Wisata Camping, Tubing hingga Outbond Ada di Tinalah Kulonprogo

Suguhan Tari Angguk memeriahkan acara bertajuk Camp Of Spirit Lintas Komunitas, di lapangan Desa Wisata Tinalah, Desa Purwoharjo, Kecamatan Samigaluh, Sabtu (27/10/2019). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
28 Oktober 2019 07:37 WIB Jalu Rahman Dewantara Wisata Share :

Harianjogja.con, KULONPROGO--Dinas Pariwisata DIY bersama Forum Lintas Komunitas Istimewa Peduli Wisata berupaya mengenalkan Desa Wisata Tinalah sebagai salah satu destinasi yang patut jadi jujugan wisatawan saat berkunjung ke Kulonprogo.

Upaya itu diwujudkan melalui penyelenggaraan acara bertajuk Camp Of Spirit Lintas Komunitas yang digelar pada 26-27 Oktober 2019, di lapangan Desa Wisata Tinalah, Desa Purwoharjo, Kecamatan Samigaluh.

Selama dua hari penyelenggaraan, acara diisi beragam hiburan. Antara lain pentas musik, kesenian Tari Angguk, wayang semalam suntuk, dan sejumlah atraksi yang disuguhkan para peserta kemah. Di penghujung kegiatan diisi lomba mewarna yang diikuti anak-anak sekitar dan bakti sosial.

Ardy Shincan, pengurus Forum Lintas Komunitas Istimewa Peduli Wisata mengatakan kegiatan ini diikuti oleh 43 komunitas dari berbagai bidang dan minat. Puluhan komunitas itu memiliki kesama misi, yakni memajukan pariwisata di wilayah DIY.

"Ini jadi ajang berkumpul bagi seluruh komunitas yang tergabung dalam Forum Lintas Komunitas Istimewa Peduli Wisata, tidak hanya kumpul-kumpul saja, tapi juga berdiskusi tentang bagaimana kita bisa memajukan tempat wisata," ujarnya di sela-sela acara, Sabtu (26/10/2019), malam.

Shincan sapaan akrabnya mengatakan kegiatan yang disokong penuh oleh Dispar DIY tersebut diadakan rutin tiap tahun. Tempat-tempat wisata di DIY yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi sasarannya. Sebelum Desa Wisata Tinalah, kegiatan serupa pernah diadakan di Tebing Breksi, Kabupaten Sleman dan Hutan Pinus Mangunan, Kabupaten Bantul.

Pria yang juga aktif di Komunitas motor antik Yogyakarta ini menuturkan Desa Wisata Tinalah dipilih sebagai lokasi acara karena pamor obyek wisata tersebut kurang terdengar. Padahal di desa ini menyediakan beragam fasilitas wisata, antara lain outbond, camping area, Tinalah Tubing, family dan community gathering, Tinalah Trekking, susur Sungai Tinalah, Joglo Meeting Room, Live in, dan suguhan pemandangan alam wisata alam sekitar.

"Lewat kegiatan ini kami juga mencoba mengajak masyarakat sekitar untuk terbuka pikirannya bahwa Desa Wisata Tinalah bisa dikembangkan dan meningkatkan perekonomian warga setempat," kata Shincan.

Kepala Bidang Pengembangan Kapasitas Dispar DIY Wardoyo mengatakan kegiatan ini sebagai upaya meningkatkan kualitas kepariwisataan di DIY. Diharapkan kunjungan wisata setelah diadakannya kegiatan ini bisa meningkat.

"Ini juga menjadi media promosi eksistensi kepariwisataan di DIY, ada penguatan baik yang ada di destinasi maupun desa wisata, serta mengangkat citra wisata lebih lebih baik lagi," ujarnya.

Pria yang biasa disapa Doyo itu menambahkan selain jadi ajang promosi, kegiatan ini juga memberi bantuan kepada masyarakat Desa Wisata Tinalah. Rencananya Forum Lintas Komunitas Peduli Wisata akan memberi bantuan bor sumur yang nantinya bisa dimanfaatkan warga sekitar.

"Seperti event yang dulu-dulu selalu ada karya yang ditinggalkan untuk dimanfaatkan masyarakat, ini jadi media guyub rukun antara lintas komunitas dengan masyarakat," ucapnya.