Tanam Klengkeng untuk Pengembangan Agrowisata di Wijimulyo

Ilustrasi menanam pohon - JIBI
11 September 2019 08:17 WIB Jalu Rahman Dewantara Wisata Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO--Dinas Pertanian dan Pangan Kulonpogo berharap keberadaan buah kelengkeng yang ditanam di sekitar Jogja Agro Techno Park (JATP), Desa Wijimulyo, Kecamatan Nanggulan bisa mendukung desa tersebut menjadi kawasan Agrowisata. Sehingga dampak perekonomian tak hanya dirasakan pengelola JATP saja, tapi juga seluruh masyarakat Desa Wijimulyo.

"Memang kami harapkan adanya tanaman ini bisa mendukung wilayah tersebut menjadi kawasan agrowisata, mampu menyediakan buah bagi para pengunjung dan tentunya dapat memberikan nilai tambah bagi petani setempat," kata Kepala Distanpangan Kulonpogo, Aris Nugraha, Selasa (10/9/2019).

Aris menerangkan buah klengkeng di Wijimulyo sudah ada sejak 2017 silam. Jumlahnya mencapai 1.250 tanaman. Saat ini pengembangan tanaman tersebut selain dari warga dan Distanpangan, juga bekerjasama dengan CSR dan Jasa Marga. Pengembangan dilakukan karena kini Desa Wijimulyo tepatnya di JATP banyak dikunjungi masyarakat.

Asisten Bidang Ekonomi dan Sumber Daya Alam Setda Kulonprogo Bambang Tri Budi mengatakan pembangunan JATP di Wijimulyo berperan penting untuk sektor pertanian karena bisa mendongkrak perekonomian daerah khususnya kesejahteraan petani.

Dia menerangkan, JATP merupakan bagian dalam pemberdayaan petani karena merupakan bagian yang terintegrasi dalam pembangunan nasional. Tempat ini juga merupakan aspek penting dari kemandirian ekonomi dan pemerataan pembangunan yang berkeadilan, pemberdayaan gabungan kelompok tani (gapoktan) dan merupakan kebijakan yang pro kemiskinan, pro pertumbuhan dan pro pekerjaan.

Adanya JATP lanjutnya untuk membangun pusat penerapan teknologi di bidang pertanian meliputi prapanen hingga pascapanen. "Setelah itu pemasaran hasil yang diterapkan untuk ekonomi dan pembangunan pusat diseminasi teknologi dan tempat advonasi pertanian, serta menerapkan sistem pertanian modern yang mencerminkan industri pertanian juga tersedia," kata Bambang.