Melihat Artefak Asli Kepelabuhan Indonesia di Museum Maritim

Museum Maritim Indonesia di Jakarta/ist - jakarta/tourism.go.id
08 Januari 2019 08:35 WIB Newswire Wisata Share :

Harianjogja.com, JAKARTA—Jika berkunjung ke Jakarta, Anda jangan hanya mengeluhkan kemacetan. Ada tempat-tempat wisata yang sangat layak dikunjungi di tengah keluhan kemacetan dan polusi di ibu kota. Salah satunya Museum Maritim Indonesia yang baru diresmikan oleh PT Pelabuhan Indonesia II Persero atau Indonesia Port Cooperation (IPC) pada Desember 2018. Mari berkeliling.

Museum maritim tersebut berlokasi tepat di kawasan komplek IPC Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Pusat. Tentunya, sejumlah artefak asli yang menyimpan sejarah kepelabuhan Indonesia sejak zaman penjajahan juga dipamerkan di sana.

Termasuk gedung yang kini menjadi Museum Maritim Indonesia juga menyimpan  sejarah panjang kepelabuhan Indonesia, khususnya pada DKI Jakarta.

Berbagai informasi mengenai sejarah panjang pelabuhan, temuan artefak baik di dalam kapal-kapal pelabuhan maupun barang-barang komoditas yang menjadi ciri khas masing-masing pelabuhan, seperti pelabuhan Tanjung Priok, Sunda Kelapa di Jakarta, Tanjung Mas di Semarang, Tanjung Perak di Jakarta, dan lain sebagainya turut dihadirkan.

Selain memberikan sejumlah informasi melalui media diorama, peta, dan lain sebagainya seperti museum pada umunya, IPC juga menyuguhkan sejumlah lokasi interaktif sekaligus "instagramable" untuk menambah pengalaman pengunjung di museum.

Lokasi interaktif tersebut termasuk diantaranya adalah simulator nahkoda untuk mempelajari cara mengemudikan kapal.

Kemudian terdapat ruangan penyimpanan sejumlah rempah-rempah yang diperdagangkan pada zaman penjajahan yang membangkitkan indera penciuman.

Menariknya, di dalam museum tersebut juga terdapat sejumah spot untuk foto-foto dengan latar belakang tiga dimensi. Lokasi tersebut banyak diminati para pengunjung yang ingin mengabadikan momen seru di museum.

Sebagai inovasi dalam hal pengembangannya, Museum Maritim Indonesia berencana akan menghadirkan materi pameran yang berbeda setiap tiga atau enam bulan sekali.

Direktur Teknis IPC Dani Rusli Utama menyebut, Museum Maritim Indonesia secara prinsip menerima berkas digital yang menurutnya sudah banyak sekali beredar di Indonesia, untuk kemudian dimanfaatkan bagi pembelajaran guru dan murid, bahkan untuk IPC.

"Museum ini terkoneksi dengan pusat pendidikan Pelindo II Ciawi yang mempunyai belasan ribu file digital yang berkaitan masalah maritim. Sehingga ini bisa terkoneksi menjadi pusat pembelajaran bagi pengunjung juga," ujar dia.

Sumber : Antara