Skema Droping Air di Gunungkidul Berubah, Kapanewon Jadi Prioritas
BPBD Gunungkidul mengubah skema droping air bersih dengan memprioritaskan anggaran kapanewon menghadapi kemarau panjang 2026.
Salah seorang pengunjung sedang berfoto di hamparan ladang jagung di bukit teletubbies di Dusun Candi, Giring, Paliyan, Gunungkidul, Selasa (8/1/2019)/Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Ladang jagung yang ditanam di perbukitan Dusun Candi, Giring, Paliyan mendadak hits dan banyak dikunjungi wisatawan. Pasalnya, pemandangan di kawasan ini mirip bukit tempat tinggal kartun teletubbies.
Viralnya wisata ladang jagung di bukit teletubbies sudah terjadi sejak sepekan yang lalu. Setiap hari ratusan orang datang ke kawasan ini untuk berfoto dan menikmati hamparan hijaunya alam di kawasan tersebut.
Salah satu pengunjung asal Baleharjo, Kecamatan Wonosari, Seto Wibowo mengaku penasaran dengan wisatawan dadakan di Dusun Candi, Giring, Paliyan. Ia melihat di media sosial, banyak pengunjung yang berfoto-foto di ladang jagung dengan latar perbukitan mirip tempat tinggal dalam kartun teletubbies. “Saya penasaran dan ternyata setelah saya lihat lokasinya sangat indah dan banyak pengunjung yang datang,” katanya, Selasa (8/1/2019).
Menurut dia, wisata dadakan ini tidak lepas dari keindahan alam. Hal ini terlihat dari hamparan ladang jagung yang menghijau yag dibelah jalan dengan latar gugusan perbukitan yang hijau. “Ini yang menjadi daya tarik wisatawan untuk datang kemari [Gunung Bagus],” ungkapnya.
Untuk mencapai lokasi ini sangat mudah. Dari arah Kota Wonosari dapat mencapainya dengan waktu sekitar 20 menit menuju Desa Giring. Sesampainya di Simpang Tiga Giring, pengunjung dapat memilih jalur ke arah Pantai Baron.
Sekitar lima menit perjalanan, pengunjung akan disuguhi oleh hamparan tanaman jagung yang luas menyelimuti perbukitan di kawasan hutan yang lagi jadi wisata dadakan di Gunungkidul.
Kepala Resort Polisi Hutan (KRPH) Giring, Samido mengatakan, lokasi yang ngehits ini merupakan hutan jati milik Dinas Kehutanan DIY. Beberapa bulan lalu pohon jati yang ditanam dipanen. Selanjutnya ditanami jagung. Rencananya lahan ini akan ditanami jenis Jati Unggul Nusantara (JUN). “Untuk luasnya ada sekitar 120 hektare,” kata Samido.
Samido mengakui hamparan jagung dengan latar perbukitan menajdi viral dan menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung. “Buktinya setiap hari banyak orang yang datang untuk berfoto-foto,” katanya.
Bupati Gunungkidul, Badingah mengaku sudah mendengar dan melihat wisata dadakan di Dusun Candi, Giring. “Mudah-mudahan lokasi itu bisa memberikan dampak yang positif bagi masyarakat sekitar. Di sekitar lokasi banyak yang berjualan sehingga ada roda ekonomi berputar,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul mengubah skema droping air bersih dengan memprioritaskan anggaran kapanewon menghadapi kemarau panjang 2026.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.
X batasi unggahan hanya 50 per hari untuk akun gratis. Kebijakan ini dorong pengguna beralih ke layanan berbayar.