Serunya Berwisata di Taman Puspa Gading saat Adaptasi Kebiasaan Baru

Taman Puspa Gading. - Instagram.
22 Agustus 2020 07:17 WIB Ujang Hasanudin Wisata Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Taman Wisata Puspa Gading sudah ramai kembali di masa adaptasi kebiasaan baru (AKB) ini setelah libur sekitar empat bulan karena pandemi Coronavirus Disease atau Covid-19. Objek wisata yang berada di pusat kota ini menjadi alternatif untuk berlibur di akhir pekan karena lokasinya yang dekat.

Taman Puspa Gading berada di Dusun Tegaldowo, Desa Bantul, Kecamatan Bantul, Kabupaten Bantul. Objek wisata ini hanya berjarak sekitar 1,5 kilometer dari pusat pemerintahan Kabupaten Bantul. Tepatnya dari simpang empat Klodran atau Masjid Agung Manunggal Bantul ke barat sekitar 100 meter kemudian ambil kanan sekitar 500 meter sudah sampai.

BACA JUGA : 66 Destinasi dan UJP di Sleman Ajukan Rekomendasi Wisata

“Sekarang kunjungan wisatawan sudah mulai banyak lagi setelah libur pandemi,” kata Pengelola Taman Puspa Gading, Sugiran, Jumat (21/8/2020).

Sugiran mengatakan angka kunjungan harian di masa pandemi ini kisaran 100-200 orang pada hari biasa. Sementara libur akhir pekan dan libur panjang atau long weekend bisa sampai 500-600 orang dalam sehari.

Namun jumlah kunjungan itu diakui Sugiran masih jauh dibanding sebelum pandemi yang mencapai di angka ribuan dalam sehari.

Objek wisata ini cocok untuk liburan keluarga dan para pesepeda. Ada pemandangan area persawahan yang luas di balik bukit Mijil. Penataan taman yang dan beberapa patung yang cocok untuk berswafoto. Selain hamparan sawah, ada sejumlah wahana permainan untuk anak, seperti kolam renang anak, mandi bola kering, wahana tangkap ikan, terapi ikan, mancing, dan mobil aki.

Beberapa gazebo di tengah sawah juga cocok untuk menikmati kuliner tradisional warga setempat, “Dalam waktu dekat ini kami akan menambah wahana outbond dan flying fox bersama Karangtaruna, terutama untuk anak-anak sekolah karena banyak yang menanyakan dari pihak sekolah untuk outbond,” ucap Sugiran.

BACA JUGA : 249.000 Wisatawan Berkunjung ke Bantul Selama Pandemi

Sugiran mengaku belum terlalu gencar mempromsikan Taman Puspa Gading karena masih dalam tahap penyempurnaan sejumlah wahana bagi anak dan dewasa. Rencana objek wisata yang menempati lahan sekitar tujuh hektare itu akan diperluas sampai satu kampung Tegaldowo menjadi dusun wisata dengan luasan sekitar 11 hektare. Beberapa rumah warga nantinya akan dijadikan home stay.

Objek wisata di perbatasan dengan Kecamatan Pajangan ini termasuk baru. Awalnya karena ada jembatan gantung penghubung dusun Tegaldowo Bantul dengan Dusun Kembangputih, Guwosari Pajangan. Jembatan bantuan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat itu diresmikan oleh pejabat Kementerian PUPR dan Anggota DPR RI HM Idham Samawi pada akhir 2018.

Sejak adanya jembatan itu, kata Sugiran, banyak warga yang berswafoto di jembatan, terutama para pesepeda yang melintas. Pemandangan tersebut dimanfaatkan warga untuk menjajakan berbagai kuliner. Sugiran bersama beberapa warga lainnya menilai lokasi tersebut potensi menjadi objek wisata seperti di beberapa tempat lainnya.

Akhirnya pada Februari 2019 warga mulai menata kawasan dan membuah beberapa titik taman dan kunjungan banyak pertama pada momen lebaran 2019. Tanaman yang ditanaman awalnya adalah kelapa gading sehingga taman objek wisata itu kemudian dinamakan Taman Puspa Gading. “Lama-lama banyak warga yang menyumbang banyak jenis tanaman dan bunga,” ucap Sugiran.

BACA JUGA : Dipasangi Gentong, Protokol Kesehatan Kawasan Wisata 

Sementara untuk pengerjaannya warga dari lima RT iuran per bulan Rp10.000 per kepala keluarga. Awalnya uang terkumpul Rp600.000 untuk membeli semen, pasir dan material lainnya pendukung tanam. Sampai saat ini pengelola adalah warga secara swadaya dan tidak ada bantuan pemerintah.

Salah seorang warga Tegaldowo, Imam Santoso menilai semestinya warga yang sudah mandiri membuat objek wisata menjadi kesempatan bagi Pemkab Bantul untuk membantu melakukan pelatihan dan pendampingan. Sebab, kata dia, objek wisata itu sangat potensial dan kedepannya dapat mensejahterakan masyarakat.