Objek Wisata DIY Diprediksi Ramai Mulai Hari Ini

Pantai Baron di Gunungkidul tak terlalu ramai pada libur Hari Natal, Jumat (25/12/2020)./Harian Jogja - Herlambang Jati Kusumo
26 Desember 2020 08:07 WIB Tim Harian Jogja Wisata Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Lalu lintas di DIY pada libur Natal, Jumat (25/12/2020) kemarin masih lengang. Objek wisata juga belum ramai. Kepadatan kendaraan maupun wisatawan diperkirakan baru akan terlihat pada Sabtu (26/12/2020) ini.

Plt Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sleman Arip Pramana mengatakan berdasarkan pantauan di Posko Dishub Sleman, belum ada lonjakan signifikan kendaraan bermotor di jalanan. Di perempatan Denggung, lalu lintas terlihat landai dan belum ada antrean atau penambahan yang signifikan.

Dia memperkirakan lonjakan kendaraan bermotor bisa terjadi mulai Sabtu (26/12). “Misalnya yang dari Jakarta biasanya berangkat pagi. Kemungkinan mulai besok [Sabtu] mulai terjadi peningkatan,” ujarnya.

Dishub membentuk sembilan tim untuk memantau destinasi wisata dan menempatkan petugas di Terminal Gamping, Terminal Condongcatur, Terminal Pakem, dan Terminal Prambanan.

Dua lokasi jembatan timbang di Kalasan ditutup dan dijadikan sebagai rest area. Dishub juga akan memastikan tidak ada hambatan yang dilalui oleh para pemudik, seperti pasar kaget dan lainnya.

Kunjungan wisatawan saat Hari Natal belum terlalu banyak.

Pengelola objek wisata Tebing Breksi, Sambirejo, Prambanan, Sleman, Kholiq Widianto mengatakan jumlah pengunjung pada Jumat kemarin sekitar 850 orang. Ia memperkirakan lonjakan wisatawan dari luar DIY akan terjadi pada akhir Desember.

Sementara, penyewa mobil jip di kawasan Merapi sejak Kamis (24/12) mulai meningkat. “Sekitar 30%,” ujar Ketua Asosiasi Jeep Wisata Lereng Merapi (AJWLM), Dardiri kepada Harian Jogja, Jumat.

Pengunjung paling banyak berasal dari luar wilayah DIY, seperti Jakarta hingga Bandung. Menurut dia, pengunjung dari luar DIY sudah memenuhi protokol kesehatan dan ketentuan yang berlaku belakangan ini. Pengelola juga mengecek surat keterangan hasil tes cepat antigen.

“Mereka juga sudah dicek di hotel, stasiun atau bandara,” kata Dardiri.

Pantai di Gunungkidul yang biasanya ramai saat liburan juga masih sepi.

“Masih sedikit yang datang. Rata-rata masih didominasi wisatawan dari Jawa Tengah dan DIY. Tidak bisa dibandingkan dengan tahun sebelumnya, karena sangat jauh. Semoga pas libur tahun barunya ramai,” ucap Koordinator Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Pantai Baron, Supardi.

Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Harry Sukmono mengatakan, tingkat kunjungan wisatawan ke pantai dan objek wisata lain tidaklah seramai pada umumnya, hanya sekitar 7.000 wisatawan. “Belum seramai pada hari libur pada umumnya,” ucap Harry.

Ia memprediksi lonjakan pengunjung akan terjadi mulai Sabtu ini. Jawatannya tetap memberikan himbauan kepada masyarakat untuk berwisata sehat, menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 sesuai dengan anjuran pemerintah.

Objek wisata di Bantul pun sepi. Wisatawan yang berkunjung ke objek wisata Taman Puspa Gading, Tegaldowo, Bantul, pada liburan Natal ini justru menurun drastis. Wisatawan yang datang pada Jumat pagi hanya ada seratusan orang.

“Padahal biasanya kalau hari libur atau tanggal merah wisatawan melimpah, bisa sampai ribuan terutama di pagi dan sore hari. Tapi tidak tahu, pagi ini kok masih sepi,” kata Ketua Desa Wisata Taman Puspa Gading, Sugiran, Jumat.

Sugiran belum tahu pasti penyebab sepinya pengunjung. Namun dia menduga kunjungan wisatawan tidak banyak karena terpengaruh dengan adanya surat edaran dari Pemerintah Kabupaten Bantul terkait keharusan wisatawan membawa surat rapid test atau tes antigen. “Bisa juga karena sebagian umat kristiani masih ibadah,” ucap Sugiran.

Pada libur akhir pekan dan libur tanggal merah, Taman Puspa Gading banyak dikunjungi wisatawan terutama para pesepeda dan keluarga. “Hari Minggu lalu itu banyak yang datang, bisa ribuan itu. Tempat parkir sampai meluber ke jalan,” kata Sugiran.

Di Kota Jogja, Malioboro tak seramai biasanya. Perwira Lapangan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Jogja Yuli Budi Iswati mengatakan pengunjung pada liburan Natal ini tidak jauh berbeda dengan akhir pekan biasa. “Lebih sedikit daripada liburan Oktober,” kata Yuli.

Kebanyakan wisatawan juga mematuhi protokol kesehatan. Sampai siang sekitar pukul 14.00 WIB, Satpol PP hanya memberikan empat masker bagi mereka yang tidak membawa.

Menurut petugas Jogoboro, pemantauan dari QR code pada siang hari menunjukkan pengunjung di setiap gerbang Malioboro berkisar seratus orang. Total ada lima gerbang di sepanjang jalan Malioboro.

Destinasi wisata utama di Kota Jogja itu diprediksi bakal ramai menjelang pergantian tahun. Dishub Kota Jogja akan menangguhkan penutupan Malioboro untuk mengantisipasi banyaknya pengunjung.

Kepala Dishub Kota Jogja, Agus Arif, pembukaan kembali Jl. Malioboro selama 24 jam diberlakukan sejak Kamis 24 Desember 2020 hingga Minggu 3 Januari 2021 mendatang.

“Karena ini situasinya demi kebaikan semua. Jadi yang biasanya pukul 18.00 - 21.00 WIB ditutup, sekarang tidak ada penutupan. Sampai tahun baru pun tidak ada penutupan,” kata dia.

Malioboro kembali akan tertutup untuk kendaraan bermotor pada malam hari setelah 3 Januari 2021. Agus memprediksi volume kendaraan pada libur akhir tahun kali ini mencapai 60 persen dari volume kendaraan tahun sebelumnya.

Kasatlantas Polresta Jogja, AKP Imam Bukhori mengatakan alur giratori (lalu lintas searah jarum jam) di kawasan Malioboro tetap berjalan. Kepolisian sudah menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan.