NASA Soroti Karhutla Papua, Emisi Karbon Tembus 35 Megaton
NASA menyoroti karhutla Papua yang meningkatkan polusi dan emisi karbon. BNPB mencatat 2.393 hektare lahan terbakar hingga 28 Oktober 2026.
Sejumlah wisatawan mancanegara menikmati suasana Pantai Double Six, Seminyak, Badung, Bali. Antara/Fikri Yusuf
Harianjogja.com, JAKARTA—Jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) sepanjang Januari-September 2026 mencapai 938,84 juta perjalanan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat capaian tersebut menjadi yang tertinggi untuk periode yang sama sejak 2019.
Angka itu meningkat 4,10% dibandingkan periode Januari-September 2025. Kenaikan tersebut menunjukkan aktivitas perjalanan masyarakat di dalam negeri masih tumbuh sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan peningkatan perjalanan wisnus tersebut dalam keterangan tertulis, Senin (2/11/2026).
“Pergerakan wisatawan nusantara atau wisnus mengalami peningkatan. Sepanjang Januari hingga September 2026, perjalanan wisnus secara kumulatif menyentuh 938,84 juta perjalanan, naik sebesar 4,10% dibanding periode yang sama tahun lalu,” tutur Amalia.
Wisnus merupakan penduduk yang melakukan perjalanan di wilayah Indonesia dengan durasi kurang dari 12 bulan. Perjalanan tersebut bukan bertujuan memperoleh penghasilan di tempat yang dikunjungi dan bukan merupakan aktivitas rutin untuk bekerja atau bersekolah.
Perjalanan Wisnus September 2026 Naik 2,47%
Secara bulanan, perjalanan wisnus pada September 2026 tercatat sebanyak 96,69 juta perjalanan. Jumlah tersebut meningkat 2,47% secara tahunan atau year-on-year (yoy) dibandingkan September 2025.
Peningkatan juga terlihat pada perbandingan triwulanan. Sepanjang triwulan III 2026, jumlah perjalanan wisnus mencapai 308,43 juta perjalanan atau tumbuh 7,05% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan perjalanan tersebut sejalan dengan kenaikan jumlah penumpang pada sejumlah moda transportasi, baik kereta api, penyeberangan, maupun angkutan laut domestik.
Penumpang Kereta Api Capai 48,55 Juta
BPS mencatat jumlah keberangkatan penumpang kereta api pada September 2026 mencapai 48,55 juta penumpang. Angka itu meningkat 7,83% dibandingkan September tahun lalu.
Kenaikan juga terjadi pada angkutan penyeberangan atau ASDP sebesar 7,54%. Sementara itu, jumlah penumpang angkutan laut domestik bertambah 2,61%.
Tren serupa terlihat selama triwulan III 2026. BPS mencatat jumlah penumpang kereta api mencapai 148,99 juta orang, meningkat 5,88% dibandingkan triwulan III 2025.
Untuk angkutan penyeberangan, jumlah penumpang mencapai 13,52 juta orang atau naik 10,36%. Adapun angkutan laut domestik memberangkatkan 8,35 juta penumpang, meningkat 6,67%.
Amalia menjelaskan kenaikan perjalanan wisnus pada triwulan III 2026 turut diikuti peningkatan keberangkatan penumpang pada beberapa moda transportasi.
“Peningkatan pergerakan wisatawan nusantara pada triwulan III 2026 diiringi peningkatan keberangkatan penumpang pada beberapa moda transportasi, seperti pada angkutan kereta, angkutan penyeberangan, dan angkutan laut domestik,” jelas Amalia.
Dari ketiga moda tersebut, angkutan penyeberangan mencatat pertumbuhan penumpang paling tinggi, yakni 10,36%. Posisi berikutnya ditempati angkutan laut domestik dengan kenaikan 6,67% dan kereta api sebesar 5,88%.
Data tersebut memperlihatkan peningkatan perjalanan masyarakat di dalam negeri berlangsung bersamaan dengan bertambahnya penggunaan sejumlah moda transportasi selama triwulan III 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
NASA menyoroti karhutla Papua yang meningkatkan polusi dan emisi karbon. BNPB mencatat 2.393 hektare lahan terbakar hingga 28 Oktober 2026.
Satlantas Polresta Jogja menyediakan layanan perpanjangan SIM November 2026 melalui Satpas, SIM Keliling, SIM Mami, Drive Thru, dan MPP.
FHI DIY menargetkan atlet lolos ke PON 2028 melalui pembinaan sejak dini, latihan rutin mandiri, dan peningkatan fasilitas latihan.
BPS mencatat 938,84 juta perjalanan wisatawan nusantara sepanjang Januari-September 2026, naik 4,10% dan tertinggi sejak 2019.
Bareskrim mengungkap korban TPPO bermodus rekrutmen tentara bayaran Rusia berasal dari kalangan sipil hingga mantan anggota TNI dan Polri.
Irjen Pol Roy Hardi Siahaan menjabat Kapolda Jateng sejak Oktober 2026. Rekam jejaknya di BNN kini disorot setelah polemik penggeledahan ponpes.