Blackout Karimun Belum Pulih, Warga Sewa Hotel demi Bekerja
Pemadaman listrik di Karimun belum sepenuhnya pulih. Warga menyewa hotel demi bekerja, sementara PLN mempercepat pemulihan sistem.
Foto Ilustrasi. /Solopos-Sunaryo Haryo Bayu
Harianjogja.com, JOGJA—Tempat wisata ekstrem yang dapat memacu adrenalin kerap menjadi pilihan wisatawan yang menyukai tantangan. Seolah ada yang kurang jika adrenalin belum terpacu saat liburan.
Wisata ekstrem tentunya menjadi pilihan untuk memacu adrenalin. Tidak hanya ekstrem, rekomendasi wisata ini juga memiliki pesona keindahan alam yang dapat menenangkan jiwa dan raga.
Ada apa saja? Simak tiga rekomendasi wisata ekstrem di Jogja berikut ini:
Menikmati pesona Pantai Parangtritis dari ketinggian akan memberikan nuansa yang berbeda bahkan jauh lebih memesona, apalagi dengan mengitarinya di udara dengan paralayang. Kamu bisa menjajalnya di Bukit Paralayang Watugupit di Dusun Watugupit, Desa Giricahyo, Purwosari, Gunung Kidul, Yogyakarta.
Ditemani pemandu, kamu akan melayang di udara selama 20–30 menit menikmati hijaunya perbukitan berpadu dengan birunya laut pantai selatan dari ketinggian yang tak akan terlupakan. Dalam sekali mengudara yang lengkap dengan fasilitas keamanan serta ditemani pemandu wisatawan, kamu akan dikenakan biaya sebesar Rp 300.000 hingga Rp450.000.
Baca juga: Pengin Nikmati Air Terjun Swiss dan Kebun Tulip ala Belanda, Objek Wisata Ini Cocok untuk Anda
Pantai Timang pernah menjadi lokasi syuting Running Man, program acara ragam asal Korea Selatan. Tempat ini menyediakan gondola atau kereta gantung tenaga manusia untuk menyeberang dari tebing karang pantai Timang ke bukit karang di tengah laut.
Gondola yang ditarik dengan tenaga manusia ini, semula digunakan warga lokal untuk mencari lobster di bukit karang seberang pantai Timang. Kini gondola digunakan sebagai destinasi wisata ekstrem yang patut dicoba bagi wisatawan pencari tantangan.
Jika tidak berani ada pula jembatan gantung untuk menikmati keindahan hijau kebiruan ombak pesona utama di Pantai Timang atau menikmati sajian khas olahan laut yang ada objek wisata Pantai Timang.
Pantai Timang terletak di Jalan Pantai Selatan Jawa, Purwodadi, Tepus, Gunungkidul. Harga tiket masuk pantai Timang cukup terjangkau yakni Rp10.000 saja. Sementara untuk menyebrang jembatan kamu perlu membayar Rp100.000 sedangkan untuk menaiki gondola dihargai Rp150.000.
Jembatan gantung yang menghubungkan antara Pantai Sinden dan Pulau Kalong semula digunakan untuk mencari ikan dan lobster. Jembatan dengan papan pijakan yang jaraknya terbilang cukup lebar tersebut mampu meningkatkan adrenalin dalam sekejap terutama untuk kamu yang phobia ketinggian.
Sekilas jembatan gantung ini mungkin tampak biasa saja namun saat diterpa angin kencang ditambah angin dari gulungan ombak besar di bawahnya, jembatan akan ikut bergoyang. Terlepas dari ekstremnya jembatan, pantai Sinden yang berada di ketinggian bukit memiliki panorama yang begitu memesona berkat birunya ombak yang menerjang batuan karang Pantai Sinden dan Pulau Kalong.
Lokasinya ada di Desa Jepitu, Girisubo, Gunungkidul. Masuk ke kawasan Pantai Sinden kamu perlu merogoh saku untuk tiket masuk wisata sebesar Rp10.000 sementara untuk menyebrang jembatan akan dikenai biaya Rp25.000
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemadaman listrik di Karimun belum sepenuhnya pulih. Warga menyewa hotel demi bekerja, sementara PLN mempercepat pemulihan sistem.
Wapres Gibran bertemu Hun Many membahas reformasi birokrasi, olahraga, serta penanganan TPPO terkait penipuan daring.
Menteri PKP Maruarar Sirait optimistis target penyaluran 350.000 rumah subsidi FLPP pada 2026 tercapai. Realisasi hingga Juli telah melampaui 111.000 unit.
Mahasiswa KKN-PPM UGM menggandeng BRI BO Wates mengedukasi warga Giripeni, Kulonprogo, agar memanfaatkan KUR dan KPP serta menghindari pinjol ilegal.
Gempa magnitudo 4,2 mengguncang laut selatan Malang. BMKG memastikan gempa tidak berpotensi tsunami dan belum ada laporan kerusakan.
Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan Danantara hanya sebagai undangan dalam rapat KSSK dan tidak memiliki hak suara dalam pengambilan keputusan.