Menperin: Indonesia Bertransformasi Jadi Basis Produksi Otomotif
Menperin Agus Gumiwang menyebut Indonesia tengah bertransformasi menjadi basis produksi otomotif. Produksi kendaraan nasional tumbuh 11,3 persen pada semester I
Tugu Jogja./Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA — Pemerintah mulai serius mengurangi ketergantungan pada Bali sebagai destinasi utama wisatawan mancanegara. Jogja kini didorong menjadi salah satu magnet baru pariwisata nasional, seiring meningkatnya kunjungan ke kawasan Borobudur–Yogyakarta–Prambanan.
Kementerian Pariwisata mengungkapkan berbagai strategi telah dijalankan untuk memperkuat destinasi di luar Bali. Salah satunya dengan mendorong pengembangan paket wisata tematik berbasis kekuatan lokal di tiap daerah.
"Kami terus mendorong pelaku usaha industri pariwisata untuk mengembangkan paket-paket wisata tematik berbasis gastronomi, wellness, bahari atau marine tourism, wastra, serta seni budaya di berbagai destinasi unggulan," tulis Kementerian Pariwisata dikutip dari Antara, Sabtu (13/6/2026).
Pengembangan tersebut difokuskan pada 10 Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP) serta 3 Destinasi Pariwisata Regeneratif (DPR), yaitu Bali, Great Jakarta, dan Kepulauan Riau (Kepri).
Jogja menjadi salah satu wilayah yang diuntungkan dari strategi ini. Kawasan Borobudur–Jogja–Prambanan tercatat mengalami peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara yang cukup signifikan, bersaing dengan destinasi unggulan lain seperti Lombok–Gili Tramena dan Bromo–Tengger–Semeru.
Tak hanya promosi, Kementerian Pariwisata juga menggandeng berbagai mitra industri seperti travel agent dan tour operator untuk memperluas jangkauan pasar. Program business matching hingga familiarization trip (fam trip) digelar untuk memperkenalkan potensi destinasi unggulan Indonesia kepada pasar global.
Langkah ini sekaligus menjawab dorongan DPR agar pemerintah tidak lagi bergantung pada Bali sebagai tulang punggung pariwisata nasional. Diversifikasi destinasi dinilai penting untuk pemerataan ekonomi dan peningkatan daya saing sektor pariwisata.
Meski demikian, Bali masih menjadi pintu utama wisatawan asing ke Indonesia. Sepanjang Januari hingga April 2026, sekitar 43,1% wisatawan mancanegara masuk melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dan Pelabuhan Tanjung Benoa.
Pada April 2026 saja, dari total 1,25 juta kunjungan wisman, sebanyak 553.328 orang tercatat masuk melalui Bali. Angka ini menegaskan dominasi Pulau Dewata masih sangat kuat.
Namun dengan kekayaan budaya, kuliner, dan warisan sejarah yang dimiliki, Jogja dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi destinasi alternatif unggulan. Penguatan akses, promosi digital, serta peningkatan kualitas layanan menjadi kunci agar Jogja semakin kompetitif di mata wisatawan dunia.
Jika tren ini terus berlanjut, Jogja bukan hanya menjadi pelengkap, tetapi berpotensi menjadi episentrum baru pariwisata Indonesia di masa depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Menperin Agus Gumiwang menyebut Indonesia tengah bertransformasi menjadi basis produksi otomotif. Produksi kendaraan nasional tumbuh 11,3 persen pada semester I
Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kulonprogo mulai dihuni siswa, termasuk anak yang sempat putus sekolah karena keterbatasan biaya.
Indonesia mengalahkan Timor Leste 3-0 di Piala AFF 2026. Strategi pergantian pemain John Herdman menjadi kunci kemenangan Garuda.
Komisi D DPRD DIY mendorong dukungan anggaran dan kemitraan untuk membantu sekolah swasta yang kekurangan murid di DIY.
El Nino diperkirakan menguat hingga 12 bulan. CERAH mendesak evaluasi kebijakan energi nasional yang masih bergantung pada energi fosil.
Perbaikan 256 RTLH di Gunungkidul ditargetkan selesai akhir Agustus 2026. Hingga akhir Juli, 101 rumah telah rampung dibangun.