BLT Rp900 Ribu Cair Juli 2026? Ini Cara Cek Penerima
BLT Rp900 ribu dari Kemensos cair atau tidak Juli 2026? Cek status penerima bansos lewat website dan aplikasi resmi berikut ini.
Wisata ATV Kaligendol di Watugede, Argomulyo, Cangkringan bisa menjadi wisata alternatif masyarakat. /Harian Jogja-Abdul Hamid Razak.
Harianjogja.com, SLEMAN--Pandemi Covid-19 satu sisi memukul sektor pariwisata namun disisi lain justru memunculkan potensi wisata baru. Salah satunya, petualangan All Terrain Vehicle (ATV) di Sabo Dam Dusun Bronggang, Argomulyo, Cangkringan, Sleman.
Pengelola wisata ATV Argomulyo Hartono Kecik mengatakan lokasi trek ATV tersebut berdiri di lahan seluas lima hektare di antara dua bangunan bendung sabo sungai Gendol. Trek ATV yang berada di sekitar sabo dam Watugede tersebut dinilai menantang. "Selain menyusuri jalan terjal dan bebatuan, penggunaannya juga menyusuri air kali," katanya.
BACA JUGA : 85 Sabo Dam Bakal Dibangun di Lereng Merapi
Saat ini, pihaknya memiliki belasan unit ATV yang disediakan untuk wisatawan. Tarif yang dibebankan, katanya, terjangkau. "Cukup dengan membayar Rp30.000 pengguna bisa menggunakan ATV selama 15 menit. Pengguna juga bisa memilih trek yang disediakan. Ini akan menjadi pengalaman berbeda," ujarnya.
Kecik mengatakan, area wisata petualangan tersebut muncul saat Covid-19 melanda. Ia bersama sejumlah komunitas dan warga mencari cara bagaimana bisa bertahan hidup selama pandemi terjadi. Saat ini, lokasi tersebut menjadi salah satu lokasi wisata alternatif di wilayah Cangkringan yang dikunjungi wisatawan.
"Saat awal-awal pandemi kondisi ekonomi melambat sementara kami harus tetap bertahan hidup. Akhirnya dengan modal terbatas, kami membeli beberapa unit ATV dan mulai menata lintasan di sekitar bantaran," katanya.
BACA JUGA : Sikapi Lahar Hujan Merapi, PUPR Bangun Sabo Dam
Salah seorang pengunjung yang menjajal ATV tersebut adalah Danang Wicaksana Sulistya (DWS). Calon Bupati Sleman yang diusung Partai Gerindra ini menilai lokasi wisata tersebut muncul sebagai salah satu upaya untuk terus menciptakan wisata yang berkelanjutan.
"Ini patut menjadi contoh bagi daerah lainnya. Perlu didukung dan diapresiasi. Warga mampu mengangkat potensi wisata di sekitarnya tanpa harus mengubah fungsi bantaran kali," kata DWS.
Dia menilai meski kondisi pandemi Covid-19, namun masyarakat masyarakat tetap mampu bangkit dari keterpurukan saat menghadapi perlambatan ekonomi. Wisata tersebut juga memberikan solusi lainnya untuk mendapatkan sumber pendapatan lainnya.
Menurutnya potensi pariwisata di manapun tetap harus dibuka agar dapat dimanfaatkan oleh warga. Tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
BACA JUGA : SEPUTAR MERAPI : Banjir Lahar Hujan Mengancam, 50 Juta
"Masukan saya terapkan protokol kesehatan dan keamanan bagi pengguna. Selain itu, atraksi-atraksi wisata andalan bisa dimasukkan dalam sebuah aplikasi, agar wisatawan mudah mengakses dan membooking dari manapun," ujarnya.
Track Marshal ATV Watugede Heru Kiwir menyambut baik ide DWS terkait penggunaan aplikasi pada destinasi wisata tersebut. Menurutnya, ide tersebut menjadi salah satu rencana pengembangan penyempurnaan wisata ATV Watugede.
"Ide digitalisasi tersebut sangat jarang kami dapat. Ini bukan karena mas DWS sebagai calon bupati ya. Ke depan kami juga akan mensinergikan wisata ATV dengan jip wisata dan wahana air," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BLT Rp900 ribu dari Kemensos cair atau tidak Juli 2026? Cek status penerima bansos lewat website dan aplikasi resmi berikut ini.
PSEL DIY ditargetkan mengolah 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 18-20 MW untuk sekitar 15.000 rumah.
KY memastikan seleksi hakim agung dan hakim ad hoc MA 2026 transparan. Publik bisa memantau proses dan memberi informasi rekam jejak calon.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Kereta pertama berangkat 05.05 WIB, tarif tetap Rp8.000.
PSEL Piyungan ditargetkan groundbreaking Desember 2026. Proyek senilai Rp2,5 triliun-Rp3 triliun ini mulai dibangun Januari 2027.
Polisi menyiagakan puluhan personel setelah massa membakar sejumlah kantor pemerintah di Ilaga, Puncak, Papua Tengah.