gong dan berukuran seragam dengan masing-masing setinggi 35 sentimeter dan berdiameter 65 sentimeter. Batuan yang diperkirakan merupakan peninggalan pada era Mataram Kuno itu kini hanya berserak pada gundukan tanah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Presiden Jokowi meminta BPKP untuk melakukan audit tata kelola dan finansial pusat data nasional.
Persib Bandung semakin dekat dengan gelar juara Super League 2025/2026 usai menang dramatis 2-1 atas PSM Makassar di Parepare.
Simak jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Senin 18 Mei 2026 dari Stasiun Yogyakarta sampai Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
Cek jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Senin 18 Mei 2026 lengkap dari Palur sampai Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Fabio Di Giannantonio menangi MotoGP Catalunya 2026 yang dua kali dihentikan akibat kecelakaan beruntun di Barcelona.
BMKG memprediksi hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah DIY hingga 20 Mei 2026 akibat pengaruh fenomena MJO.