Ini Regulasi yang Hambat Investasi Energi Terbarukan
Permen ESDM No 50/2017 dan perubahannya masih tidak menarik bagi para investor.
Stari Most adalah sebuah jembatan Utsmaniyah abad ke-16 yang dibangun ulang di kota Mostar, Bosnia dan Herzegovina yang melintasi sungai Neretva dan menghubungkan dua bagian dari kota tersebut./wikipedia
Harianjogja.com, SARAJEVO - Olahraga ekstrem mungkin tampak seperti sebuah permainan modern bagi pecandu adrenalin seperti melompat dari jarak cukup tinggi.
Di kota kuno Bosnia Mostar, melompat atau menyelam dari jembatan setinggi 24 meter adalah ujian keberanian yang sudah ada sejak lebih dari 400 tahun.
Tahun ini, Emil Petrovic adalah peserta termuda dalam festival olahraga tahunan di Bosnia. Dia masih berusia 16 tahun. Kontes lompat tinggi ke-452 tahun ini, diadakan di jembatan putih dan menantang gravitasi yang melengkung di atas Sungai Neretva dari jarak 24 meter (79 kaki) di atas air.
"Di kota ini, ada kewajiban bagi setiap anak laki-laki seusia saya untuk menyelam dari Stari Most," katanya dilansir Reuters, Senin (30/7/2018).

Jembatan tua era Ottoman yang menjadi ikon kota tersebut selesai dibangun pada sekitar tahun 1566 atau tahun 1567. Jembatan itu berdiri hingga saat artileri Kroasia Bosnia menghancurkannya pada tahun 1993, saat Perang Bosnia. Situs Warisan Dunia UNESCO ini kemudian dibangun kembali pada tahun 2004.
Pemuda pertama yang melompat dari Stari Most ke perairan dari Neretva, yang merupakan penjelajah Ottoman abad ke-17 Mehmed Zilli, adalah Evliya Celebi. Dia melakukan perjalanan kekaisaran selama 40 tahun, merekam pengamatannya dalam Kitab Perjalanan.
Dalam bukunya, Celebi menulis jika dilihat dari kejauhan, jembatan itu terlihat seperti busur yang panahnya baru saja diterbangkan, dan kemudian membeku. Dia mengatakan bahwa penyelam berlari sebelum melompat dari jembatan, jatuh ke sungai dan terbang di udara seperti burung melakukan aksinya.

Sampai hari ini, kontes ‘layang menyelam’ yang dirayakan Celebi masih dilakukan oleh penyelam Mostar. Meski begitu bagi Emil Petrovic, dia lebih mengambil opsi yang aman, melompat dengan kaki terlebih dahulu. Kontes tersebut menarik 40 pesaing lokal dan internasional dan penonton beberapa ribu.
“Saya ingin melestarikan tradisi - tetapi juga untuk menunjukkan bahwa saya sudah dewasa dan berani,” kata Emil.
Sejak tahun lalu dia ingin ikut berkompetisi namun dicegah sang ibu. Tahun ini, dia baru menjalani debutnya untuk membanggakan orang tua.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia/Reuters
Permen ESDM No 50/2017 dan perubahannya masih tidak menarik bagi para investor.
Renovasi Mandala Krida dikaji UGM selama 5 bulan. Tribun timur yang bergoyang jadi sorotan, Pemda DIY diminta hati-hati.
Sapi jumbo 977 kg asal Klaten terpilih jadi kurban Presiden 2026. Dipelihara peternak muda, lolos uji kesehatan dan siap disembelih.
Jelang peringatan Hari Jadi Ke-110, Kabupaten Sleman dinobatkan sebagai peringkat kedua Kabupaten Paling Maju di Indonesia
Persebaya pesta gol 7-0 atas Semen Padang. Simak jalannya pertandingan, daftar pencetak gol, dan susunan pemain lengkap.
Jelang Iduladha, jasa salon sapi di Boyolali jadi strategi pedagang tingkatkan harga jual. Kisah Darmo bertahan sejak 1980-an.