Profil Gus Rozin Bangun BPRS untuk UMKM di Sekitar Pesantren
Gus Rozin merintis BPRS di Pati sejak 2005 untuk memperluas akses modal UMKM dan memperkuat ekosistem ekonomi syariah pesantren.
Ilustrasi salad/Reuters
Harianjogja.com, JAKARTA—Berlibur jangan asal makan. Penting lebih selektif memilih menu, sebab Anda sedang dalam perjalanan dan butuh menjaga kesehatan lebih baik.
Makanan apa saja yang sebaiknya Anda hindari? Berikut lima diantaranya, seperti dilansir Medical Daily:
Salad
Makanan mentah yang salah satunya ditemukan dalam salad bisa mengandung kontaminan dan mikroorganisme. Buah-buahan dan sayuran yang harus dikupas dulu seperti pisang, mangga dan lainnya lebih aman untuk Anda.
Sayuran berdaun hijau, berpotensi terkontaminasi bakteri jika tak dicuci bersih, belum lagi risiko kandungan pestisida, paparan tak higienis saat masih di kebun dan air yang sudah terkontaminasi zat berbahaya, bisa memperburuk masalah.
Kerang mentah
Cara paling aman memang memasak sendiri kerang yang Anda beli, bisa dengan mengukusnya selama empat hingga sembilan menit atau merebusnya tiga hingga lima menit setelah kerang dibuka. Pastikan Anda membelinya di penjual yang terpercaya.
"Hindari tiram dan kerang mentah, yang berpotensi membuat Anda sakit dan berujung liburan Anda terganggu. Memasak kerang dengan benar bisa membunuh kuman-kuman penyebab sakit--jadi, jangan hindari semua seafood, cukup yang mentah saja," kata ahli diet dari Boston, Elizabeth Ward.
Minuman dingin
Tom Allwright, pemilik salah satu agen travel di Kolumbia mencatat adanya praktik penggunaan kembali air dalam bentuk es batu.
"Banyak restoran mencuci salad dengan air dari keran kotor dan menggunakan air yang sama untuk membuat es batu. Ini umum di Papua Nugini dan Afrika," kata dia.
Produk susu tak terpasteurisasi
Mengonsumsi produk susu bisa menjadi hal menantang di sejumlah negara bila Anda tak tahu produk itu sudah dipasteurisasi atau belum, Proses ini penting untuk memusnahkan salmonella, E.coli, listeri dan lainnya.
Menurut lembaga pangan dan obat-obatan di Amerika Serikat, produk yang tak dipasteurisasi berisiko 150 kali lebih besar menyebabkan penyakit bawaan makanan. Risiko terutama berlaku untuk susu dan keju lunak.
Daging hewan liar
Ini mengacu pada daging binatang hutan liar seperti kelelawar, monyet, gorila, simpanse, buaya, gajah, dan hewan pengerat dari negara-negara Afrika. Risiko kesehatan sebagian besar berkisar pada paparan darah atau cairan lain dari hewan yang terinfeksi.
Daging ini dapat menyebabkan penyakit berbahaya seperti Ebola dan Sindrom Pernafasan Akut Parah, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) di Amerika Serikat.
Tahun lalu, bahkan warga Nigeria mendapat peringatakan untuk tidak memakan daging hewan buruan karena berisiko terkena penyakit menular yang disebabkan virus monkeypox.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Gus Rozin merintis BPRS di Pati sejak 2005 untuk memperluas akses modal UMKM dan memperkuat ekosistem ekonomi syariah pesantren.
Cukup Rp8.000, Ini Jadwal Lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo Hari Ini.
Gusti Prabukusumo kembali terpilih sebagai Ketua PMI DIY periode 2026-2031. Penguatan relawan dan ketersediaan darah menjadi fokus utama.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo 30 Agustus 2026 dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 30 Agustus 2026 dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
Jangan mudah tergiur game cuan dan bonus besar. Simak 6 cara mengecek legalitas, keamanan data, bonus, reputasi, dan penarikan dana.