Ilmuwan Jepang Ciptakan Robot yang Bisa Tersenyum dengan Kulit Hidup di Wajahnya
Ilmuwan Jepang membuat wajah robot yang bisa tersenyum karena wajahnya menyalin struktur jaringan kulit manusia.
Kota Hum yang dinobatkan sebagai kota terkecil di dunia. - Facebook/Adriatic.hr
Harianjogja.com, ISTRIA—Jika kita membahas suatu kota, pasti yang terbayang adalah suatu lokasi yang luas dengan area pemukiman berderet-deret. Namun, apa jadinya jika sebuah kota hanya punya dua jalan dan tiga baris rumah tinggal?
Rupanya, di negara Kroasia, ada suatu wilayah yang dinobatkan sebagai kota terkecil di dunia. Kota yang bernama Hum itu merupakan pemukiman di puncak bukit indah di wilayah Istria, Kroasia.
Hum berada di Istria tengah, jaraknya sekitar 2,5 jam berkendara dari ibu kota Kroasia, Zagreb. Kota di puncak bukit itu merupakan rumah bagi segelintir orang, yang kabarnya tak sampai 30 penduduk.
Melansir Oddity Central, sebuah sensus nasional pada 2011 menyebut bahwa penduduk di sana berjumlah 21 orang, kemudian sensus pada 2021 meningkat jadi 27 orang.
Kota ini memiliki asal-usul yang diselimuti misteri. Keberadaannya disebut pertama kali dalam dokumen sejarah yang berasal dari tahun 1102, saat itu kota ini disebut Cholm.
Di sana, terdapat sebuah lonceng dan menara pengawas yang dibangun pada tahun 1552 sebagai bagian dari pertahanan kota. Sejak itu,segelintir orang beserta keluarga mereka mulai pindah untuk menempatinya.
Kendati demikian, kota itu tidak pernah benar-benar berkembang selama berabad-abad. Hingga kini, kota itu hanya terdiri dari tiga baris rumah tinggall abad pertengahan dan dua jalan.
Dengan panjang kota hanya 100 meter dan lebar 30 meter, otomatis luas kota ini hanya 3.000 meter persegi sehingga tak sampai 1 hektare. Tak heran, sangat mudah untuk memahami mengapa Hum dianggap sebagai kota terkecil di dunia.
Reputasinya sebagai 'kota terkecil di dunia' telah memberikan keajaiban bagi Hum. Saat ini pariwisata dianggap sebagai salah satu dari dua sumber pendapatan utama bagi penduduk setempat, bersamaan dengan pertanian.
Meski pada dasarnya, di sana tidak banyak yang bisa dilihat untuk berwisata, karena luasnya yang kecil. Walau demikian, penduduk setempat melakukan yang terbaik untuk membuat pengunjung diterima, salah satunya ialah daya tarik berjalan-jalan di sepanjang dua jalan berbatu sambil mengagumi arsitektur abad pertengahan di sana yang sungguh menarik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Oddity Central
Ilmuwan Jepang membuat wajah robot yang bisa tersenyum karena wajahnya menyalin struktur jaringan kulit manusia.
Lonjakan penumpang KAI Daop 4 Semarang capai 220 ribu saat libur panjang Kenaikan Yesus Kristus 2026. Ini rute favoritnya.
Bahasa Inggris akan jadi pelajaran wajib SD mulai 2027. Pemerintah siapkan pelatihan guru dan strategi peningkatan mutu pendidikan.
Leo/Daniel juara Thailand Open 2026 usai kalahkan pasangan India. Kemenangan ini jadi momentum menuju Olimpiade 2028.
Ratusan warga Seloharjo Bantul menolak mantan dukuh kembali menjabat. Gugatan ke PTUN picu aksi dan pemasangan spanduk protes.
Presiden Prabowo beli sapi Brahman 1,2 ton dari Boyolali untuk kurban Iduladha 2026. Simak daftar sapi pilihan dari berbagai daerah.