Jorge Martin Dapat Lampu Hijau untuk FP1 MotoGP Malaysia 2026
Jorge Martin mendapat izin medis untuk mengikuti FP1 MotoGP Malaysia 2026 di Sepang setelah mengalami patah tulang pergelangan tangan kanan.
Artificial Intelligence alias kecerdasan buatan - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Kendala bahasa menjadi tantangan bagi hotel di Jepang yang melayani banyak wisatawan asing. Untuk membantu mengatasi masalah tersebut, perusahaan teknologi Konica Minolta mengembangkan KOTOBAL, layanan penerjemah berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dapat digunakan melalui telepon rumah hotel.
Teknologi ini memungkinkan staf berkomunikasi dengan tamu asing tanpa harus selalu meminta bantuan rekan kerja yang menguasai bahasa tertentu. Sistem tersebut mendukung 33 bahasa, termasuk Inggris, Mandarin, dan Korea, serta bahasa lain dari Asia dan Eropa.
Dikutip dari Travel Voice, Rabu (28/10/2026), KOTOBAL menggunakan adaptor yang terhubung ke telepon rumah dan terintegrasi dengan peramban komputer. Dengan pendekatan ini, hotel dapat memanfaatkan perangkat komunikasi yang sudah tersedia tanpa harus selalu mengandalkan ponsel pintar, tablet, atau perangkat penerjemah khusus.
KOTOBAL dirancang untuk menerjemahkan percakapan secara langsung ketika staf hotel menerima panggilan dari tamu yang menggunakan bahasa asing.
Saat penelepon berbicara, sistem menerjemahkan ucapannya ke bahasa Jepang dan menampilkan hasilnya dalam bentuk teks di layar komputer. Sebaliknya, ucapan staf dalam bahasa Jepang diterjemahkan ke bahasa penelepon dan disampaikan melalui audio.
Sistem ini juga dapat menyimpan riwayat percakapan. Catatan tersebut membantu staf memeriksa kembali informasi yang disampaikan, memastikan detail permintaan tamu, serta membagikan informasi kepada karyawan lain yang membutuhkan.
Penggunaannya tidak terbatas pada panggilan utama hotel. Layanan ini juga dapat dimanfaatkan untuk menangani reservasi dan panggilan internal dari kamar tamu.
Selain membantu komunikasi, penyimpanan percakapan dapat menjadi bahan evaluasi pelayanan. Staf bisa memeriksa kembali informasi yang mungkin terlewat selama percakapan berlangsung.
ANA Holiday Inn Tokyo Bay menjadi hotel pertama yang menguji layanan penerjemah AI tersebut. Hotel berkapasitas 132 kamar yang dibuka pada April 2025 itu memiliki lebih dari 80% tamu dari luar negeri, menurut informasi di situs resmi Konica Minolta.
Tingginya proporsi wisatawan asing membuat kemampuan berkomunikasi lintas bahasa menjadi kebutuhan penting bagi hotel tersebut. Namun, mencari karyawan dengan kemampuan bahasa asing yang sesuai bukan perkara mudah.
Manajer Akomodasi ANA Holiday Inn Tokyo Bay, Shigemitsu Imaki, mengatakan hotel menghadapi kesulitan menemukan staf yang memenuhi kebutuhan kemampuan bahasa asing.
“Bahkan ketika kami mengiklankan lowongan staf, kami tidak dapat menemukan orang yang dibutuhkan. Kami membutuhkan solusi agar staf yang kurang percaya diri dengan kemampuan bahasa Inggris mereka dapat bekerja dengan percaya diri tanpa ragu-ragu,” ujar Imaki.
Menurut dia, KOTOBAL membantu mengurangi waktu tunggu tamu karena staf tidak perlu meninggalkan tugas untuk membantu menerjemahkan percakapan bagi rekan kerja.
“Bagian resepsionis hotel kami pada dasarnya hanya diisi oleh dua orang. Ketika staf lain turun tangan untuk memberikan dukungan bahasa, hal itu meningkatkan waktu tunggu bagi tamu dan menghentikan sementara operasional resepsionis,” kata Imaki.
Ia menambahkan, penggunaan KOTOBAL membantu hotel menghindari situasi tersebut dan meningkatkan kesan tamu terhadap pelayanan yang diberikan.
Kepala Resepsionis ANA Holiday Inn Tokyo Bay, Takaya Takehara, menilai layanan ini membantu staf merespons permintaan tamu dengan lebih cepat dan bekerja secara mandiri.
Menurut Takehara, komunikasi melalui telepon memiliki tantangan tersendiri karena staf tidak dapat melihat bahasa tubuh penelepon. Aksen tertentu juga dapat menyulitkan pemahaman, termasuk bagi karyawan yang memiliki kemampuan bahasa Inggris cukup baik.
Kehadiran teks hasil terjemahan di layar komputer membantu staf memahami maksud penelepon dengan lebih lancar.
Hotel tersebut menjalani uji coba KOTOBAL selama dua bulan. Selama periode itu, riwayat percakapan yang tersimpan juga dipertimbangkan sebagai bahan pelatihan karyawan baru.
Melalui catatan tersebut, staf baru dapat mempelajari pertanyaan yang sering diajukan wisatawan serta cara memberikan respons yang sesuai.
Imaki berharap teknologi penerjemah AI ini dapat membantu meningkatkan kemampuan bahasa dan kualitas pelayanan staf seiring bertambahnya jumlah wisatawan asing.
Penggunaan KOTOBAL menunjukkan bagaimana teknologi AI dapat dimanfaatkan untuk mendukung pekerjaan sehari-hari di sektor perhotelan. Dengan komunikasi yang lebih mudah, hotel diharapkan dapat melayani tamu dari berbagai negara sekaligus mengurangi tekanan yang dirasakan karyawan ketika harus berkomunikasi dalam bahasa asing.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jorge Martin mendapat izin medis untuk mengikuti FP1 MotoGP Malaysia 2026 di Sepang setelah mengalami patah tulang pergelangan tangan kanan.
Mabes TNI memantau TMMD ke-130 di Bantul. Progres pembangunan talut mencapai 55%, cor beton 65%, serta jalan dan gorong-gorong 85%.
Pemkot Jogja menyiapkan bantuan biaya pengobatan bagi korban kericuhan Malioboro ber-KTP Jogja yang belum tercover pembiayaan kesehatan.
Lima tokoh dan kelompok seni budaya Kulon Progo menerima penghargaan 2026 atas kiprah mereka melestarikan tradisi dan kesenian lokal.
LBH Jogja mengungkap dugaan awal kericuhan Malioboro pada 28 Oktober 2026, termasuk serangan terhadap demonstran dan pengerahan polisi.
DPMPTSP Sleman mencatat 733 usaha vila dan homestay hingga 26 Oktober 2026, terdiri atas 323 vila dan 410 homestay.