Bripka E Pengasuh Ponpes di Wonogiri Ditahan Kasus Kekerasan Seksual
Bripka E, anggota Polres Wonogiri, ditahan sebagai tersangka dugaan kekerasan seksual berbasis gender online terhadap perempuan 19 tahun.
Sejumlah tokoh menandatangani deklarasi destinasi wisata kuliner bebek dunia dalam serangkaian pembukaan Car Free Day (CFD) Kartasura perdana di Jalan Slamet Riyadi Kartasura, Minggu (17/9/2023). (Solopos.com/Magdalena Naviriana Putri).
Harianjogja.com, SUKOHARJO—Bupati Sukoharjo bersama sejumlah tokoh dan pengusaha bebek mendeklarasikan Kecamatan Kartasura sebagai destinasi wisata kuliner bebek dunia. Melalui deklarasi ini, kuliner di Kartasura menjadi go public.
Deklarasi dilakukan dalam serangkaian pembukaan car free day (CFD) Kartasura perdana di Jalan Slamet Riyadi Kartasura, Minggu (17/9/2023).
Baca Juga: 5 Kuliner Paling Hits dan Ramai Dikunjungi di Jogja, Ada Kuliner Sejuta Umat
Selain Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, sejumlah tokoh seperti Ketua MUI Sukoharjo Abdullah Faisol, Ketua OJK Solo Eko Yunianto, Pejabat Forkopimcam Kartasura, pengusaha bebek Kartasura serta sejumlah perwakilan luar negeri turut menandatangani deklarasi tersebut.
Deklarasi Kartasura tersebut berbunyi: Dalam rangka menjaga warisan leluhur kami segenap elemen bangsa baik secara pribadi, lembaga maupun komunitas berkomitmen untuk menjadikan Kartasura sebagai destinasi wisata kuliner bebek dunia.
Deklarasi ditulis dalam papan yang ditandatangi sejumlah tokoh yang hadir.
Sementara itu Bupati Sukoharjo Etik Suryani berharap Festival Internasional Bebek bisa mengangkat potensi kuliner Kartasura untuk go public di kancah internasional.
“Kami berharap ini bisa dipublikasikan bahwa Sukoharjo punya makanan selain nasi liwet, gempol pleret. Ayo beli di Sukoharjo jangan sampai potensi kuliner kita diklaim dari daerah lain. Kedai atau warung kuliner bebek yang ada di Kartasura rasanya enak semua masyarakat bisa menikmati bebek di Kartasura,” ajak Etik.
Etik mengaku Pemerintah Kabupaten Sukoharjo sangat mendukung deklarasi tersebut. Lantaran Hal tersebut menurutnya dapat meningkatkan perekonomian warga Kartasura.
Ia memastikan Pemkab Sukoharjo melalui Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM akan menjadi wadah bagi pengusaha bebek yang belum memiliki sertifikasi Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) termasuk sertifikasi halal.
“Mohon doa dan dukungannya mudah-mudahan Sukoharjo semakin besar, bangkit, kompak dan kembali lagi mengangkat UMKM yang ada di Kartasura, yang penting warga Kartasura jaga kekompakan,” ujarnya.
Dukungan serupa juga disampaikan Dekan Fakultas Adab dan Bahasa (FAB) UIN RM Said Surakarta, Rahmawan Arifin atau Ivan.
Terlebih, menurut Ivan, UIN RM Said juga telah memiliki Pusat Studi Halal (PSH) yang akan memberikan pendampingan terhadap para pelaku UMKM dalam mendapatkan sertifikat halal. Hal tersebut menjadi bentuk dukungan UIN untuk melancarkan deklarasi tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos.com
Bripka E, anggota Polres Wonogiri, ditahan sebagai tersangka dugaan kekerasan seksual berbasis gender online terhadap perempuan 19 tahun.
KPK menangkap Bupati Pemalang Anom Widiyantoro dalam OTT ke-18 sepanjang 2026. Penyidik masih mendalami kasus dan memiliki waktu 24 jam menentukan status pihak
Perpanjang SIM A dan C di Kulonprogo lebih mudah melalui SIM Keliling. Jadwal lengkap dan lokasi.
Polres Bantul kembali membuka layanan SIM Keliling untuk memfasilitasi masyarakat yang ingin melakukan perpanjangan SIM A dan SIM C.
Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Sleman kembali membuka layanan SIM Keliling.
Polres Gunungkidul kembali membuka layanan SIM Keliling pada hari ini.