Advertisement

Ada Jelajah Pantai Tersembunyi di Gunungkidul 

David Kurniawan
Jum'at, 02 September 2022 - 16:07 WIB
Bhekti Suryani
Ada Jelajah Pantai Tersembunyi di Gunungkidul  Wisatawan menikmati keindahan Pantai Watu Nene di Desa Tepus, Kecamatan Tepus, Gunungkidul, Selasa (11/6/2019) - Harian Jogja/Rahmat Jiwandono

Advertisement

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Desa Wisata Kalurahan Tepus (Dewi Kampus) sejak beberapa tahun lalu mengembangkan jelajah wisata pantai tersembunyi di Gunungkidul. Paket wisata menggunakan jip ini mulai diminati pengunjung.

Tak kurang dari 20 jip mengantarkan wisatwan setiap harinya pada saat hari libur atau pun akhir pekan. Ketua Pengelola Dewi Kampus, Suheri mengatakan, jelajah pantai tersembunyi sudah lama dirintis. Namun dikarenakan pandemi sempat berhenti dan sekarang mulai dikembangkan lagi.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

“Antusiasnya semakin baik karena minat wisatawan tambah banyak,” katanya, Jumat (2/9/2022).

Heri mengungkapkan, hingga sekarang ada 42 jip yang beroperasi  dengan sistem saling bergantian mengantarkan pengunjung. Moda transpotasi ini sudah dimodifikasi dengan memperhatikan aspek keamanan.

Satu jip maksimal ditumpangi lima orang termasuk sopir. Selain itu, para penumpang juga diwajibkan mengenakan helm untuk pengaman.

BACA JUGA: Istri Ferdy Sambo Tak Ditahan, Pengamat: Menyakiti Rasa Keadilan Masyarakat

Ia menjelaskan, rute yang dilalui tergolong ekstrem karena pantai-pantai yang dituju masih jarang dikunjungi. “Jalannya naik turun dan belum bagus karena belum di aspal atau dicor. Jadi, untuk mengaksesnya menggunakan jip dengan roda penggerak ganda,” katanya.

Dia menambahkan, untuk paket wisata ini dibagi dengna rute panjang dan rute pendek. Adapun biaya jelajah mulai dari Rp350.000-400.000 sekali jalan.

Advertisement

Pantai-pantai yang disinggahi mulai dari Watunene, Cluwakan hingga Timang. Selain itu, juga ada trip desa wisata untuk mengunjungi rumah budaya atau berbagai sentra kerajinan mulai dari batik hingga perak.

“Paling banyak ke kawasan pantai. Jalurnya terhitung ekstrem sehingga bisa memberikan pengalaman berbeda saat berkunjung dan suasananya masih sepi karena belum banyak kunjungan,” katanya.

Menurut dia, di hari biasa hanya beberapa jip yang mendapatkan order. Namun saat hari libur atau akhir pekan ada 15-20 unit jip yang mengantarkan pengunjung untuk berpetualang ke pantai-pantai yang belum  bisa dijangkau kendaraan umum.

Advertisement

“Tak hanya akses transportasi, kami juga sudah menyiapkan fasilitas homestay bagi pengunjung,” katanya.

Salah seorang warga Kalurahan Pulutan, Wonosari, Iskandar mengakui sudah pernah merasakan jelajah pantai tersembunyi di wilayah Tepus. Salah satunya Pantai Watunene dengan menggunakan jip untuk akomodasi.

Menurut dia, kondisi jalur tak seperti pantai-pantai yang sudah terkenal seperti Indrayanti hingga Baron karena jalannya masih berupa tanah dan bebatuan. “Ada naik turunnya untuk ke lokasi dan melewati hutan. Kalau pantainya masih bersih dan relative sepi karena memang belum banyak yang berkunjung,” katanya. (David Kurniawan)

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Piala Dunia 2022

Advertisement

alt

72 Festival di Jogja Hasilkan Ratusan Miliar Rupiah, Regulasi Kerap Jadi Penghambat

Jogja
| Minggu, 27 November 2022, 21:37 WIB

Advertisement

alt

Daftar 21 Penyakit yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan

Lifestyle
| Minggu, 27 November 2022, 18:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement