Beasiswa Jepang Perkuat Hubungan Indonesia, Alumni Jadi Kunci
Program beasiswa Jepang dinilai memperkuat hubungan Indonesia. Alumni berperan besar dalam pembangunan dan kerja sama bilateral.
Foto ilustrasi wisatawan sedang traveling. - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Pemerintah melalui kampanye nasional #DiIndonesiAja memperkuat strategi promosi wisata lewat program Bangga Berwisata di Indonesia (BBWI) yang menyoroti pengembangan kawasan Buleleng–Jembrana–Banyuwangi (3B) sebagai upaya pemerataan kunjungan wisata nasional.
Kementerian Pariwisata Kementerian Pariwisata terus menguatkan kampanye nasional #DiIndonesiAja sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan sektor pariwisata Indonesia melalui penyelenggaraan Bangga Berwisata di Indonesia (BBWI) yang fokus pada pengembangan kawasan strategis Buleleng–Jembrana–Banyuwangi (3B) atau Bali Utara, Bali Barat, dan Banyuwangi.
“Kami berharap forum ini menjadi wadah lahirnya transaksi bisnis dan kemitraan antara penjual dan penyusun paket wisata sehingga tercipta produk-produk wisata yang menarik dan siap menyambut momentum libur sekolah pada Juni–Juli,” kata Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu.
Made menjelaskan bahwa Forum Table Top BBWI 3B dirancang sebagai strategi untuk menjawab tantangan utama pariwisata Bali, yakni tingginya konsentrasi wisatawan di kawasan Bali Selatan yang selama ini menjadi pusat kunjungan utama.
Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap arus wisata dapat terdistribusi lebih merata sehingga dampak ekonomi sektor pariwisata juga dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di Buleleng, Jembrana, hingga Banyuwangi.
Program ini sekaligus menjadi langkah konkret dalam memperkuat konektivitas antarwilayah serta membangun ekosistem pariwisata yang lebih inklusif, berkualitas, dan berkelanjutan di kawasan Indonesia timur dan barat Bali.
Bali hingga saat ini masih menjadi destinasi utama atau top of mind wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia. Data Kementerian Pariwisata mencatat, periode Januari–April 2026 terdapat 4,68 juta kunjungan wisatawan mancanegara, naik 8,24 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025, dengan Bali sebagai pintu masuk utama.
Di sisi lain, pergerakan wisatawan nusantara juga menunjukkan tren positif. Pada kuartal I–II 2026 tercatat 417,06 juta perjalanan wisatawan nusantara atau meningkat 1,48 persen dibandingkan periode tahun sebelumnya.
Pertumbuhan ini menjadi modal penting untuk memperluas distribusi manfaat ekonomi pariwisata ke berbagai daerah potensial yang belum berkembang optimal, termasuk kawasan Bali Utara, Bali Barat, dan Banyuwangi sebagai fokus pengembangan 3B.
Forum Table Top BBWI 3B yang digelar pada Rabu, 10 Juni 2026, di Denpasar, Bali, mempertemukan pelaku usaha pariwisata dari kawasan 3B dengan agen perjalanan serta penyelenggara wisata untuk memperkuat kerja sama bisnis secara langsung.
Melalui format table top, kegiatan ini dirancang untuk memperkenalkan potensi destinasi, memperluas jejaring industri, serta membuka peluang kerja sama yang lebih konkret dan berkelanjutan antar pelaku pariwisata.
Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar, Erwita Dianti, menyampaikan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 30 pelaku usaha pariwisata terkurasi yang mewakili sektor akomodasi, jasa pariwisata, hingga desa wisata unggulan.
“Kami secara khusus mengundang para buyers yang memiliki reputasi tinggi, baik dari sisi kualitas layanan maupun tingkat kepercayaan masyarakat, untuk berkolaborasi dengan pelaku usaha pariwisata kawasan 3B. Sinergi ini diharapkan melahirkan produk dan paket wisata yang berkualitas, kompetitif, serta mampu menjawab kebutuhan wisatawan saat ini,” kata Erwita.
Forum Table Top Bangga Berwisata di Indonesia (BBWI) Buleleng–Jembrana–Banyuwangi juga menjadi bagian dari implementasi strategi nasional untuk meningkatkan perjalanan wisatawan nusantara sekaligus mendukung target 1,2 miliar perjalanan wisatawan pada 2026.
Fokus pengembangan ini juga diarahkan untuk mengoptimalkan periode libur sekolah melalui promosi paket wisata alternatif yang lebih beragam, sehingga tidak hanya terpusat di kawasan Bali Selatan, tetapi menyebar ke wilayah lain yang memiliki potensi besar.
Dari kegiatan tersebut, potensi transaksi yang diproyeksikan mencapai Rp3,67 miliar dengan estimasi pemesanan produk, paket wisata, serta akomodasi sebanyak 6.830 orang yang terlibat dalam jaringan kerja sama pariwisata kawasan 3B.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Program beasiswa Jepang dinilai memperkuat hubungan Indonesia. Alumni berperan besar dalam pembangunan dan kerja sama bilateral.
Harganas 2026 akan digelar di Yogyakarta dengan tema “Ayah Wajib Hadir”, menyoroti pentingnya peran ayah dalam keluarga.
Kebakaran Habit Pool and Lounge di Sleman diduga akibat korsleting listrik dengan kerugian ditaksir hingga Rp15 miliar.
Pemkot Surabaya mengoptimalkan Gerakan ABSO dengan 87 titik drop box limbah medis untuk pengelolaan sampah obat dan B3 rumah tangga.
Perumda Sendang Kamulyan Batang menyiapkan proyek air bersih untuk mendukung KITB yang masuk Perpres 106 dengan target operasional 2028.
Ubur-ubur mulai muncul di pantai Gunungkidul. Wisatawan diminta waspada karena lima orang sudah tersengat saat libur sekolah.