Sepanjang Sempadan Sungai Ditanami Buah, Ini Surganya Kelengkeng di Kulonprogo

Peresmian Taman Tresno di pedukuhan Dukuh, Kalurahan Wijimulyo, Kapanewon Nanggulan, Kulonprogo, pada Jumat (17/12/2021)/Harian Jogja - Hafit Yudi Suprobo
17 Desember 2021 19:47 WIB Hafit Yudi Suprobo Wisata Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO--Pengembangan agrowisata tanaman kelengkeng yang ada di pedukuhan Dukuh, Kalurahan Wijimulyo, Kapanewon Nanggulan, Kulonprogo perlu menjadi perhatian sejumlah pihak. Penanaman pohon di sekitar sempadan sungai diharapkan mampu menjaga ekosistem.

Ketua Pembina Kelompok Agrowisata Kelengkeng Marga Jasa Dukuh, Purdiyanto mengatakan, konservasi alam di wilayah setempat sudah dilakukan oleh warga setempat dengan menanam tanaman kelengkeng sekitar 2017 lalu.

"Penanaman tanaman kelengkeng sendiri dilakukan oleh warga dibantu oleh PT Jasa Marga [Persero] sekitar 2017 lalu melalui pemberian bantuan bibit tanaman. Saat ini, kami memiliki luas lahan tanaman kelengkeng sekitar satu hektare," kata Purdiyanto saat peresmian Taman Tresno di kapanewon Nanggulan, Kulonprogo pada Jumat (17/12/2021).

Dikatakan Purdiyanto, satu pohon kelengkeng bisa menghasilkan minimal 20 kilogram buah. Animo masyarakat membeli kelengkeng dari kelompok agrowisata setempat juga sangat tinggi.

"Kami kewalahan untuk menerima permintaan pasar ya. Bahkan, kami pernah ditawari oleh salah satu perusahaan di Jakarta untuk mampu menghasilkan beberapa ton kelengkeng. Sekarang ini permintaan banyak tapi stok kerap habis," terang Purdiyanto.

Warga yang ingin mendapatkan pengalaman memetik tanaman kelengkeng secara langsung di pedukuhan Dukuh, Kalurahan Wijimulyo, Kapanewon Nanggulan, Kulonprogo juga dipersilahkan oleh Purdiyanto.

"Kami juga punya program petik kelengkeng sendiri di lahan ya. Warga bisa mengonsumsi kelengkeng di lahan dengan hanya membayar sebanyak Rp20.000. Namun, kalau dibawa pulang ya beda lagi harganya," canda Purdiyanto.

BACA JUGA: Status Gunung Semeru Dinaikkan Jadi Level Siaga

Pengembangan agrowisata kelengkeng di pedukuhan Dukuh, kalurahan Wijimulyo, kapanewon Nanggulan, Kulonprogo juga semakin menarik dengan hadirnya Taman Tresno seluas sekitar 1.500 meter persegi yang dibangun di atas tanah desa.

"Taman Tresno juga bisa dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan seperti pernikahan, senam dan tempat nongkrong dengan pemandangan alam. Untuk taman ini sudah kami proyeksikan sebagai salah satu tempat nongkrong bagi tamu dan wisatawan yang datang ke Dukuh," terang Purdiyanto.

Sementara itu, PT Jasa Marga (Persero) yang diwakili oleh Corporate Communication Jasa Marga Dwimawan Heru Santoso mengatakan pengembangan agrowisata kelengkeng di pedukuhan Dukuh, Kalurahan Wijimulyo, Kapanewon Nanggulan, Kulonprogo, merupakan komitmen perseroan dalam upaya konservasi alam di sekitar sempadan sungai.

"Kami mendukung terciptanya ekosistem yang seimbang. Upaya konservasi merupakan komitmen perseroan untuk menjaga kestabilan alam. Perseroan tidak hanya mengambil profit namun juga berupaya untuk meningkatkan ekonomi warga di wilayah sekitar jalan tol," kata Dwimawan.

Bupati Kulonprogo, Sutedjo, mengatakan pola pemberdayaan sempadan sungai seperti yang dilakukan di pedukuhan Dukuh, kalurahan Wijimulyo, kapanewon Nanggulan, Kulonprogo, mampu diterapkan di wilayah lain.

"Kami berharap agar masyarakat setempat mampu merawat serta mengembangkan agrowisata kelengkeng yang ada. Infratruktur yang ada juga diharapkan mampu dirawat agar tidak terbengkalai," ujar Sutedjo.