Baru Diterima, Motor Koperasi Baru di Wonogiri Nyungsep ke Sawah
Motor roda tiga KDKMP Desa Sukoharjo Wonogiri masuk sawah usai distribusi. Diduga pengemudi belum mahir, kerusakan ringan.
Sejumlah tokoh menandatangani deklarasi destinasi wisata kuliner bebek dunia dalam serangkaian pembukaan Car Free Day (CFD) Kartasura perdana di Jalan Slamet Riyadi Kartasura, Minggu (17/9/2023). (Solopos.com/Magdalena Naviriana Putri).
Harianjogja.com, SUKOHARJO—Bupati Sukoharjo bersama sejumlah tokoh dan pengusaha bebek mendeklarasikan Kecamatan Kartasura sebagai destinasi wisata kuliner bebek dunia. Melalui deklarasi ini, kuliner di Kartasura menjadi go public.
Deklarasi dilakukan dalam serangkaian pembukaan car free day (CFD) Kartasura perdana di Jalan Slamet Riyadi Kartasura, Minggu (17/9/2023).
Baca Juga: 5 Kuliner Paling Hits dan Ramai Dikunjungi di Jogja, Ada Kuliner Sejuta Umat
Selain Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, sejumlah tokoh seperti Ketua MUI Sukoharjo Abdullah Faisol, Ketua OJK Solo Eko Yunianto, Pejabat Forkopimcam Kartasura, pengusaha bebek Kartasura serta sejumlah perwakilan luar negeri turut menandatangani deklarasi tersebut.
Deklarasi Kartasura tersebut berbunyi: Dalam rangka menjaga warisan leluhur kami segenap elemen bangsa baik secara pribadi, lembaga maupun komunitas berkomitmen untuk menjadikan Kartasura sebagai destinasi wisata kuliner bebek dunia.
Deklarasi ditulis dalam papan yang ditandatangi sejumlah tokoh yang hadir.
Sementara itu Bupati Sukoharjo Etik Suryani berharap Festival Internasional Bebek bisa mengangkat potensi kuliner Kartasura untuk go public di kancah internasional.
“Kami berharap ini bisa dipublikasikan bahwa Sukoharjo punya makanan selain nasi liwet, gempol pleret. Ayo beli di Sukoharjo jangan sampai potensi kuliner kita diklaim dari daerah lain. Kedai atau warung kuliner bebek yang ada di Kartasura rasanya enak semua masyarakat bisa menikmati bebek di Kartasura,” ajak Etik.
Etik mengaku Pemerintah Kabupaten Sukoharjo sangat mendukung deklarasi tersebut. Lantaran Hal tersebut menurutnya dapat meningkatkan perekonomian warga Kartasura.
Ia memastikan Pemkab Sukoharjo melalui Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM akan menjadi wadah bagi pengusaha bebek yang belum memiliki sertifikasi Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) termasuk sertifikasi halal.
“Mohon doa dan dukungannya mudah-mudahan Sukoharjo semakin besar, bangkit, kompak dan kembali lagi mengangkat UMKM yang ada di Kartasura, yang penting warga Kartasura jaga kekompakan,” ujarnya.
Dukungan serupa juga disampaikan Dekan Fakultas Adab dan Bahasa (FAB) UIN RM Said Surakarta, Rahmawan Arifin atau Ivan.
Terlebih, menurut Ivan, UIN RM Said juga telah memiliki Pusat Studi Halal (PSH) yang akan memberikan pendampingan terhadap para pelaku UMKM dalam mendapatkan sertifikat halal. Hal tersebut menjadi bentuk dukungan UIN untuk melancarkan deklarasi tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos.com
Motor roda tiga KDKMP Desa Sukoharjo Wonogiri masuk sawah usai distribusi. Diduga pengemudi belum mahir, kerusakan ringan.
Penelitian terbaru menunjukkan AI mampu memperpanjang usia baterai mobil listrik hingga 23 persen tanpa memperlambat pengisian daya.
Penyandang disabilitas saat ini telah menjadi bagian dari kelompok masyarakat yang memainkan peran yang sama pentingnya dengan masyarakat umum dalam sektor
Libur panjang Kenaikan Yesus Kristus mendongkrak kunjungan wisata Gunungkidul hingga 145 ribu orang dengan PAD mencapai Rp1,7 miliar.
Menyapa konsumen setia Honda, Astra Motor Yogyakarta kembali hadir dengan Honda Premium Matic Day (HPMD)
Malta menjadi negara pertama yang bekerja sama dengan OpenAI untuk membagikan ChatGPT Plus gratis kepada seluruh warganya selama setahun.