Anggaran Paskibraka Jateng Dipangkas, Kuota Tetap 45 Orang
Anggaran Paskibraka Jateng 2026 turun menjadi Rp500 juta-Rp600 juta. Kuota 45 peserta tetap dipertahankan untuk upacara HUT RI.
Ngetrip Murah ke Pulau Bawean ( (IG @rezadiasjetrani))
Tips wisata ini bagi pecinta traveling.
Harianjogja.com, JOGJA-Bagi yang punya hobi jalan-jalan sekarang engga perlu repot dan bingung cara mendapatkan trip yang murah ala backpacker. Banyak sosial media, situs perjalanan hingga komunitas jalan-jalan yang menawarkan ngetrip bareng. Tapi sebelum ngetrip, kamu harus tahu dulu model jalan-jalan dengan open trip dan share cost.
Istilah yang lagi beken di kalangan para traveler ini menawarkan dua jenis mekanisme biaya perjalanan wisata. Bagi yang bingung menentukan budget liburan ke tempat-tempat seru, mungkin bisa memilih dua program ini.
Open trip sedang banyak menjamur saat ini, seiring dengan banyaknya destinasi wisata baru yang ngehits di sosial media. Bukan hanya travel agent yang menawarkan layanan open trip ke sejumlah tempat wisata. Biasanya, beberapa orang yang sudah sering traveling, umumnya akan membuka perjalanan wisata untuk umum. Prinsipnya, jika kuota peserta sudah terpenuhi, maka perjalanan wisata sudah dapat dilakukan. Nah, jika belum terpenuhi, bisa saja trip tersebut dibatalkan.
Jetrani Reza Dias, salah satu anggota komunitas backpacker di Jogja ini mengatakan, open trip biasanya cukup banyak dipilih. Layanan open trip ini biasanya akan mencantumkan objek wisata mana saja di destinasi yang dituju. Selain itu, keseluruhan biaya sudah pasti dan disampaikan secara terperinci.
“Open trip ini sangat memudahkan kita yang ingin berwisata tanpa pusing menentukan objek mana yang akan dituju, berapa biayanya, penginapan di mana. Semua sudah detil dicantumkan oleh si pembuat open trip tersebut,” ujar Jet kepada Harianjogja.com, Jumat (26/2/2016).
Nah, beda lagi dengan share cost. Sistem jalan-jalan dengan cara share cost cukup ngehits akhir-akhir ini. Berbagi biaya alias patungan untuk jalan-jalan adalah cara ngetrip murah yang paling banyak dipilih. Selain biaya perjalanan dan wisata yang low budget, share cost juga sama asyiknya dengan open trip. Prinsipnya, budget atau pengeluaran dibagi sama rata dengan peserta trip lainnya.
Misalnya, berbagi penginapan, satu kamar dua orang, biaya menginap bisa dibagi dengan travelmate kamu. Selain itu, biaya masuk tempat wisata, sewa kendaraan, guide hingga ke budget makan kalau semua mau menu yang sama.
Rico Erika, radiografer di salah satu laboratorium klinik di Jogja ini mengaku lebih menyukai share cost setiap kali melakukan perjalanan wisata. Ngetrip dengan share cost menurut Rico lebih murah dibandingkan open trip.
“Share cost itu budgetnya rendah, karena sama-sama tidak ada yang ambil untung atau rugi. Biayanya, fair,” ujar Rico.
Informasi tentang open trip biasa diperoleh dari berbagai sosial media. Jet mengatakan, saat ini sejumlah akun cukup banyak yang menawarkan open trip. Namun, memang harus jeli untuk memilih penyelenggara open trip tersebut. Jika kamu gabung di grup tentang jalan-jalan, pastinya setiap saat akan ada yang membuka perjalanan dengan cara share cost, maupun open trip.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Anggaran Paskibraka Jateng 2026 turun menjadi Rp500 juta-Rp600 juta. Kuota 45 peserta tetap dipertahankan untuk upacara HUT RI.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 14 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Karhutla Gunung Bromo di kawasan TNBTS berhasil dipadamkan. Luas area terbakar mencapai 1.120 hektare di empat kabupaten.
Purbaya menyebut penerimaan bea keluar emas nyaris nol. Dari target Rp3 triliun 2026, realisasi hingga Semester I baru 0,03%.
RSUD Panembahan Senopati Bantul meluncurkan Si Banter untuk mempermudah pembayaran tagihan rumah sakit melalui digitalisasi dan QRIS.
Prabowo menyebut Indonesia menghabiskan hingga Rp535 triliun per tahun untuk impor BBM. Pemerintah mendorong kendaraan listrik dan EBT.