Gelombang Migran Memuncak, Spanyol Tutup Perbatasan dengan Maroko
Spanyol menutup perbatasan Beni Ansar di Melilla setelah gelombang migran meningkat. Pengamanan diperketat di Ceuta dan Melilla.
Tugu Jogja./Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA — Pemerintah mulai serius mengurangi ketergantungan pada Bali sebagai destinasi utama wisatawan mancanegara. Jogja kini didorong menjadi salah satu magnet baru pariwisata nasional, seiring meningkatnya kunjungan ke kawasan Borobudur–Yogyakarta–Prambanan.
Kementerian Pariwisata mengungkapkan berbagai strategi telah dijalankan untuk memperkuat destinasi di luar Bali. Salah satunya dengan mendorong pengembangan paket wisata tematik berbasis kekuatan lokal di tiap daerah.
"Kami terus mendorong pelaku usaha industri pariwisata untuk mengembangkan paket-paket wisata tematik berbasis gastronomi, wellness, bahari atau marine tourism, wastra, serta seni budaya di berbagai destinasi unggulan," tulis Kementerian Pariwisata dikutip dari Antara, Sabtu (13/6/2026).
Pengembangan tersebut difokuskan pada 10 Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP) serta 3 Destinasi Pariwisata Regeneratif (DPR), yaitu Bali, Great Jakarta, dan Kepulauan Riau (Kepri).
Jogja menjadi salah satu wilayah yang diuntungkan dari strategi ini. Kawasan Borobudur–Jogja–Prambanan tercatat mengalami peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara yang cukup signifikan, bersaing dengan destinasi unggulan lain seperti Lombok–Gili Tramena dan Bromo–Tengger–Semeru.
Tak hanya promosi, Kementerian Pariwisata juga menggandeng berbagai mitra industri seperti travel agent dan tour operator untuk memperluas jangkauan pasar. Program business matching hingga familiarization trip (fam trip) digelar untuk memperkenalkan potensi destinasi unggulan Indonesia kepada pasar global.
Langkah ini sekaligus menjawab dorongan DPR agar pemerintah tidak lagi bergantung pada Bali sebagai tulang punggung pariwisata nasional. Diversifikasi destinasi dinilai penting untuk pemerataan ekonomi dan peningkatan daya saing sektor pariwisata.
Meski demikian, Bali masih menjadi pintu utama wisatawan asing ke Indonesia. Sepanjang Januari hingga April 2026, sekitar 43,1% wisatawan mancanegara masuk melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dan Pelabuhan Tanjung Benoa.
Pada April 2026 saja, dari total 1,25 juta kunjungan wisman, sebanyak 553.328 orang tercatat masuk melalui Bali. Angka ini menegaskan dominasi Pulau Dewata masih sangat kuat.
Namun dengan kekayaan budaya, kuliner, dan warisan sejarah yang dimiliki, Jogja dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi destinasi alternatif unggulan. Penguatan akses, promosi digital, serta peningkatan kualitas layanan menjadi kunci agar Jogja semakin kompetitif di mata wisatawan dunia.
Jika tren ini terus berlanjut, Jogja bukan hanya menjadi pelengkap, tetapi berpotensi menjadi episentrum baru pariwisata Indonesia di masa depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Spanyol menutup perbatasan Beni Ansar di Melilla setelah gelombang migran meningkat. Pengamanan diperketat di Ceuta dan Melilla.
Polda Jatim mengungkap 178 kasus kejahatan jalanan selama Juli 2026 dan mengamankan 206 tersangka di seluruh wilayah Jawa Timur.
Pemkot Jogja memastikan pembayaran gaji ASN dan PPPK hingga akhir 2026 aman dengan dukungan DAU dan PAD yang melampaui target.
KPK melimpahkan berkas dakwaan Yaqut Cholil Qoumas ke PN Jakarta Pusat. Sidang kasus dugaan korupsi kuota haji kini menunggu jadwal.
Pemerintah menggelar HUT ke-81 RI di Jakarta dan IKN serta mengundang seluruh tokoh bangsa menghadiri upacara 17 Agustus 2026.
Turkiye menargetkan jalur alternatif Selat Hormuz melalui Irak selesai dalam tiga tahun untuk memperkuat perdagangan menuju Eropa.