KULINER JOGJA: Warung Sop Merah, Mempertahankan Resep Keluarga

Sajian Sop Merah/Harian Jogja - Salsabila Annisa Azmi
14 Mei 2019 04:07 WIB Salsabila Annisa Azmi Wisata Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Warung Sop Merah yang terletak di Jalan Kolonel Sugiyono Nomor 74, Kelurahan Brontokusuman, Kecamatan Mergangsan, Jogja selalu diserbu pengunjung setiap jam makan siang. Terkadang mobil-mobil yang berdatangan harus mengantre tempat parkir atau parkir jauh dari Warung Sop Merah.

Aroma sedap asap yang mengepul dari tungku masak warung yang berdiri sejak 1993 ini membuat seluruh antrean pengunjung tak sabar untuk menyantap sop racikan tangan Sri Sunarti, pemilik Warung Sop Merah. Citarasa kuah yang gurih berpadu manis ini memiliki keistimewaan tersendiri bagi lidah mereka.

Menurut pengelola Warung Sop Merah, Aditya Candra, 28, sop buatan sang ibu berbeda dari sop pada umumnya karena sambal giling yang langsung direbus bersama sayur mayurnya. Tingkat kepedasan pun bisa menuruti selera pelanggan. Sebab berbagai level kepedasan kuahnya disajikan dalam wadah berbeda saat di dalam dapur.

"Jadi cabai yang sudah dihaluskan dan digiling itu direbus bersamaan dengan bahan lainnya. Itu sebabnya kuahnya jadi berwarna merah. Itu lah mengapa sop ini disebut sop merah. Itu pun yang menamai konsumen sendiri," kata Candra kepada Harian Jogja, belum lama ini.

Rasa pedas menambah kaya cita rasa kuah sop merah yang dominan manis dipadu gurih kaya rempah. Di dalam kuah sop tersebut terdapat potongan daun kol, potongan wortel, daun bawang, seledri dan suwiran daging dada ayam yang empuk. Tak ketinggalan sebutir telur rebus juga menambah sensasi empuk dan gurih di lidah.

Isi sop dapat ditambah dengan lauk pendamping. Seperti hati ayam, rempela ayam, sayap ayam, paha ayam, tempe dan tahu. Konsumen bisa memilih sesuai selera di etalase sebelum menyantap sop. Masing-masing lauk pendamping bisa didapatkan mulai harga Rp1.000 hingga Rp7.000.

Candra mengatakan per harinya Warung Sop Merah bisa menyajikan 400 porsi. Meskipun buka setiap hari mulai pukul 10.00 WIB hingga 22.00 WIB, jika musim hujan, Sop Merah akan habis sebelum pukul 20.00 WIB. Antrean yang masih panjang terpaksa dipotong. "Warung ini buka setiap hari, tutupnya kalau ingin saja," kata Candra.

Bumbu Sop Merah ala Sri Sunarti ini sudah ada sejak 2015. Pembuatannya pun tak disengaja. Candra mengatakan awalnya sang ibu hanya berjualan sop sebagai sampingan nasi goreng dan mi goreng. Ternyata pengunjung lebih menyukai sop buatannya yang dipadu dengan irisan cabai rawit dalam kuahnya. Seiring dengan berjalannya waktu, sang ibu memutuskan untuk memasukkan gilingan cabai halus ke dalam rebusan kuah sop. "Sejak saat itu jadi ramai, banyak yang menyebutnya Sop Merah," kata Candra.

Candra menyebutkan pelanggan dapat menyantap Sop Merah cukup dengan Rp11.000. Jika ditambah dengan lauk pendamping pelanggan cukup mengeluarkan uang maksimal Rp18.000.