Lotek Bu Bagyo, Sajian Sayuran Bumbu Kacang Sejak 1986

Warung lotek Bu Bagyo Sagan - Harian Jogja/Lajeng Padmaratri
09 Januari 2019 09:35 WIB Lajeng Padmaratri Wisata Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Makan berbahan dasar sayur di Jogja sangat beragam, mulai dari yang berkuah hingga yang menggunakan saus kacang. Salah satunya yang populer yaitu lotek. Makanan berbahan dasar bayam, kubis dan taoge ini sangat populer di kalangan orang Jawa.

Di Kota Jogja, ada satu penjual lotek yang sudah sangat melegenda sejak 1980-an, yaitu warung Lotek dan Gado-Gado Bu Bagyo. Bu Bagyo sudah menjual lotek sejak 1986. Warung pertamanya ada di timur perempatan Sagan, Jogja. Kala itu, ia hanya menghuni lapak tenda sebelum akhirnya pindah ke Jalan Gejayan. Dari sinilah warga Jogja mengenalnya sebagai Lotek Colombo.

Satu hal yang menjadi perbedaan lotek jualan Bu Bagyo dengan yang lainnya ialah keberadaan bakwannya. Di sini, isian lotek tidak sekadar sayuran dan kupat, namun juga ada potongan bakwan goreng. Sayurannya pun sangat beragam, mulai dari bayam, kol, taoge, timun dan tomat yang disiram saus kacang pedas.

Lotek di sini diracik langsung setelah dipesan. Oleh karena itu, pengunjung juga bisa memesan tingkat rasa pedas yang diinginkan. Setelah itu, bumbu lotek akan dihaluskan bersama kacang tanah dan cabai. Ulekan kacang yang sudah ditambah sedikit air ini kemudian dicampur dengan sayur-mayur yang sudah direbus terlebih dahulu serta potongan ketupat. Sepiring lotek ini kemudian ditutup kerupuk bawang yang melimpah.

Keberadaan potongan bakwan goreng itu menonjolkan rasa gurih di antara segarnya sayuran. Sehingga, ketika menginginkan makanan sehatpun, para penikmatnya tidak akan bosan saat menghabiskan sayuran dalam sepiring porsi lotek yang lumayan besar.

Caraka Kristiadhi, 30, pengelola yang merangkap Humas Lotek dan Gado-Gado Bu Bagyo mengatakan warung lotek memilih jenis sayuran yang berkualitas untuk lotek dan gado-gado jualannya. “Kami ingin orang-orang menikmati makanan sehat dengan sayuran dari grade A. Makanya kami ambil sayuran semua langsung dari petani,” ujar Kris, sapaan akrabnya kepada Harian Jogja, belum lama ini.

Cucu Bu Bagyo ini saat ini mengelola 13 cabang di seluruh Daerah Istimewa Yogyakarta bersama pamannya yang merupakan anak ketujuh sekaligus terakhir dari Bu Bagyo. Saat ditemui di outlet yang terletak di sekitar Sagan, tepatnya di Jalan Prof. Yohanes, Gondokusuman, Jogja. Kris mengatakan porsi lotek yang cenderung banyak di warungnya memang konsisten sejak awal.

“Memang sengaja porsinya segitu sejak dulu, enggak berubah. Nanti kalau bisa makan sampai habis, selang beberapa waktu itu akan dirasakan perbedaannya di tubuhnya. Oh, ini kalorinya berbeda. Apalagi karbohidrat dari kacang ini juga karbohidrat yang baik, bukan lemak jenuh,” jelasnya.

Dari ketiga belas cabang itu, outlet di Sagan ini merupakan satu-satunya outlet yang buka sampai malam. Jika warung lainnya buka pukul 08.30 hingga 17.00 WIB, maka outlet Sagan melayani pembeli hingga pukul 21.00 WIB. Kris mengatakan, meski lotek tidak lazim dijual sampai malam hari, namun ia melihat peluang itu ketika banyak kalangan vegetarian dan orang yang memang ingin makan sayur pada malam hari.

Setiap saat, warung Lotek dan Gado-Gado Bu Bagyo ramai dipenuhi kalangan pekerja dan rombongan keluarga. Kris memperkirakan dalam sehari seluruh warungnya bisa menjual sebanyak 1.300 porsi lotek. Selain lotek, menu yang sangat digemari di sini ialah gado-gado. Meski begitu, warung ini juga menyediakan menu lainnya, seperti kupat tahu, tahu guling, ketoprak, serta capcay.