Hujan Intensitas Tinggi Guyur Merapi Sabtu Siang, Waspada Lahar
Hujan intensitas tinggi di lereng barat daya Merapi picu potensi lahar dan awan panas, warga diminta waspada.
Lava bantal. - geoparkjogja.jogjaprov.go.id
Harianjogja.com, JOGJA— Gaya liburan yang semakin mengutamakan pengalaman otentik dan berkelanjutan mendorong pergeseran wajah pariwisata Jogja. Tidak lagi bertumpu pada Malioboro, pantai, atau candi semata, Pemda DIY kini memperkenalkan deretan destinasi baru yang menawarkan sensasi berbeda, mulai dari glamping di tengah hutan, kawasan heritage ramah pejalan kaki, hingga lokasi-lokasi tersembunyi bernilai visual dan sejarah tinggi.
Wajah Baru Pariwisata Jogja
Transformasi pariwisata Jogja bergerak menuju arah yang lebih beragam dan berbasis pengalaman. Melalui berbagai kanal resmi, Pemda DIY menampilkan wajah baru destinasi yang tidak hanya indah, tetapi juga memberi makna bagi wisatawan dan masyarakat lokal.
Glamping di Tengah Hutan Pinus
Salah satu pengembangan terbaru adalah Glamping Pinus Pengger di Dlingo, Bantul. Fasilitas glamour camping ini diresmikan pada akhir 2025 sebagai bagian dari penguatan wisata alam berbasis masyarakat. Pengunjung dapat bermalam di tengah hutan pinus dengan fasilitas modern tanpa menghilangkan karakter alam sekitarnya. Konsep ini dirancang untuk memperpanjang lama tinggal wisatawan sekaligus menggerakkan roda ekonomi warga sekitar.
Kotabaru, Heritage yang Ramah Pejalan Kaki
Bagi pencinta kawasan kota tua, Kotabaru di Kota Jogja kini dipromosikan sebagai destinasi heritage yang ramah pejalan kaki. Area ini menghadirkan nuansa “Indische” melalui bangunan kolonial yang terawat, jalur pedestrian yang teduh, taman kota, serta deretan kafe yang menghadirkan pengalaman wisata malam lebih tenang dibanding Malioboro.
Hidden Gems Bernilai Visual dan Sejarah
Dinas Pariwisata DIY juga menyoroti sejumlah hidden gems yang menyimpan daya tarik visual dan nilai sejarah tinggi, namun belum banyak dijamah wisatawan, antara lain:
Desa Wisata dengan Karakter Unik
Pada sektor desa wisata, Pemda DIY mengangkat Desa Wisata Rumah Domes di Sleman atau yang dikenal sebagai Kampung Teletubbies. Puluhan rumah berbentuk kubah yang dibangun pascagempa 2006 kini dikelola sebagai destinasi edukatif tentang hunian tahan gempa sekaligus ruang wisata keluarga yang unik.
Wellness Tourism di Kulonprogo
Di Kulonprogo, pengembangan pariwisata juga merambah segmen kesehatan melalui wellness tourism di Sidorejo. Kawasan ini menawarkan aktivitas meditasi, kuliner tradisional sehat, serta harmoni alam pedesaan sebagai alternatif wisata pemulihan fisik dan mental.
Tamansari, Istana Air di Tengah Kampung
Warisan klasik Jogja tetap menjadi bagian penting dari promosi pariwisata, salah satunya Tamansari. Situs istana air ini unik karena tersembunyi di tengah permukiman padat. Wisatawan harus menyusuri gang-gang sempit untuk menemukan lorong bawah tanah dan kolam pemandian kerajaan yang dahulu menjadi ruang privat Sultan.
Ragam destinasi tersebut menegaskan arah baru pariwisata Jogja yang tidak lagi bertumpu pada ikon lama, tetapi berkembang melalui pengalaman tematik, edukatif, dan berkelanjutan.
Dengan hadirnya glamping alam, kawasan heritage ramah pejalan kaki, desa wisata tematik, hingga hidden gems geologi, Jogja semakin memantapkan diri sebagai destinasi yang kaya pilihan dan berlapis pengalaman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Dirangkum dari visitingjogja.jogjaprov.go.id
Hujan intensitas tinggi di lereng barat daya Merapi picu potensi lahar dan awan panas, warga diminta waspada.
Bangun siang bisa memengaruhi ritme sirkadian, jadwal tidur, konsentrasi, suasana hati, hingga rutinitas harian. Ini 13 dampaknya.
iPhone 18 Pro 1TB dan 2TB dilaporkan memakai QLC, sedangkan 256GB dan 512GB menggunakan TLC. Simak hasil uji performanya.
YouTube menambah fitur AI untuk kreator, mulai dari mencari ide, mengedit video, membuat thumbnail, hingga menguji tiga versi konten.
Thailand menang 4-0 atas Pakistan di FIFA ASEAN Cup 2026. Duel melawan Vietnam pada 29 September menjadi laga penting Grup B.
The Thao 247 menyoroti starting XI Timnas Indonesia yang seluruhnya lahir di luar Indonesia saat mengalahkan Singapura 2-0.