WhatsApp Tak Bisa Dipakai di HP Lama, Cek Daftarnya
WhatsApp memperbarui syarat minimum OS. Cek daftar HP Android dan iPhone yang tak lagi didukung serta cara mengecek versi sistem.
Paspor Indonesia - ist/Dirjen Imigrasi
Harianjogja.com, JOGJA— Swedia dinobatkan sebagai negara dengan paspor terkuat di dunia dalam pemeringkatan Global Passport Index 2026. Hasil ini menarik perhatian karena berbeda dengan sejumlah indeks paspor global lainnya yang selama beberapa tahun terakhir banyak menempatkan negara-negara Asia di posisi puncak.
Dalam laporan yang diterbitkan oleh Global Citizen Solutions, paspor Swedia meraih nilai tertinggi setelah dinilai melalui berbagai indikator yang tidak hanya mengukur akses bebas visa, tetapi juga mempertimbangkan peluang investasi dan kualitas hidup di negara penerbit paspor.
Pendekatan tersebut membuat hasil pemeringkatan terlihat berbeda dibanding indeks paspor yang selama ini lebih dikenal publik. Swedia berhasil unggul berkat kombinasi skor yang kuat pada berbagai kategori, terutama kualitas hidup yang menjadi salah satu faktor penentu utama.
Global Passport Index 2026 mengevaluasi 197 negara dan wilayah berdasarkan 14 indikator yang terbagi dalam tiga pilar utama. Mobilitas internasional memiliki bobot 50%, sedangkan investasi dan kualitas hidup masing-masing menyumbang 25% dari total penilaian.
Meski hanya berada di posisi ke-11 dalam kategori mobilitas dan peringkat ke-9 untuk investasi, Swedia mampu menempati posisi pertama secara keseluruhan karena memperoleh skor sangat tinggi pada aspek kualitas hidup.
Dominasi negara-negara Eropa juga terlihat jelas dalam daftar tahun ini. Dari 10 besar paspor terkuat dunia, sembilan posisi ditempati negara Eropa. Hanya Singapura yang berhasil menjadi wakil Asia dalam kelompok elite tersebut.
Berikut daftar 10 paspor terkuat dunia versi Global Passport Index 2026:
Swedia
Swiss
Finlandia
Jerman
Belanda
Denmark
Irlandia
Inggris
Norwegia
Singapura
Singapura sebenarnya mencatat prestasi tinggi dalam aspek mobilitas dan investasi. Negara kota tersebut bahkan berada di posisi teratas untuk dua kategori tersebut. Namun, skor kualitas hidup yang relatif rendah dibanding negara-negara Eropa membuat peringkat keseluruhannya berada di urutan ke-10.
Perbedaan hasil ini menunjukkan bahwa kekuatan paspor tidak selalu identik dengan jumlah negara yang dapat dikunjungi tanpa visa. Dalam metodologi Global Passport Index, paspor juga dipandang sebagai representasi peluang ekonomi, keamanan, stabilitas, serta kualitas kehidupan yang dapat dinikmati pemegangnya.
Amerika Serikat menjadi salah satu negara yang mengalami penurunan signifikan. Setelah pernah menduduki posisi pertama pada 2021, negara tersebut kini berada di peringkat ke-12. Penurunan terutama dipicu melemahnya skor mobilitas internasional dibanding beberapa tahun sebelumnya.
Inggris juga masih bertahan di 10 besar, tetapi dinilai mengalami tantangan pada aspek mobilitas setelah perubahan kebijakan perjalanan dan hubungan internasional pasca-Brexit.
Bagi Indonesia, hasil pemeringkatan ini menunjukkan masih adanya pekerjaan rumah yang cukup besar. Dalam Global Passport Index 2026, Indonesia menempati peringkat ke-119 dari total 197 negara yang dinilai.
Indonesia memperoleh skor mobilitas di posisi ke-117, sedangkan kategori investasi dan kualitas hidup sama-sama berada di peringkat ke-104. Posisi tersebut jauh di bawah sejumlah negara Asia Tenggara lainnya yang memiliki akses perjalanan internasional lebih luas.
Meski demikian, peringkat Indonesia dalam indeks lain dapat berbeda. Pada Henley Passport Index, misalnya, paspor Indonesia berada di posisi yang lebih tinggi karena penilaiannya berfokus pada jumlah negara tujuan yang dapat dikunjungi tanpa visa atau dengan fasilitas visa saat kedatangan.
Perbedaan metodologi tersebut menunjukkan bahwa kekuatan paspor dapat diukur dari berbagai perspektif. Tidak hanya soal kemudahan bepergian ke luar negeri, tetapi juga berkaitan dengan peluang investasi, daya saing ekonomi, hingga kualitas hidup yang tersedia bagi pemegang paspor suatu negara.
Bagi masyarakat yang memiliki rencana studi, bekerja, atau berinvestasi di luar negeri, hasil pemeringkatan ini menjadi gambaran mengenai bagaimana sebuah paspor dapat memengaruhi akses terhadap berbagai peluang global.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WhatsApp memperbarui syarat minimum OS. Cek daftar HP Android dan iPhone yang tak lagi didukung serta cara mengecek versi sistem.
Jalan Gose-Palbapang Bantul akan dilebarkan menjadi empat jalur sepanjang 1,7 km. Jalan dilengkapi median, trotoar, dan PJU untuk mendukung akses Pansela.
Alex Rins memuji keunikan Sirkuit Mandalika jelang MotoGP Indonesia 2026. Pembalap Yamaha itu juga mewaspadai cuaca panas dan ingin bangkit dari hasil buruk di
Gerindra meminta polemik ijazah Gibran dihentikan setelah putusan MK dan mengingatkan dampaknya terhadap kepastian hukum serta investasi.
Gunungkidul menjadi satu-satunya daerah di DIY dalam program pengembangan energi terbarukan. Disiapkan bibit jagung untuk 1.000 hektare dan empat pabrik.
JPU mengungkap temuan 74 kg emas dan 2,67 juta dolar AS dalam dakwaan TPPU Febrie Adriansyah di Pengadilan Tipikor Jakarta.