Jalur Trans Jogja Terbaru, Cek Tarifnya di Sini
Trans Jogja mencakup berbagai jalur utama yang menghubungkan titik-titik penting seperti kawasan wisata, pusat pendidikan, hingga layanan kesehatan.
Foto ilustrasi wisatawan sedang traveling. - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA — Tren wisata global kini mengalami pergeseran signifikan. Jika sebelumnya destinasi populer menjadi tujuan utama, kini wisatawan lebih mencari pengalaman yang bersifat personal, emosional, dan memberikan makna mendalam dalam perjalanan mereka.
Agen perjalanan Golden Rama Tours & Travel mencatat perubahan ini sebagai bagian dari transformasi gaya hidup modern. Wisata tidak lagi sekadar liburan, melainkan menjadi sarana self fulfillment atau pemenuhan diri.
“Wisatawan saat ini ingin perjalanan yang punya cerita, pengalaman autentik, dan koneksi emosional,” ujar GM of Communication & CRM Golden Rama Tours & Travel, Ricky Hilton dikutip dari Antara, Sabtu (22/5/2026).
Fenomena ini juga diperkuat oleh studi The Intentional Traveler dari Marriott International. Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa 93 persen wisatawan premium di Asia Pasifik menginginkan perjalanan yang lebih personal dan bermakna.
Wisata “Healing” Jadi Pilihan Utama
Konsep perjalanan kini bergeser ke arah wellbeing tourism, di mana wisatawan mencari ketenangan, keseimbangan hidup, serta pengalaman yang memberi dampak emosional positif.
Salah satu tren yang meningkat pesat adalah shoulder season travel, terutama wisata musim gugur. Periode ini dinilai ideal karena menawarkan suasana lebih tenang, cuaca nyaman, serta panorama alam yang memukau.
Golden Rama melihat peningkatan signifikan minat wisatawan Indonesia ke Jepang dan Korea Selatan saat musim gugur.
Destinasi Favorit Musim Gugur
Di Jepang, wisatawan banyak memburu pengalaman menikmati keindahan alam di kawasan Kawaguchiko, khususnya saat festival Kawaguchiko Momiji Matsuri. Di lokasi ini, pengunjung bisa berjalan di Momiji Corridor—lorong pepohonan maple yang berubah warna menjadi merah dan oranye dengan latar Gunung Fuji.
Selain itu, fenomena unik Shikizakura juga menjadi daya tarik tersendiri. Bunga sakura yang biasanya mekar di musim semi, justru kembali bermekaran di musim gugur, menciptakan pengalaman langka.
Sementara itu, di Korea Selatan, Nami Island menjadi salah satu destinasi favorit. Pulau ini terkenal dengan deretan pohon ginkgo dan maple yang berubah warna menjadi kuning keemasan dan merah, menciptakan lanskap romantis yang ikonik.
Tak hanya Jepang dan Korea, China juga menawarkan pesona musim gugur melalui Kanas Scenic Area di wilayah Xinjiang. Kawasan ini menghadirkan pemandangan dramatis berupa hutan berwarna emas, merah, dan oranye yang mengelilingi danau biru kehijauan.
Liburan yang Lebih Bermakna
Perubahan tren ini menunjukkan bahwa wisatawan kini semakin selektif dalam memilih destinasi. Mereka tidak hanya mencari tempat indah, tetapi juga pengalaman yang bisa dikenang dan memberi dampak secara emosional.
Dengan tren ini, industri pariwisata dituntut untuk menghadirkan paket perjalanan yang lebih personal, autentik, dan relevan dengan kebutuhan gaya hidup modern.
Wisata bukan lagi sekadar perjalanan, tetapi menjadi bagian dari cara manusia menemukan makna, ketenangan, dan keseimbangan hidup.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Trans Jogja mencakup berbagai jalur utama yang menghubungkan titik-titik penting seperti kawasan wisata, pusat pendidikan, hingga layanan kesehatan.
Komisi III DPR RI akan membentuk tim pengawas usai Febrie Adriansyah mundur dari Jampidsus. Penanganan kasus korupsi diminta tetap berjalan.
Kejati Jawa Tengah memastikan tidak ada penggeledahan atau pemeriksaan terkait SPPG. Aktivitas kejaksaan hanya sebatas pengumpulan data di lapangan.
Presiden Prabowo Subianto minta birokrat, TNI, Polri, dan jaksa introspeksi. Tegaskan aparatur negara milik rakyat dan korupsi tidak boleh dibiarkan.
Stroberi kaya vitamin C, serat, dan antioksidan. Simak 6 manfaatnya untuk imunitas, jantung, hingga mencegah penyakit kronis.
Baru Dua Bulan Lulus, 89,74% Lulusan SMK-SMTI Yogyakarta Terserap Industri, Mayoritas Sudah Bekerja Sebelum Wisuda