DPAD DIY Terus Ajak Masyarakat Luas Nonton Diorama
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY terus memperkenalkan Diorama Arsip Jogja kepada masyarakat luas.
Festival Gerobak Sapi yang digelar di Lapangan Pokoh, Desa Wedomartani, Kecamatan Ngemplak, Sabtu (20/10/2018).Ist
Harianjogja.com, JOGJA-Libur akhir pekan bisa dimanfaatkan untuk rekreasi. Salah satu wisata yang bisa dinikmati adalah wisata naik gerobak sapi.
Di Jogja, atraksi naik gerobak sapi sudah tidak asing lagi karena beberapa tempat sudah banyak menyajikan hiburan ini. Wisatawan yang naik angkutan tradisional ini bisa menikmati sensasi naik gerobak yang jalan perlahan tetapi bisa sembari menyaksikan indahnya alam di kanan kiri.
Penumpang akan ditemani bajingan selama menaiki gerobak sapi. Tapi jangan berpikir negatif dulu, bajingan adalah sebutan untuk pengemudi gerobak sapi.
Nah, berikut ini empat lokasi wisata gerobak sapi yang ada di Jogja:
Omah Kecebong terletak di Cebongan, Sleman. Resto dan penginapan yang kental dengan budaya Jawa ini juga menyajikan atraksi wisata
naik gerobak sapi.
Setelah wisatawan memesan, para bajingan dan gerobaknya akan menunggu di depan Omah Kecebong. Mereka akan mengajak pengunjung menyusuri perdesaan dan areal persawahan yang ada di kawasan itu. Agar suasana desa semakin terasa, pihak pengelola Omah Kecebong juga menyediakan busana Jawa yang bisa dipakai pengunjung selama naik gerobak sapi.
Wisata Gerobag Sapi di Somodaran, Purwomartani, Kalasan, Sleman sudah diresmikan sejak akhir April 2015. Di sini, Paguyuban Gerobak Sapi Makarti Roso Manunggal bisa melayani wisatawan yang ingin berputar menyusuri perdesaan dengan gerobak sapi.
Baca juga: Misuh dengan Kata Bajingan, Sontoloyo, dan Bajigur? Pahami Dulu Artinya!
Wisatawan akan diajak berkeliling kampung dan beberapa tempat bersejarah seperti Candi Sari selama kurang lebih tiga jam.
Warga Pedukuhan Jodog, Gilangharjo, Pandak, Bantul banyak yang mengembangkan atraksi wisata naik gerobak sapi. Dilansir dari Okezone--jaringan Harianjogja.com, setidaknya ada lebih dari 40 pemilik gerobak sapi yang bersertifikat dan masih bertahan hingga kini.
Tidak hanya digunakan untuk berkeliling kampung menikmati indahnya hamparan sawah, gerobak sapi di sini juga jadi kendaraan pengantin untuk menuju ke lokasi resepsi.
Setiap Minggu Pon, puluhan bajingan bersama sapi dan gerobaknya berkumpul di Lapangan Jodog. Tidak hanya kopi darat, para bajingan-bajingan itu juga bisa melayani masyarakat yang ingin menumpang. Biayanya Rp75.000 untuk berwisata keliling dusun selama 30 menit.
Tidak hanya di Bantul, puluhan bajingan gerobak sapi yang berkumpul setiap selapan (35 hari) sekali juga dilakukan di lapangan Pasar Jangkang, Widodomartani, Ngemplak, Sleman. Setiap Minggu Wage, puluhan gerobak sapi memenuhi tempat ini.
Biasanya acara ini menarik banyak pengunjung karena di dekat lokasi kopdar juga ada pasar tradisional dan pasar klitikan. Pengunjung bisa berfoto dengan gerobak, atau bisa menaikinya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY terus memperkenalkan Diorama Arsip Jogja kepada masyarakat luas.
KPAI soroti kejanggalan temuan 11 bayi di Sleman. Diduga ada praktik perdagangan bayi berkedok adopsi dan penitipan anak.
Wajah bengkak dan sembap bisa jadi tanda stres kronis. Simak penjelasan dokter dan dampaknya bagi kesehatan tubuh dan mental.
Jepang umumkan 26 pemain untuk Piala Dunia 2026. Yuto Nagatomo kembali, sementara Mitoma dan Minamino absen karena cedera.
Gerindra sidang anggota DPRD Jember yang viral merokok dan main gim saat rapat stunting. Publik menunggu sanksi dari majelis kehormatan.
Relokasi SDN Nglarang Sleman mulai bergerak. Pembangunan gedung baru ditargetkan mulai Mei 2026 akibat proyek Tol Jogja-Solo.