Syarat Penerima BSU 2026: Cek Kriteria dan Besaran Bantuan
Simak kriteria penerima BSU berdasarkan aturan 2025, besaran bantuan, kelompok yang dikecualikan, dan cara memantau informasi BSU 2026.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Indonesia menempati peringkat kedua destinasi wisata paling ramah Muslim di dunia pada 2026. Berdasarkan Global Muslim Travel Index (GMTI) 2026, Indonesia meraih skor 79, sejajar dengan Türkiye dan Arab Saudi.
Pencapaian ini menjadi posisi tertinggi Indonesia sepanjang sejarah keikutsertaannya dalam GMTI. Pada 2025, Indonesia masih berada di peringkat kelima dunia.
Sementara itu, Malaysia mempertahankan posisinya sebagai destinasi wisata ramah Muslim terbaik dunia dengan skor 83 dari 100. Negara tersebut konsisten menempati peringkat pertama sejak GMTI pertama kali dirilis pada 2015.
GMTI 2026 mengevaluasi 150 destinasi yang mencakup lebih dari 98% kedatangan wisatawan Muslim global. Hasil pemeringkatan ini menunjukkan posisi sejumlah negara dalam menyediakan pengalaman perjalanan yang ramah bagi wisatawan Muslim.
Potensi pasar wisata Muslim juga terlihat dari jumlah perjalanan internasional. Menurut data GMTI, kedatangan wisatawan Muslim internasional mencapai 196 juta pada 2025, meningkat 11,3% dibandingkan tahun sebelumnya.
Jumlah tersebut diproyeksikan bertambah hingga 262 juta pada 2030. Pertumbuhan ini menjadi peluang bagi berbagai negara untuk memperkuat layanan dan fasilitas yang mendukung kebutuhan wisatawan Muslim.
Malaysia dan Indonesia menempati dua posisi teratas dalam daftar destinasi wisata ramah Muslim di Asia Tenggara versi GMTI 2026. Singapura berada di urutan berikutnya sekaligus menjadi negara nonanggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dengan peringkat tertinggi dalam pemeringkatan global tahun ini.
Berikut daftar negara Asia Tenggara beserta peringkat globalnya dalam GMTI 2026:
Malaysia — peringkat global 1
Indonesia — peringkat global 2
Singapura — peringkat global 10
Brunei Darussalam — peringkat global 16
Filipina — peringkat global 27
Thailand — peringkat global 27
Vietnam — peringkat global 60
Kamboja — peringkat global 88
Laos — peringkat global 133
Angka tersebut menunjukkan posisi setiap negara dalam pemeringkatan global, bukan urutan peringkat di kawasan Asia Tenggara saja.
Kenaikan Indonesia dari peringkat kelima pada 2025 ke posisi kedua pada 2026 menjadi salah satu capaian penting dalam pemeringkatan tahun ini. Indonesia juga tercatat masuk enam besar GMTI selama 11 edisi berturut-turut.
Di sisi lain, Malaysia masih mempertahankan dominasi di posisi teratas. Sejak GMTI pertama kali hadir pada 2015, belum ada negara lain yang menggeser Malaysia dari peringkat pertama sebagai destinasi paling ramah Muslim dunia.
Dengan proyeksi pertumbuhan perjalanan wisatawan Muslim hingga 2030, persaingan antarnegara dalam mengembangkan pariwisata ramah Muslim berpotensi semakin ketat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Simak kriteria penerima BSU berdasarkan aturan 2025, besaran bantuan, kelompok yang dikecualikan, dan cara memantau informasi BSU 2026.
Satlantas Polres Gunungkidul memeriksa tutup tangki BBM truk untuk mencegah tumpahan solar dan risiko kecelakaan di jalur Jogja-Wonosari.
Delhi membatasi kendaraan di bawah standar emisi BS6 hingga Januari 2027. Kebijakan India bisa menjadi pelajaran bagi Indonesia untuk menekan polusi.
iPhone 18e dirumorkan membawa chip A20 2nm dan kamera depan 24MP, tetapi tetap memakai layar OLED 60Hz. Peluncurannya diprediksi pada 2027.
Laga Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia ditunda akibat cuaca buruk. Pertandingan dijadwalkan ulang pada 28 dan 31 Oktober 2026.
Karyawan menolak PHK? Simak batas waktu mengajukan keberatan, proses bipartit, penyelesaian perselisihan, dan aturan pesangon.