Pendakian Bukit Mongkrang Lawu Masih Ditutup
Jalur pendakian Bukit Mongkrang Lawu di Tawangmangu masih ditutup usai pendaki ditemukan meninggal, BPBD evaluasi SOP.
Jembatan Kaca Kemuning Sky Hills di Karanganyar di bawah bendera The Lawu Group meraih penghargaan dalam ajang Wonderful Theme Park Impact Award 2025. Foto diambil baru-baru ini. /Solopos-Indah Septiyaning Wardani.
Harianjogja.com, KARANGANYAR—Momentum libur sekolah 2026 diproyeksikan menjadi pendorong utama meningkatnya kunjungan wisata di Kabupaten Karanganyar. Pelaku industri pariwisata pun bersiap menyambut lonjakan wisatawan dengan memperkuat aspek keselamatan, menambah layanan ramah keluarga, serta menghadirkan berbagai promo menarik.
Salah satu pengelola destinasi wisata di Karanganyar, The Lawu Group, mencatat tren kenaikan jumlah pengunjung telah terlihat sejak Mei 2026 yang diwarnai tiga kali libur panjang. Memasuki Juni hingga Juli, peningkatan tersebut diperkirakan berlanjut seiring dimulainya masa libur sekolah yang identik dengan perjalanan wisata keluarga.
Humas The Lawu Group, Dhani Wulandari, mengatakan periode Juni hingga Juli merupakan musim dengan tingkat kunjungan tertinggi atau high season bagi sektor pariwisata. Ramainya wisatawan pada tiga momentum long weekend selama Mei menjadi indikator positif menjelang puncak libur sekolah.
"Kalau di bidang pariwisata, khususnya tourism management seperti kami, bulan Juni-Juli ini bisa dibilang musim panen atau high season. Apalagi Mei kemarin ada tiga kali long weekend, jadi awal, pertengahan, sampai akhir bulan semuanya ramai. Trafik pengunjung ke destinasi wisata memang membeludak," ujar Dhani kepada Espos, Sabtu (27/6/2026).
Menurut Dhani, peningkatan jumlah wisatawan terjadi hampir di seluruh destinasi yang dikelola The Lawu Group, terutama kawasan wisata di Karanganyar dan sekitarnya. Sebagian besar pengunjung datang bersama keluarga sehingga libur sekolah menjadi salah satu periode paling penting bagi pelaku usaha wisata.
Ia memperkirakan tren positif tersebut akan terus berlanjut sepanjang musim liburan. Salah satu indikatornya terlihat dari tingginya jumlah pengunjung di Jembatan Kaca Kemuning Sky Hills yang pada hari biasa mampu menarik sekitar 2.000 wisatawan.
"Kalau untuk data target pastinya harus kami cek lagi, tetapi sebagai gambaran, salah satu unit kami di Jembatan Kaca Kemuning Sky Hills pada hari biasa saja bisa mencapai sekitar 2.000 pengunjung," katanya.
Keselamatan Wahana Jadi Prioritas
Menghadapi potensi lonjakan wisatawan selama libur sekolah, The Lawu Group memperketat standar operasional, khususnya pada aspek keselamatan dan keamanan wahana. Setiap destinasi menugaskan person in charge (PIC) untuk melakukan pemeriksaan rutin terhadap seluruh fasilitas sebelum digunakan pengunjung.
"Untuk libur sekolah tentunya ada pengecekan berkala dari sisi destinasi maupun wahana. Kami memiliki beberapa wahana yang memang perlu perhatian khusus terkait keselamatan dan keamanan. Karena itu ada PIC di masing-masing bidang yang melakukan pengecekan secara rutin," ujarnya.
Pemeriksaan tersebut mencakup wahana permainan, fasilitas pendukung, restoran, hingga resort yang menjadi bagian dari layanan wisata terpadu. Langkah ini dilakukan agar seluruh fasilitas tetap memenuhi standar keamanan selama tingginya aktivitas wisatawan.
Promo Keluarga dan Kolaborasi Antar-Destinasi
Selain meningkatkan aspek keselamatan, The Lawu Group juga menghadirkan berbagai layanan yang menyasar wisata keluarga. Salah satunya dengan menyediakan paket makanan khusus anak berupa bento di sejumlah restoran yang berada di kawasan wisata.
"Kami juga menyiapkan beberapa paket makanan untuk anak-anak, seperti paket bento. Karena saat libur sekolah, pengunjung yang datang mayoritas memang keluarga," kata Dhani.
Perusahaan juga menawarkan paket bundling wisata, termasuk kolaborasi dengan layanan jeep wisata di kawasan Ngargoyoso yang dipadukan dengan tiket masuk ke destinasi tertentu.
Pada periode libur sekolah kali ini, The Lawu Group memastikan harga tiket masuk seluruh destinasi tetap normal tanpa kenaikan tarif. Sebagai gantinya, perusahaan memperbanyak program promosi serta memperluas kerja sama dengan berbagai mitra wisata untuk meningkatkan daya tarik kunjungan.
Kolaborasi dengan Solo Safari juga masih berlangsung hingga akhir 2026 sebagai bagian dari strategi memperkuat promosi bersama antardestinasi wisata di Jawa Tengah.
"Kerja sama dengan Solo Safari masih berjalan sampai akhir tahun. Responsnya juga cukup baik. Intinya sekarang pariwisata itu harus kolaborasi, tidak bisa jalan sendiri-sendiri," katanya.
Dhani menambahkan, Jembatan Kaca Kemuning Sky Hills dan Lawu Park masih menjadi dua destinasi favorit wisatawan, terutama saat akhir pekan maupun selama libur sekolah. Menurutnya, fokus utama pengelola saat ini adalah menjaga kualitas layanan dan standar keselamatan agar pengalaman berwisata tetap nyaman bagi seluruh pengunjung.
"Kami optimistis libur sekolah tahun ini akan tetap menjadi periode dengan kunjungan tinggi. Yang kami jaga sekarang adalah kualitas layanan dan keamanan agar wisatawan merasa nyaman," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jalur pendakian Bukit Mongkrang Lawu di Tawangmangu masih ditutup usai pendaki ditemukan meninggal, BPBD evaluasi SOP.
Aldila Sutjiadi juara Bad Homburg Open 2026 bersama Vera Zvonareva usai menang di final, menjadi modal menuju Wimbledon.
Hadeging Pakualaman ke-214 menghadirkan kethoprak sejarah Pakualaman, Pasar Sewandanan, Festival Jathilan, dan puluhan UMKM.
Gus Miftah dan Gus Yusuf Macul Langit mengisi pengajian di Bantul untuk mengedukasi masyarakat tentang bahaya pinjol, judol, dan investasi ilegal.
Kekeringan Jawa Tengah melanda Klaten, Pemalang, dan Boyolali. Ribuan warga terdampak, BNPB salurkan bantuan air bersih.
Menkop Ferry Juliantono mematangkan model bisnis Koperasi Merah Putih. Ribuan gerai telah rampung dan disiapkan menyalurkan barang subsidi.