Pemain PSIM Asal Argentina Pulga Vidal Rayakan Natal di Jogja
Pulga Vidal merayakan Natal 2025 di Yogyakarta bersama keluarga. Pemain PSIM itu tetap menjaga profesionalisme meski libur Natal.
Dua ekor Komodo (Varanus Komodoensis) penghuni pulau Komodo sedang berjalan di pinggir salah satu restoran di pulau Komodo, Manggarai Barat, NTT Selasa (20/1/2020). Jumlah populasi Komodo di pulau tersebut kini mencapai 1.739 ekor. /ANTARA
Harianjogja.com, JAKARTA - Beberapa kekayaan alam Indonesia telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai warisan dunia kategori alam yang terbesar.
Apa sajakah? berikut 4 warisan alam Indonesia terbesar yang masuk di dunia seperti dikutip dari Indonesiabaik.id
Terdiri dari Pulau Komodo, Pulau Rinca, Pulau Padar dan beberapa pulau kecil di sekitarnya yang dihuni oleh populasi sekitar 5.700 kadal raksasa pemakan daging terbesar dunia atau Komodo. Penampilan dan perilaku agresifnya menyebabkan mereka disebut \'Komodo dragons\'. Komodo termasuk salah satu spesies yang rawan akan kepunahan.
UNESCO menjadikan Taman Nasional Komodo menjadi Warisan Alam pada 1991. Taman Nasional Komodo memiliki area padang rumput, sabana, hutan tropis musim, hutan pada ketinggian 500 mdpl,
Taman Nasional Lorentz (2,35 juta ha), adalah kawasan lindung terbesar di Asia Tenggara. Taman ini menjadi Warisan Dunia pada 1999, adalah satu-satunya kawasan lindung yang memiliki keanekaragaman hayati terlengkap se-Asia Pasifik. Selain itu, kawasan Taman Nasional Lorentz juga merupakan satu di antara tiga kawasan di dunia yang memiliki glester di daerah tropis. Daerah ini juga mengandung situs-situs fosil yang memberikan bukti evolusi kehidupan di Papua, tingkat endemisme, dan tingkat keanekaragaman hayati tertinggi di wilayah tersebut.
Memiliki luas 2,5 juta hektar di Sumatra terdiri dari tiga taman nasional: Taman Nasional Gunung Leuser, Taman Nasional Kerinci Seblat, dan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan.
Tempat ini merupakan lokasi pelestarian untuk beberapa spesies yang hampir punah seperti harimau sumatera, orangutan sumatera, gajah sumatera dan badak sumatera bercula dua yang sangat dilindungi.
Kawasan lindung merupakan rumah bagi sekitar 10.000 spesies tanaman, termasuk 17 genus endemik; lebih dari 200 spesies mamalia; dan sekitar 580 spesies burung di mana 465 adalah penduduk dan 21 spesies endemik.
Ujung Kulon diresmikan oleh UNESCO sebagai Warisan Alam pada 1991. Alasannya, karena wilayah ini memiliki hutan lindung yang sangat luas. Ditambah ada kurang lebih 60 ekor badak dan spesies tanaman hidup bebas di tempat ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Pulga Vidal merayakan Natal 2025 di Yogyakarta bersama keluarga. Pemain PSIM itu tetap menjaga profesionalisme meski libur Natal.
Best City Hotel Yogyakarta merayakan HUT ke-9 dengan tema Grow With The Best dan memperkuat komitmen layanan hospitality di Jogja.
Daftar lokasi Salat Iduladha 2026 1447 H Muhammadiyah di Gunungkidul resmi dirilis PDM. Cek ratusan titik salat Id di seluruh kapanewon.
Polisi Banyumas membongkar penipuan berkedok “Sultan Nusantara”. Korban rugi Rp50,8 juta usai dijanjikan pembersihan harta dan haji.
KPK memeriksa dua pejabat Kemenhub terkait kasus dugaan suap proyek pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta api DJKA Kemenhub.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti menyebut nasib guru honorer 2027 masih dibahas pemerintah. Guru non-ASN dipastikan tetap bekerja hingga 2026.