Abu Vulkanik Gunung Merapi Menyebar Sampai ke Wonosobo
Letusan Gunung Merapi pada Sabtu (11/3/2023) menyebabkan sejumlah wilayah terkena hujan abu vulkanik.
Pedagang beraktivitas di los Barat Pasar Beringharjo, Senin (3/5/2021). /\r\nHarian Jogja-Yosef Leon
Harianjogja.com, JOGJA—Berwisata ke Jogja tak lengkap bila belum mampir ke Pasar Beringharjo. Pasar legendaris di Jogja ini menjual berbagai macam produk yang potensial dijadikan oleh-oleh bagi wisatawan. Selama ini banyak lapak dagangan di Beringharjo yang belum diketahui wisatawan.
Pasar Beringharjo, dikenal sebagai pasar tradisional yang besar, lengkap dan bersejarah di Jogja. Dilansir dari berbagai sumber, pasar ini telah dibangun pada 1925, jauh sebelum Indonesia merdeka dan Kraton Jogja menggabungkan diri ke Indonesia.
Terletak di jantung Kota Jogja tepatnya di kawasan Malioboro, pasar ini kerap menjadi tujuan wisatawan saat berwisata ke Jogja. Pasalnya, barang-barang berharga miring banyak dijual di sini.
Beringharjo memiliki dua bangunan utama. Di sebelah barat dua lantai dan sebelah timur tiga lantai. Pengunjung yang memasuki pasar ini bisa mengeksplorasi banyak hal.
Selama ini, lokasi yang paling sering dikunjungi adalah bangunan di sebelah barat dua lantai yang merupakan pusat fesyen seeperti batik. Namun bergerak sedikit ke belakang atau bangunan timur, pengunjung bisa menemukan banyak hal.
BACA JUGA:Kipo, Jajanan Tradisional Jogja yang Semakin Langka. Yuk Bikin!
Mulai dari oleh-oleh seperti makanan, lapak makanan seperti soto, bakso dan lainnya yang cukup legendaris, berbagai produk kerajinan, barang antik hingga masih banyak lagi.
Bahkan, banyak wisatawan yang belum tahu barang-barang kerajinan dari produk-produk UMKM, beragam bumbu atau rempah, hingga sentra pakaian pengantin dan perlengkapan pernikahan dijual di sini. Ada pula barang-barang antik seperti kaset jadul, uang jadul dan masih banyak lagi. Selama ini, kebanyakan wisatawan hanya berbelanja fesyen di bangunan sebelah barat.
Jadi, bila berkunjung ke Pasar Beringharjo, jangan hanya mengeksplorasi bangunan sebelah barat saja, sebab sangat banyak sekali barang-barang yang bisa dijelajahi di bangunan timur pasar.
Bahkan untuk memudahkan pengunjung, disediakan parkir di lantai paling atas Malioboro. Caranya pengunjung masuk dari timur, dan langsung membawa kendaraan ke atas agar tidak capai menaiki tangga lagi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Letusan Gunung Merapi pada Sabtu (11/3/2023) menyebabkan sejumlah wilayah terkena hujan abu vulkanik.
Ramalan zodiak Minggu 17 Mei 2026 memprediksi Pisces jadi zodiak paling beruntung, sementara Aries diminta waspada soal finansial.
Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin menghadapi pasangan India pada final Thailand Open 2026 setelah tampil impresif tanpa kehilangan gim.
Primbon Jawa menyebut Minggu Wage menjadi hari pantangan bagi weton Kamis Legi dan Kamis Pahing untuk acara penting.
Tanggal 17 Mei diperingati sebagai Hari Buku Nasional, Hari Hipertensi Sedunia, dan Hari Telekomunikasi Sedunia. Berikut maknanya.
Beragam acara seru digelar di Jogja Minggu 17 Mei 2026, mulai wisata budaya, pameran seni, pesta buku hingga expo kendaraan listrik.