Bukan Sekadar Kuliner, Ini Kekuatan Wisata Gastronomi Indonesia

Newswire
Newswire Minggu, 14 Juni 2026 05:17 WIB
Bukan Sekadar Kuliner, Ini Kekuatan Wisata Gastronomi Indonesia

Ilustrasi satai klathak./Instagram @sateklathakpakpong3

Harianjogja.com, JAKARTA—Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menegaskan wisata gastronomi memiliki makna yang lebih dalam dibandingkan wisata kuliner pada umumnya. Konsep ini tidak hanya berfokus pada cita rasa makanan, tetapi juga mengajak wisatawan memahami sejarah, budaya, tradisi, hingga proses pengolahan sebuah hidangan.

"Kami juga ingin mengajak wisatawan mengenal dan memahami cerita di balik setiap hidangan, karena setiap makanan memiliki sejarah dan nilai budaya yang unik," kata Ni Luh dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu (13/6/2026)

Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan wisata gastronomi. Dari Sabang hingga Merauke, ragam kuliner tradisional hadir dengan filosofi dan cerita yang mencerminkan kekayaan identitas bangsa.

Bagi Indonesia, gastronomi tidak sekadar menjadi daya tarik wisata, tetapi juga berperan sebagai penggerak ekonomi masyarakat. Rantai nilai dalam sektor ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari petani, nelayan, pelaku UMKM, pengrajin pangan lokal, hingga pelaku usaha kuliner di berbagai daerah.

Penguatan sektor ini diharapkan mampu memperluas dampak ekonomi pariwisata secara lebih merata. Melalui wisata gastronomi, wisatawan tidak hanya menikmati makanan, tetapi juga membangun kedekatan dengan budaya, alam, serta kehidupan masyarakat di destinasi yang dikunjungi.

“Kami ingin menguatkan posisi gastronomi Indonesia tidak lagi sekadar menjadi pelengkap perjalanan wisata, tetapi menjadi alasan utama wisatawan datang ke Indonesia," ujarnya.

Ni Luh juga menyoroti tren wisata global yang kini menunjukkan peningkatan minat terhadap pengalaman autentik berbasis budaya lokal. Kondisi ini menjadi peluang besar bagi Indonesia untuk menjadikan kekayaan kuliner Nusantara sebagai magnet utama wisatawan sekaligus memperpanjang masa tinggal mereka.

Selain itu, ia mengapresiasi penyelenggaraan "Grab Bintang 5 Awards 2026" yang dinilai mampu mendorong pelaku usaha kuliner meningkatkan kualitas layanan sekaligus memperkuat posisi gastronomi Indonesia di sektor pariwisata nasional.

Ajang tersebut tidak hanya memberikan penghargaan kepada pelaku usaha kuliner, tetapi juga berkontribusi dalam memperkuat industri gastronomi sebagai salah satu pilar ekonomi kreatif dan pariwisata.

Penghargaan ini juga sejalan dengan program prioritas Kementerian Pariwisata yang berfokus pada tiga pilar utama, yakni wisata bahari, wisata kebugaran, dan wisata gastronomi. Ketiganya diarahkan untuk menciptakan pengalaman wisata yang lebih berkualitas, berkelanjutan, serta memberikan nilai tambah bagi wisatawan dan masyarakat.

Wamenpar Ni Luh turut mengapresiasi kehadiran kategori “Wonderful Indonesia Favorite Flavor” yang memberikan penghargaan kepada pelaku usaha kuliner di destinasi prioritas dengan cita rasa khas Nusantara.

“Kategori ini diharapkan semakin memotivasi para pelaku usaha kuliner untuk terus mengembangkan kekayaan gastronomi daerahnya, karena warisan kuliner Indonesia memiliki nilai yang tinggi dan menjadi daya tarik yang kuat bagi wisatawan,” kata Ni Luh.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online