Pemda DIY Buka Fakta Proyek Mesin Susu, Rekanan Diputus Kontrak
Pemda DIY buka fakta proyek mesin susu 2023. Kontrak diputus, pembayaran dihentikan, dan kasus kini diselidiki Kejati DIY.
Pelaksanaan RDT bagi pengunjung dan pengelola di Tebing Breksi, Kamis (29/10/2020). /Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, SLEMAN--Memasuki libur natal dan tahun baru (Nataru), pengelola wisata di Sleman siap menyambut datangnya wisatawan sesuai protokol kesehatan. Termasuk kesepakatan untuk tidak mengelar perayaan malam tahun baru.
Pengelola Obyek Wisata Tebing Breksi, Sambirejo, Prambanan, Sleman, Kholiq Widianto mengatakan ia mengaku ada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan sejak 20 Desember lalu. Ia memperkirakan lonjakan wisatawan dari luar daerah diprediksi akan terus terjadi hingga akhir Desember mendatang.
"Ini prediksi kami. Memang ada sedikit mulai ada peningkatan kunjungan. Hari ini sekitar 620 orang kalau kemarin 500 orang," katanya, Rabu (23/12/2020).
BACA JUGA : 100 Wisatawan di Tebing Breksi Ikut Rapid Test, 3 Orang Reaktif
Untuk memberikan pelayanan yang baik sesuai protokol kesehatan, kata Kholiq, ada sejumlah kebijakan yang diterapkan pengelola selama Nataru. Salah satunya dengan menambah petugas di sejumlah titik untuk menjaga keamanan pengunjung dan penerapan protokol kesehatan.
"Kami tambah SDM di mulai dari tiketing. Kalau pada hari normal hanya enam orang, selama Nataru kami tambah hingga 15 orang," katanya.
Penambahan jumlah petugas ini dilakukan agar tidak terjadi antrian panjang dan penumpukan di bagian tiketing. Penambahan petugas tiketing juga bertujuan untuk menghindari kemacetan lalu lintas kendaraan wisatawan yang mau masuk ke objek wisata tersebut.
"Sebab, kapasitas kendaraan yang antri tiketing hanya sekitar 100 meter. Kalau nanti ada antrian panjang sampai ke jalan utama yang kontur jalannya menanjak, itu kan berbahaya," katanya.
Berdasarkan pengalaman yang sudah-sudah, kata Kholiq, tidak semua pengendara yang mahir melewati tanjakan yang ekstrim seperti di Breksi. Untuk itu, katanya, pengelola juga menyiapkan pasukan ganjel di titik-titik tanjakan ekstrim.
BACA JUGA : Pandemi Belum Berakhir, Lebih dari 4.000 Orang Kunjungi
"Ada juga menambah petugas pengawas dari tiga menjadi delapan orang untuk mengingatkan protokol kesehatan kepada wisatawan. Petugas ini akan disebar kesejumlah titik," katanya.
Dia berharap agar wisatawan yang datang dapat menyebar ke semua spot di Breksi untuk menghindari adanya kerumunan. Pengelola Breski juga mematuhi ketentuan pemerintah untuk tidak menggelar perayaan pergantian akhir tahun.
"Sejak uji coba 14 Juli lalu, kami sudah menggelar lima kali simulasi, dan proses verifikasi yang ketat. Mulai pengadaan sarana dan prasarana untuk penerapan protokol kesehatan. Jadi secara SDM kami sudah siap menyambut wisatawan," katanya.
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Sleman Aris Herbandang mengatakan Dispar Sleman sejak pekan lalu terus melakukan monitoring untuk kesiapan destinasi dan usaha jasa pariwisara dalam kesiapan sarpras dan pelaksanaan SOP oleh pengelola.
"Untuk masa liburan tanggal 24 sampai 31 Desember kami juga akan melakukan monitoring untuk memantau kepatuhan terhadap SE Sekda atas nama Bupati Sleman No. 440/02875 menyambut Nataru,"katanya.
Dispar, katanya, akan mengawasi penerapan SE No.440/02875 di objek wisata dan jasa usaha wisata agar tidak menyelenggarakan kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan. Secara acak, Dispar maupun Satgas Covid 19 Sleman akan melakukan monitoring atas konsistensi penerapan SOP baik pada destinasi maupun UJP secara acak baik waktu maupun lokasinya.
BACA JUGA : Sedulur Jogja Perlu Tahu, Ini Makna Filosofi Ukiran Naga
"Kami mengingatkan agar masyarakat dan pelaku pariwisata disiplin dalam penerapan protokol kesehatan, dan memastikan jam operasional untuk cafe, resto, dan tempat hiburan sampai pukul 22.00 WIB ditaati," kata Bandang.
Menurutnya, terciptanya destinasi dan layanan pariwisata yang aman dari Covid 19, harus didukung seluruh pihak atau pemangku kepentingan, terutama dalam disiplin dan konsistensi penerapan SOP oleh para pengelola usaha dan destinasi pariwisata dan juga disiplin pelaksannya oleh wisatawan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemda DIY buka fakta proyek mesin susu 2023. Kontrak diputus, pembayaran dihentikan, dan kasus kini diselidiki Kejati DIY.
PKK Bausasran mengolah limbah dapur menjadi Eco Enzyme dan menghasilkan lebih dari 60 liter sabun cair multifungsi untuk kebutuhan warga.
BPBD Bantul mencatat 19 kasus kebakaran selama Mei 2026 dan mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim kemarau.
Hasil pertanian Wadas menurun sejak penambangan Bendungan Bener. Project Multatuli menilai perubahan lingkungan turut mengubah pola hidup warga
Pelatkab Sleman resmi dimulai sebagai persiapan PORDA DIY 2027. KONI Sleman menargetkan juara umum kelima berturut-turut dengan 1.399 peserta.
Maxim Indonesia menerapkan potongan komisi ojol 8% untuk layanan Maxim Bike mulai 1 Juli 2026 sesuai Perpres Nomor 27 Tahun 2026.