Mencari Ketenangan, Menginap ke Resort Ini Bisa Jadi Solusinya

Salah satu sudut lobi Puri Brata Resort. - Istimewa
19 Agustus 2019 07:07 WIB Ujang Hasanudin Wisata Share :

Harianjogja.com, BANTUL—DIY menjadi salah satu daerah tujuan wisatawan untuk berlibur, baik wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara, karena setiap tahun kunjungan wisatawan selalu meningkat. Berbagai objek wisata dan penginapan juga banyak bermunculan dengan berbagai pilihan.

Memilih penginapan menjadi bagian penting bagi anda atau wisatawan yang berlibur berhari-hari. Tentunya bukan hanya soal tempat tidur, namun kenyamanan dan ketenangan tentunya juga dibutuhkan agar liburannya semakin berkualitas.

Puri Brata Resort, nampaknya bisa menjadi salah satu rekomendasi bagi anda yang sedang berlibur di Jogja dan sekitarnya. Penginapan yang berada di tengah pedesaan ini penuh dengan nuansa alam.

Berada di tengah pedesaan, tepatnya di Dusun Kalimundu, Desa Gadingharjo, Kecamatan Sanden, Bantul, sekitar 10 kilometer dari pusat kota Bantul atau sekitar 24 kilometer dari Malioboro. Suasana pedesaan terasa sejak dari Jalan Samas Km. 22 yang melewati area persawahan dengan udara yang sejuk dan jauh dari paparan polusi kendaraan.

Sampai di gerbang Puri Brata Resort beberapa bangunan rumah tradisional sudah terlihat. Ada 14 rumah kayu tradisional di Puri Brata Resort dengan ukuran yang beragam, untuk satu orang, dua orang, bahkan rumah untuk 10-12 orang. Uniknya setiap kamar diberikan nama tembang Jawa seperti Asmarada, Kinanthi, Gambuh, Pangkur, Mijil, Sinom dan sebagainya.

Desain dan tata ruang tidur juga disesuaikan dengan namanya, “Seperti Asmarandana dalam tembang macapat yang bisa diartikan cinta atau kasih sayang maka desain dengan pemandangan bulan, penuh aroma bulan madu, cocok buat keluarga yang baru menikah,” kata pemilik Puri Brata Resort, Cahyo Bandhono, Jumat (16/8).

Resort ini juga dilengkapi dengan taman hijau yang cocok untuk bersantai bersama keluarga. Bagi anda yang senang bermeditasi, pihak pengelola menyediakan ruang khusus meditasi. Meski berada di tengah pemukiman bahkan tidak ada sekat sama sekali dengan rumah warga, namun suasanya sunyi sangat terasa. Pengelola sengaja tidak memasang jaringan Iatau wifi di ruang kamar, kecuali ruang santai dan ruang pertemuan, dan beberapa ruang tidur. Suasana ini kiranya cocok bagi anda atau wisatawan yang ingin menenangkan diri untuk menghilangkan penat dari rutinitas kerja.

Cahyo mengatakan banyak tamu yang datang ke resort tidak hanya untuk menginap, namun ingin bersantai beberapa jam, bahkan ada yang hanya ingin makan siang atau makan malam, kemudian pergi lagi.

Awal berdirinya Puri Brata Resort, kata dia, adalah rumah pribadi milik keluarga Brotosoedibjo yang akhirnya dijadikan sebuah resort unik dan menarik yang digunakan untuk meditasi dan relaksasi bagi para tamu yang berkunjung. Cahyo sendiri adalah generasi kelima dari pemilik awal rumah yang dijadikan resort tersebut.

Seiring berjalannya waktu, resort tersebut sedikit demi sedikit berubah menjadi resor dan galeri karena kecintaannya terhadap seni dan budaya Indonesia. Tidak hanya itu, terdapat ruang perpustakaan dengan koleksi ribuan buku yang terbuka untuk tamu.

Selain kamar dan lingkungan sekitar resor yang nyaman, tidak kalah menariknya adalah semua hidangan yang ada di Puri Brata Resort memanfaatkan hasil kebun sendiri dan milik warga sekitar, tanpa menggunakan bahan pengawet. Sang pemiliklah yang langsung terjun ke dapur untuk meracik hidangan tersebut dan dibantu oleh staff kitchen yang merupakan warga sekitar. “Total ada 12 orang warga sekitar yang ikut membantu saya,” ucap dia.

Jadi bagi Anda yang belum punya agenda kunjungan destinasi wisata, beragam aktifitas yang dapat dilakukan di Puri Brata Resort diantaranya bersepeda berkeliling desa hingga ke pantai, membatik, menari, membuat jamu dan kegiatan tradisional lainnya.