Ini Regulasi yang Hambat Investasi Energi Terbarukan
Permen ESDM No 50/2017 dan perubahannya masih tidak menarik bagi para investor.
Labuan Bajo/maritim.go.id
Harianjogja.com, JAKARTA – Labuan Bajo terkenal dengan sajian wisata alam menakjubkan. Berdiri di atas ketinggian untuk menyaksikan pemandangan laut, gugusan bukit bersama pesisir pantai serta tidur di atas kapal setidaknya dapat Anda temukan di sini.
Selain Komodo, Ibukota Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur ini memiliki beberapa spot destinasi yang layak untuk dikunjungi. Tidak heran pengamanan yang disajikan membuat turis ingin kembali ke daerah itu. Berikut beberapa destinasi yang dapat Anda kunjungi saat ke Labuan Bajo.
1. Bukit Sylvia
Bukit Sylvia atau Bukit Cinta menjadi salah satu destinasi terdekat yang dapat dikunjungi saat di Labuan Bajo. Biasanya turis domestik dan mancanegara akan langsung menuju ke lokasi ini saat pertama kali tiba di Labuan Bajo. Bukit ini dapat ditempuh dengan perjalanan darat. Dari atas bukit, Anda akan melihat hamparan laut luas dengan beberapa bukit atau gunung lain di sekitar Bukit Sylvia.
2. Pantai Pink
Pantai Pink jadi salah satu sajian menakjubkan di Labuan Bajo. Pantai ini berada di Pulau Komodo. Butuh waktu sekitar 3 jam perjalanan laut untuk mencapai ke lokasi ini. Anda akan disuguhkan dengan hamparan pasir berwarna merah jambu dari dekat. Di sejumlah destinasi dalam dan luar negeri juga terdapat nama pantai serupa, namun Pantai Pink di Labuan Bajo benar-benar berwarna merah jambu sesuai namanya. Anda patut membuktikannya.
3. Pulau Rinca
Pulau Rinca merupakan salah satu destinasi populer di Labuan Bajo. Betapa tidak, Anda dapat menikmati hamparan padang savana dan Komodo sekaligus. Padang savana di Pulau ini cukup memanjakan mata. Anda belum tentu mendapatkan pemandangan serupa di pulau lain. Pulau itu juga dihuni oleh penduduk setempat. Biasanya pelancong akan diajak sedikit mendaki untuk mendapat spot-spot terbaik di pulau itu.
4. Pulau Padar
Pulau Padar menyimpan banyak keistimewaan. Anda akan melihat pemandangan unik berupa lengkungan-lengkungan pesisir pantai di pulau tersebut. Anda butuh sedikit usaha untuk menuju ke lokasi yang lebih tinggi untuk mendapatkan pemandangan itu. Yakinlah bahwa kelelahan yang Anda rasakan akan sirna saat tiba di puncak dan melihat keindahan alam Pulau Padar.
5. Pulau Kalong
Dari nama pulau tersebut, biasanya wisatawan domestik mudah menebak binatang apa yang banyak ditemukan di sana. Selain sajian pantai cantik termasuk di seluruh wilayah Labuan Bajo, Pulau Kalong memberikan pengalaman berbeda berupa atraksi ribuan Kalong. Biasanya turis akan dibawa ke lokasi ini pada sore hari dengan menempuh perjalanan laut. Menjelang terbenamnya matahari, ribuan Kalong akan keluar dari sangkar dan kembali lagi keesokan harinya.
6. Pulau Komodo
Banyak orang mengatakan, belum sah rasanya jika melihat Komodo jika bukan di Pulau Komodo. Umpama itu boleh-boleh saja. Sebagaimana namanya, Pulau Komodo menjadi salah satu kabitat Komodo. Namun begitu jumlah Komodo di pulau ini lebih sedikit dibandingkan pulau Rinca. Pada 2020, pemerintah berencana untuk menutup sementara pulau tersebut selama satu tahun. Bagi Anda yang penasaran bagaimana suasana di pulau tersebut, rencanakan perjalanan liburan Anda tahun ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Permen ESDM No 50/2017 dan perubahannya masih tidak menarik bagi para investor.
TPR Baron Gunungkidul resmi menerapkan pembayaran full cashless. Sistem non tunai akan dievaluasi sebelum diterapkan di TPR lain.
KKP mempercepat pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih untuk memperkuat hilirisasi perikanan dan meningkatkan kesejahteraan nelayan.
Komdigi meminta seluruh platform digital menyelesaikan self assessment PP Tunas sebelum 6 Juni 2026 untuk perlindungan anak di ruang digital.
Pemkot Yogyakarta kembangkan Program Bule Mengajar di kampung wisata untuk memperkuat pariwisata berbasis masyarakat dan UMKM lokal.
Keluarga korban romusha asal Belanda mengunjungi Monumen Kereta Api Pekanbaru untuk mengenang tragedi kerja paksa era Perang Dunia II.