Influencer India Diajak Jelajahi 8 Destinasi Wisata Jogja-Jateng

Sunartono
Sunartono Jum'at, 06 November 2026 22:52 WIB
Influencer India Diajak Jelajahi 8 Destinasi Wisata Jogja-Jateng

BPOB menggandeng influencer India untuk mempromosikan destinasi wisata Jogja dan Jawa Tengah melalui kunjungan 2–6 November 2026. /Istimewa.

Harianjogja.com, JOGJA—Badan Pelaksana Otorita Borobudur (BPOB) menggandeng sejumlah influencer asal India untuk memperkenalkan destinasi wisata Jogja dan Jawa Tengah ke pasar internasional. Melalui program promosi yang berlangsung pada 2–6 November 2026, para influencer diajak menjelajahi berbagai destinasi unggulan sekaligus menghasilkan konten digital untuk menarik minat wisatawan dari negara tersebut.

Program ini melibatkan AirAsia, Pemerintah Daerah, Loman Park Hotel Yogyakarta, serta InJourney yang terdiri atas InJourney Airports dan InJourney Destination Management. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari strategi BPOB memperluas jangkauan pemasaran pariwisata Indonesia melalui pendekatan digital yang mengutamakan pengalaman langsung.

Direktur Destinasi Pariwisata BPOB, Neysa Amelia, mengatakan kerja sama dengan Key Opinion Leaders (KOLs) atau influencer mancanegara menjadi salah satu upaya memperkuat penetrasi pasar wisatawan asing. Strategi tersebut sekaligus dimanfaatkan untuk memperkenalkan potensi destinasi Indonesia melalui konten yang lebih kreatif.

India menjadi salah satu pasar yang dinilai potensial bagi pariwisata Indonesia. Karena itu, BPOB ingin memberikan pengalaman langsung kepada para influencer mengenai kekayaan destinasi wisata di Jogja dan Jawa Tengah agar dapat disebarluaskan kepada audiens di negara asal mereka.

"Pendekatan ini diharapkan mampu membangun ketertarikan wisatawan sejak mereka mengenal destinasi melalui platform digital,” ujar Neysa.

Influencer India Jelajahi Destinasi Unggulan Jogja dan Jateng

Selama mengikuti program pengenalan destinasi, para influencer India mengunjungi sejumlah objek wisata yang merepresentasikan kekayaan budaya, sejarah, alam, dan atraksi pariwisata di DIY serta Jawa Tengah.

Destinasi yang masuk dalam rangkaian perjalanan tersebut meliputi Candi Prambanan, Keraton Ratu Boko, pertunjukan Sendratari Ramayana, Borobudur Highland, dan Candi Borobudur.

Perjalanan dilanjutkan dengan mengunjungi Keraton Yogyakarta, Desa Wisata Nglanggeran, hingga Pantai Drini di Gunungkidul. Selain menikmati objek wisata, para peserta juga diajak mengenal kuliner khas daerah, seperti gudeg, bakmi Jawa, dan bakpia.

Melalui pengalaman tersebut, para influencer diharapkan dapat menghasilkan materi promosi berupa foto, video, maupun cerita perjalanan yang dibagikan melalui media sosial. Konten tersebut menjadi sarana untuk memperkenalkan destinasi Indonesia secara lebih dekat dan sesuai dengan karakteristik calon wisatawan India.

Neysa menilai pemanfaatan influencer memiliki peluang besar dalam membangun ketertarikan wisatawan mancanegara. Pengalaman yang disampaikan melalui platform digital dinilai dapat membantu calon wisatawan mengenal destinasi sebelum memutuskan melakukan perjalanan.

Kunjungan Wisatawan India ke Indonesia Terus Meningkat

Pengembangan pasar India juga didukung oleh tren peningkatan jumlah kunjungan wisatawan dari negara tersebut ke Indonesia.

Berdasarkan data kunjungan wisatawan mancanegara, jumlah wisatawan India tercatat sebanyak 606.439 kunjungan pada 2023. Angka tersebut meningkat menjadi 734.490 kunjungan pada 2025.

Sementara itu, selama periode Januari hingga Agustus 2026, jumlah kunjungan wisatawan India ke Indonesia telah mencapai 477.516.

"Potensi pasar India semakin relevan untuk dikembangkan seiring pertumbuhan kunjungan wisatawan negara tersebut ke Indonesia," ucapnya.

Penguatan promosi wisata India juga merupakan tindak lanjut momentum diplomasi antara Indonesia dan India. Sebelumnya, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bersama Perdana Menteri India Narendra Modi mengunjungi Candi Prambanan pada 8 Juli 2026.

Setelah momentum tersebut, Kementerian Pariwisata menyelenggarakan Familiarization Trip (Fam Trip) bagi pelaku industri perjalanan wisata India pada Agustus 2026. Dalam kegiatan itu, mereka diperkenalkan dengan Candi Borobudur dan Candi Prambanan.

AirAsia Buka 10 Rute Penerbangan dari India

Selain promosi melalui media digital, kemudahan akses transportasi udara menjadi bagian penting dalam pengembangan pasar wisatawan India.

AirAsia memfasilitasi 10 rute penerbangan dari berbagai kota di India menuju Yogyakarta International Airport (YIA) dan Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang melalui Kuala Lumpur.

Ketersediaan konektivitas tersebut membuka peluang perjalanan yang lebih mudah bagi wisatawan India untuk menjangkau berbagai destinasi di DIY dan Jawa Tengah.

BPOB berharap kombinasi promosi digital, akses penerbangan, dan kesiapan ekosistem destinasi dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara.

“Promosi pariwisata perlu dilakukan secara kolaboratif dan berkelanjutan. Kami berharap keterlibatan para influencer dapat memperluas eksposur destinasi sekaligus mendorong minat kunjungan wisatawan India," ujarnya.

Melalui sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, BPOB berkomitmen mengembangkan strategi pemasaran yang inovatif dan memperluas jejaring pasar internasional. Upaya tersebut sekaligus diarahkan untuk memperkuat citra Jogja dan Jawa Tengah sebagai destinasi pariwisata unggulan Indonesia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online