Daftar Negara-negara yang Memperpanjang Pembatasan Traveling Hingga April 2021

Perumahan di Wallsend, Inggris./Bloomberg - Matthew Lloyd
29 Maret 2021 08:57 WIB Mia Chitra Dinisari Wisata Share :

Harianjogja.com, JAKARTA-- Ketika negara-negara di seluruh dunia berjuang melawan varian COVID baru, banyak negara telah mengumumkan pembatasan perjalanan sementara beberapa lainnya telah mulai melonggarkan aturan tertentu.

Tindakan diterapkan untuk membatasi perjalanan yang tidak penting, dan beberapa negara mengumumkan bahwa mereka yang datang dari daerah berisiko COVID wajib menjalani tes pada saat kedatangan dan menjalani karantina.

Berikut adalah daftar negara yang memperpanjang pembatasan perjalanan hingga April.

1. Finlandia

Pemerintah Finlandia baru-baru ini memutuskan untuk memperpanjang pembatasan masuk negara itu hingga 17 April 2021. Sesuai laporan berita, negara tersebut telah menerapkan pemeriksaan perbatasan internal serta pembatasan perbatasan eksternal yang telah diambil untuk mencegah penyebaran varian COVID baru. Kabarnya, keputusan tersebut mulai berlaku mulai 19 Maret 2021.

2. Italia

Di Italia, perjalanan yang tidak penting, serta pembatasan regional yang lebih besar, telah diberlakukan untuk melawan varian baru COVID. Kabarnya, pembatasan perjalanan yang ketat telah diberlakukan di 10 kawasan zona merah hingga 6 April, yang meliputi tempat-tempat, seperti Milan, Roma, Venesia, dan Napoli. Selain itu, perjalanan tidak penting dari sebagian besar negara Eropa akan diizinkan jika menunjukkan hasil tes COVID negatif.

3. Jerman

Jerman telah memperpanjang penguncian hingga setidaknya pertengahan April. Kabarnya, para pemimpin juga sepakat untuk memberlakukan pembatasan kuncian yang ketat selama periode Paskah. Sesuai laporan, pencabutan pembatasan fasilitas budaya, makan, dan rekreasi sekarang harus menunggu lebih lama. Namun, perjalanan yang tidak penting dari negara berisiko COVID-19 di luar UE akan tunduk pada kewajiban pengujian dan tindakan karantina.

4. Belanda

Langkah-langkah COVID yang ketat telah diperkenalkan di Belanda karena penyebaran kasus COVID. Sesuai laporan, penguncian di negara itu telah diperpanjang hingga 20 April, yang baru-baru ini diumumkan oleh Perdana Menteri negara itu. Pemerintah juga mengeluarkan nasihat kepada warganya, mendesak mereka untuk tinggal di negara itu dan tidak bepergian ke luar negeri hingga 15 Mei.

5. Inggris

Pemerintah Inggris memberlakukan larangan perjalanan luar negeri tidak wajib, yang menurut laporan, kemungkinan akan diperpanjang hingga akhir Juni. Kabarnya, mereka yang ditemukan melanggar ini, kemungkinan besar harus menghadapi denda hingga 5.000 pound

Sumber : Bisnis.com