Indonesia Bidik Wisatawan Eropa Lewat 5 Produk Wisata Unggulan

Newswire
Newswire Rabu, 04 November 2026 19:47 WIB
Indonesia Bidik Wisatawan Eropa Lewat 5 Produk Wisata Unggulan

Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana. /[email protected].

Harianjogja.com, JAKARTA— Indonesia memperkuat strategi menarik wisatawan Eropa dengan menawarkan lima produk wisata unggulan dalam ajang World Travel Market (WTM) London 2026. Langkah ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pariwisata nasional sekaligus membidik pelancong yang berpotensi tinggal lebih lama dan memiliki pengeluaran lebih tinggi.

Kementerian Pariwisata membawa beragam potensi destinasi Indonesia dalam pameran pariwisata internasional yang berlangsung di ExCeL London, Inggris, pada 3-5 November 2026. Produk yang diperkenalkan meliputi wisata bahari, gastronomi, kebugaran, wastra Nusantara, dan pariwisata ramah muslim.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan pendekatan tersebut sejalan dengan upaya memperkenalkan Indonesia sebagai destinasi yang menawarkan lebih dari sekadar keindahan alam.

Dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu, dia menyampaikan Indonesia ingin menghadirkan pengalaman wisata yang autentik, berkualitas, dan berkelanjutan bagi wisatawan mancanegara.

Lima Produk Wisata Jadi Andalan Indonesia

Pengembangan lima produk unggulan tersebut merupakan bagian dari strategi pariwisata naik kelas. Pemerintah ingin menarik wisatawan yang tidak hanya berkunjung, tetapi juga menghabiskan waktu lebih lama dan memiliki tingkat pengeluaran lebih tinggi selama berada di Indonesia.

Pasar Eropa menjadi salah satu sasaran penting dalam strategi tersebut. Wisatawan dari kawasan ini dinilai memiliki potensi melakukan perjalanan berdurasi lebih panjang serta menikmati pengalaman wisata lintas destinasi.

Untuk memperkenalkan kekayaan pariwisata Indonesia, Kementerian Pariwisata menghadirkan Paviliun Wonderful Indonesia dengan luas 352,75 meter persegi. Paviliun ini mengangkat potensi bahari, budaya, gastronomi, seni kontemporer, hingga kreativitas Indonesia melalui konsep pengalaman imersif.

Mengusung kampanye "Go Beyond Ordinary", paviliun tersebut mengambil kehidupan bawah laut sebagai inspirasi desain. Pengalaman yang ditawarkan memadukan unsur visual, aroma, cita rasa, dan suara Nusantara.

Salah satu bagian yang menjadi daya tarik adalah instalasi seni karya Mulyana atau Mang Moel, seniman kontemporer Indonesia yang dikenal melalui karya rajutan berskala besar bertema kehidupan bawah laut.

Melalui teknik rajutan yang antara lain memanfaatkan benang sisa, Mang Moel menggambarkan keindahan sekaligus kerapuhan ekosistem laut. Karya tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan bahari Indonesia melalui pendekatan seni kontemporer.

Libatkan 65 Pelaku Industri dan Empat Desa Wisata

Partisipasi Indonesia dalam WTM London 2026 juga melibatkan 65 pelaku industri pariwisata nasional. Di antara peserta tersebut terdapat empat desa wisata, yakni Desa Wisata Teluk Harapan, Desa Wisata Candirejo, Desa Wisata Walian Satu, dan Desa Wisata Hijau Bilebante.

Selain memperkenalkan produk wisata, rangkaian kegiatan pameran mencakup pertemuan bisnis antara pelaku industri Indonesia dengan calon pembeli dan mitra internasional.

Pertemuan tersebut dimanfaatkan untuk menjajaki peluang kerja sama, menyusun paket perjalanan, serta memperkuat jaringan distribusi pariwisata Indonesia di pasar global.

Kementerian Pariwisata juga memperluas promosi ke sepuluh Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP) dan tiga Destinasi Pariwisata Regeneratif. Upaya ini ditujukan agar manfaat ekonomi dari aktivitas pariwisata tidak hanya terkonsentrasi di destinasi yang selama ini sudah dikenal luas.

Langkah memperluas promosi tersebut menjadi bagian dari strategi menjaga daya saing Indonesia di tengah dinamika geopolitik, tantangan ekonomi, dan perubahan perilaku perjalanan internasional.

Jajaki Kerja Sama Pariwisata Mewah di Monaco

Tidak hanya membidik wisatawan Eropa melalui produk wisata unggulan, Indonesia juga menjajaki peluang memperkuat posisi di segmen pariwisata mewah atau luxury tourism.

Dalam rangkaian WTM London, Widiyanti menjajaki peluang kolaborasi dengan Forbes Travel Guide. Salah satu pembahasan yang mengemuka adalah kemungkinan Indonesia berpartisipasi sebagai mitra destinasi dalam Forbes Travel Guide Summit 2027 di Monaco.

Rencana kerja sama tersebut mencakup sejumlah aspek strategis, mulai dari peningkatan kualitas layanan perhotelan, promosi destinasi premium, pengembangan pengalaman wellness, hingga peningkatan kompetensi sumber daya manusia pariwisata.

Penjajakan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas layanan sekaligus memperluas pengenalan destinasi premium Indonesia di pasar internasional.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online