Advertisement

Punya 100 Gerbong, Kereta Api Ini Mampu Meliuk di Pegunungan Alpen

Lajeng Padmaratri
Kamis, 01 Desember 2022 - 22:07 WIB
Lajeng Padmaratri
Punya 100 Gerbong, Kereta Api Ini Mampu Meliuk di Pegunungan Alpen Kereta api terpanjang di Swiss yang punya 100 gerbong. - Oddity Central - RhB

Advertisement

Harianjogja.com, JENEWA—Perusahaan kereta api di Swiss membangun sebuah kereta penumpang sepanjang 1,2 mil atau sekitar 1,9 kilometer yang terdiri dari 100 gerbong.

Kereta yang dinamai Capricorn itu merupakan 25 kereta listrik yang digabung hingga memiliki total 100 gerbong untuk melintasi Pegunungan Alpen. Perusahaan itu membangun rangkaian itu untuk merayakan ulang tahun ke-175 kereta api di Swiss beberapa waktu lalu. 

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Membangun kereta api di pegunungan Swiss dianggap sebagai prestasi keinsinyuran. Pasalnya, di negara itu terdapat Pegunungan Alpen yang medannya menantang, punya belokan tajam dan perubahan kemiringan yang konstan, sementara jalur relnya sempit. 

“Kita [masinis] harus 100% tersinkronisasi, setiap detik. Setiap orang harus menjaga kecepatan mereka dan sistem lain tetap terkendali setiap saat,” kata pengemudi utama Andreas Kramer dikutip dari Oddity Central.

Untuk merayakan ulang tahun ke-175 kereta api di Swiss, kereta itu menempuh perjalanan panjang di Jalur Albula Warisan Dunia UNESCO dari Preda ke Alvaneu di Swiss timur. Langkah-langkah keamanan tambahan diberlakukan untuk memastikan bahwa 3.000 penumpang tetap aman. Pada 29 Oktober, perjalanan itu didokumentasikan dengan 19 kamera yang dipasang di drone dan helikopter, di kereta itu sendiri, dan di sepanjang lintasan.

Pada penurunan panjang sepanjang perjalanan 25 kilometer, kecepatan kereta api harus dikendalikan oleh pengereman regeneratif, yang mengalirkan arus kembali ke saluran listrik 11.000 volt di atas kepala. Bagian itu menghadirkan tantangannya sendiri, karena para ahli khawatir bahwa kereta akan mogok secara serempak sehingga bisa membebani gerbong dan catu daya lokal.

Untuk mencegah hal ini terjadi, kecepatan tertinggi kereta dibatasi hingga 35 km/jam, dan sistemnya harus dimodifikasi agar kereta tidak mengalirkan tenaga kembali ke jaringan.

Untungnya, belokan tajam yang terkenal, tanjakan curam, 22 terowongan, dan 48 jembatan di atas lembah yang dalam terbukti menjadi tantangan yang dapat diatasi oleh masinis dan staf di atas kereta terpanjang di dunia itu. Pencapaian itu dianggap sebagai bukti kemampuan Swiss yang sudah terkenal di bidang teknologi perkeretaapian.

Rupanya, kereta itu mampu menyelesaikan perjalanan dengan sukses. Lusinan masinis dan teknisi kereta mengambil bagian dalam perjalanan bersejarah itu. Perjalanan itu juga memecahkan rekor dunia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Oddity Central

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Pemahaman tentang Kanker Akan Turunkan Risiko Kematian

Sleman
| Senin, 06 Februari 2023, 23:47 WIB

Advertisement

alt

Bahaya Tidak Melepas Anting saat Tidur

Lifestyle
| Selasa, 07 Februari 2023, 04:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement