Prabowo Terima Laporan Gempa NTT, Pemerintah Bergerak Cepat
Mensesneg Prasetyo Hadi memastikan pemerintah bergerak cepat menangani dampak gempa M7,7 di NTT dan menyiapkan bantuan.
Ilustrasi traveling/Reuters
Harianjogja.com, JOGJA—Anda yang sedang menyusui si kecil jangan berpikir tidak bisa liburan. Kegiatan menyusui tetap bisa dilakukan seraya berlibur.
Jika Anda sudah terbiasa memompa ASI di rumah, seharusnya pompa ASI saat traveling tidak akan menyulitkan Anda. Pastikan memang Anda sudah tahu cara melakukan pompa ASI yang benar dan sudah terbiasa.
Menyiapkan Barang
Barang utama yang harus dibawa adalah pompa ASI. Pilihlah pompa ASI yang mudah dibawa ke mana-mana. Jadi Anda tidak bergantung dengan listrik jika ingin memompa. Pastikan juga pompa ASI bersih sebelum digunakan maupun setelah digunakan.
Tak cuma pompa ASI, Anda juga perlu menyiapkan botol susu untuk menampung ASI, kantung ASI, serta peralatan untuk membersihkannya. Anda juga sebaiknya sediakan botol susu tambahan untuk berjaga-jaga jika ASI yang keluar sangat banyak.
Selain itu, pastikan semua perlengkapan untuk pompa ASI sudah dicuci dengan bersih dan dicuci kembali setelah dipakai. Perhatikan juga kebersihan tangan dan area payudara Anda. Hal ini berguna untuk meminimalisasi perkembangan bakteri.
Tempat Memompa
Anda bisa memompa di ruang khusus pompa ASI, di bandara atau stasiun, atau di tempat duduk kendaraan Anda, tapi pastikan tempat itu memang bersih.
Jika Anda ingin memompa ASI di bandara atau stasiun, Anda bisa mencari ruang khusus menyusui, biasanya bandara atau stasiun menyediakannya. Lakukan pompa ASI sebelum atau sesudah jadwal keberangkatan Anda, Lakukan dengan tenang dan nyaman, jangan terburu-buru. Karena bisa jadi ASI justru tidak keluar jika Anda panik atau terburu-buru.
Jika Anda memilih untuk pompa ASI selama perjalanan, Anda bisa melakukannya di tempat duduk Anda. Pilihlah tempat duduk yang dekat jendela agar lebih nyaman dan tidak terganggu. Anda juga bisa memakai penutup seperti selimut atau kain untuk menutupi tubuh Anda saat memompa.
Menyimpan ASI
Simpan ASI dalam beberapa botol dalam jumlah yang sesuai dengan kemampuan bayi Anda untuk sekali minum. Beri label pada setiap botol ASI, tulis tanggal kapan Anda memompa dan menyimpan ASI tersebut.
Kemudian Anda bisa menyimpan botol ASI di kulkas untuk menjaga suhu ASI tetap dingin. Jika kulkas tidak memadai, Anda bisa menggunakan cool box atau tas pendingin dengan es batu. Setelah sampai di tempat tujuan, Anda bisa memidahkannya ke dalam kulkas. Namun, jangan terlalu lama menyimpan ASI Anda, pompalah sesuai kebutuhan si kecil. Hal ini karena semakin lama Anda menyimpan ASI di kulkas, maka semakin banyak vitamin C yang hilang dari ASI tersebut.
Jadi beberapa tips ini cukup membantu untuk para ibu yang masih menyusui tapi tetap bisa jalan-jalan dengan bayinya saat liburan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Mensesneg Prasetyo Hadi memastikan pemerintah bergerak cepat menangani dampak gempa M7,7 di NTT dan menyiapkan bantuan.
Andrea Dovizioso menilai Marc Marquez belum tampil segarang musim-musim sebelumnya karena masih beradaptasi usai cedera di MotoGP 2026.
Kemensos menyalurkan bantuan Rp4,52 miliar untuk korban gempa M 7,7 di NTT. Sebanyak 38 orang meninggal dan sekitar 2.000 warga terdampak.
Bayam, asparagus hingga jamur mengandung purin yang perlu dibatasi penderita asam urat. Simak daftar lengkap dan tips mengonsumsinya.
Komisi Eropa menyetujui penjualan 51% saham Everlence milik Volkswagen kepada Bain Capital dalam transaksi senilai €7,4 miliar
Film Istimewa, drama keluarga yang terinspirasi dari kisah nyata enam anak penyandang disabilitas, menggelar special screening di Empire XXI Cinema Yogyakarta,