Panas Bumi Ungaran Dikembangkan, PLN Siapkan PLTP 55 MW
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
Sejumlah wisatawan mengunjungi Air Terjun Kali Banteng di Desa Rahtawu, Kudus, Jawa Tengah, Minggu (15/4/2018)./Antara-Yusuf Nugroho
Harianjogja.com, BENGKULU SELATAN—Piknik ke desa wisata belakangan menjadi tren. Jika desa wisata marak di Bali dan DIY, kini Kabupaten Bengkulu Selatan mulai melirik potensi pengembangan desa wisata. Di beberapa desa wisata yang dikembangkan bahkan ada spot air terjun yang bisa dinikmati pengunjung.
"Ada dua desa yang akan kami kembangkan, yakni Desa Air Tenam di Ulu Manna dan Desa Lubuk Langkap di Seginim. Kedua desa ini memiliki potensi sumber daya alam dan budaya yang potensial sebagai destinasi wisata berkelanjutan," kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bengkulu Selatan Yulian Fauzi di Manna, Jumat (4/5/2018).
Menurutnya, potensi wisata pedesaan menyediakan beragam produk bernilai ekonomi tinggi yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Desa Air Tenam memiliki objek wisata berupa air terjun, arum jeram hingga situs bersejarah. Sementara Desa Lubuk Langkap memiliki destinasi wisata pemandian alam, air terjun dan situs religi. Pembenahan dan pengembangan kedua desa itu akan meningkatkan perekonomian masyarakat setempat," ujar Yulian Fauzi.
Kedua desa ini berada persis di dekat pegunungan Bukit Barisan. Waktu tempuhnya sekitar satu jam dari Manna, ibukota kabupaten Bengkulu Selatan. Topografi dataran tinggi dan hutan hujan tropis menyuguhkan lanskap wisata alam liar Sumatra.
Pemerintah menggulirkan dana stimulan untuk membangun sarana penunjang wisata agar masyarakat mendukung upaya pengembangan destinasi wisata di pedesaan terpilih.
"Kedua desa itu memiliki adat istiadat dan budaya yang masih tetap terjaga. Kami mengupayakan agar masyarakat menyediakan homestay, supaya wisatawan dapat menikmati alam dan berinteraksi sosial langsung dengan masyarakat," jelasnya.
Yulian mengungkapkan, pengembangan desa wisata bertujuan melibatkan masyarakat dalam pengembangan sektor kepariwisataan, sehingga taraf sosial dan ekonomi mereka turut meningkat.
Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bengkulu Selatan, mencatat ada 42 destinasi wisata alam dan sejarah yang tersebar di 142 desa dan 16 kelurahan di wilayah tersebut. Potensi wisata ini menjadi aset pemerintah dalam meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan dan iklim investasi di Bengkulu Selatan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
DPC Gerindra Gunungkidul mulai membangun kantor permanen di Baleharjo dengan anggaran sekitar Rp1 miliar dari iuran kader dan anggota.
Warga Padukuhan Karang menolak tambang pasir Sungai Progo. DPRD Kulonprogo mendesak Pemkab hadir, sementara Wabup mengaku sudah mediasi.
Wamenkes Dante Saksono menyebut layanan BPJS akan disetarakan dengan mempertimbangkan kemampuan fiskal dan prioritas penyakit katastropik.
KPK mengecek aset glamping 1,5 hektare di Ciater, Subang, yang diduga milik polisi Yayat Sudrajat dan terkait kasus suap Pemkab Bekasi.
Komisi C DPRD DIY mengecek talud bronjong 74 meter di Kali Kuning Sleman sebagai antisipasi erosi dan longsor saat musim hujan.