Dana Darurat Gunungkidul Rp8,6 Miliar Utuh, Baru Terpakai Rp459 Juta
Pemkab Gunungkidul menyiapkan dana darurat Rp8,64 miliar pada 2026. Hingga awal Juli, baru Rp459 juta digunakan untuk bencana dan kebutuhan mendesak.
Wisatawan menikmati keindahan Pantai Watu Nene di Desa Tepus, Kecamatan Tepus, Gunungkidul, Selasa (11/6/2019)/Harian Jogja-Rahmat Jiwandono
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Desa Wisata Kalurahan Tepus (Dewi Kampus) sejak beberapa tahun lalu mengembangkan jelajah wisata pantai tersembunyi di Gunungkidul. Paket wisata menggunakan jip ini mulai diminati pengunjung.
Tak kurang dari 20 jip mengantarkan wisatwan setiap harinya pada saat hari libur atau pun akhir pekan. Ketua Pengelola Dewi Kampus, Suheri mengatakan, jelajah pantai tersembunyi sudah lama dirintis. Namun dikarenakan pandemi sempat berhenti dan sekarang mulai dikembangkan lagi.
“Antusiasnya semakin baik karena minat wisatawan tambah banyak,” katanya, Jumat (2/9/2022).
Heri mengungkapkan, hingga sekarang ada 42 jip yang beroperasi dengan sistem saling bergantian mengantarkan pengunjung. Moda transpotasi ini sudah dimodifikasi dengan memperhatikan aspek keamanan.
Satu jip maksimal ditumpangi lima orang termasuk sopir. Selain itu, para penumpang juga diwajibkan mengenakan helm untuk pengaman.
BACA JUGA: Istri Ferdy Sambo Tak Ditahan, Pengamat: Menyakiti Rasa Keadilan Masyarakat
Ia menjelaskan, rute yang dilalui tergolong ekstrem karena pantai-pantai yang dituju masih jarang dikunjungi. “Jalannya naik turun dan belum bagus karena belum di aspal atau dicor. Jadi, untuk mengaksesnya menggunakan jip dengan roda penggerak ganda,” katanya.
Dia menambahkan, untuk paket wisata ini dibagi dengna rute panjang dan rute pendek. Adapun biaya jelajah mulai dari Rp350.000-400.000 sekali jalan.
Pantai-pantai yang disinggahi mulai dari Watunene, Cluwakan hingga Timang. Selain itu, juga ada trip desa wisata untuk mengunjungi rumah budaya atau berbagai sentra kerajinan mulai dari batik hingga perak.
“Paling banyak ke kawasan pantai. Jalurnya terhitung ekstrem sehingga bisa memberikan pengalaman berbeda saat berkunjung dan suasananya masih sepi karena belum banyak kunjungan,” katanya.
Menurut dia, di hari biasa hanya beberapa jip yang mendapatkan order. Namun saat hari libur atau akhir pekan ada 15-20 unit jip yang mengantarkan pengunjung untuk berpetualang ke pantai-pantai yang belum bisa dijangkau kendaraan umum.
“Tak hanya akses transportasi, kami juga sudah menyiapkan fasilitas homestay bagi pengunjung,” katanya.
Salah seorang warga Kalurahan Pulutan, Wonosari, Iskandar mengakui sudah pernah merasakan jelajah pantai tersembunyi di wilayah Tepus. Salah satunya Pantai Watunene dengan menggunakan jip untuk akomodasi.
Menurut dia, kondisi jalur tak seperti pantai-pantai yang sudah terkenal seperti Indrayanti hingga Baron karena jalannya masih berupa tanah dan bebatuan. “Ada naik turunnya untuk ke lokasi dan melewati hutan. Kalau pantainya masih bersih dan relative sepi karena memang belum banyak yang berkunjung,” katanya. (David Kurniawan)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul menyiapkan dana darurat Rp8,64 miliar pada 2026. Hingga awal Juli, baru Rp459 juta digunakan untuk bencana dan kebutuhan mendesak.
Pascal Wehrlein menang di Formula E Shanghai 2026. Kemenangan ke-10 musim ini, kukuhkan dominasi dan peluang juara dunia.
Dua bayi ditemukan di Solo dalam sehari, satu selamat di kereta, satu meninggal di selokan. Polisi lakukan penyelidikan.
Pemerintah susun Perpres perlindungan nakes usai kasus dr Icha, soroti intimidasi dan lemahnya sistem keamanan.
Usaha pigura di Sleman tertekan kenaikan harga kaca dan kayu, sementara penjualan turun hingga 50 persen akibat melemahnya daya beli.
Jadwal 16 besar Piala Dunia 2026: Kanada vs Maroko dan Paraguay vs Prancis, Minggu dini hari WIB. Simak jam tayang & siaran langsung.