Izin Vila dan Homestay di Gunungkidul Terus Bertambah, Ini Datanya
DPMPTSP Gunungkidul mencatat 62 izin homestay dan 83 izin vila sejak 2021. Pariwisata menjadi salah satu pendorong investasi penginapan.
Suasana di Jungwok Blue Ocean yang diklaim mirip dengan objek wisata Santorini di Yunani. Foto diambil Sabtu (21/10/2023). /Harian Jogja-David Kurniawan.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Keberadaan Pantai Selatan Gunungkidul menjadi magnet tersendiri bagi para investor. Pasalnya dari sisi timur di Kapanewon Girisubo hingga barat di Kapanewon Purwosari mulai bermunculan destinasi wisata baru.
Terbaru adalah Jungwok Blue Ocean di Kalurahan Jepitu, Girisubo. Sepintas konsep yang dikembangkan tidak berbeda dengan destinasi wisata premium lainnya di Gunungkidul.
Selain harus membayar tiket retibusi wisata milik pemkab, pengunjung juga diwajibkan membayar tiket masuk ke destinasi ini. Konsep besarnya juga masih mengendepankan pemandangan dengan view lautan dari atas perbukitan. Hal yang membedakan terletak pada bentuk bangunan. Jungwok Blue Ocean mereplikasi wisata terkenal di Eropa, tepatnya Santorini di Yunani.
Gaya dan bentuk bangunan dibuat mirip dengan tembok bangunan berwarna putih yang dilengkapi dengan kubah berwarna biru. Kemiripan lainnya juga terlihat pada sisi lokasi karena tak hanya Santorini yang berada di bekas letugas gunung berapi, Jungwok Blue Ocean juga terletak di gugusan Gunung Api Purba Batur di Pantai Selatan Gunungkidul.
Untuk akses relatif bagus karena jalurnya kombinasi jalan beraspal dan cor blok, dengan panjang kurang lebih satu kilometer dan bisa dilalui kendaraan roda empat. Agar sampai ke destinasi ini dengan tujuan Pantai Wediombo. Namun sebelum sampai di parkiran Wediombo, ada jalur ke timur yang menjadi rute ke Pantai Jungwok.
Komisaris Utama Jungwok Ocean View, Iwany Lena Permata mengatakan, pihaknya ingin ikut berpartisipasi dalam pengembangan pariwisata di Gunungkidul. Adapun lokasi yang dipilih berada di pesisir timur, tepatnya di Pantai Jungwok di Kalurahan Jepitu, Girisubo.
“Sudah dibuka mulai hari ini,” kata Lena kepada wartawan, Sabtu (21/10/2023).
Dia menjelaskan, untuk konsep destinasi ingin membangun seperti destinasi wisata Santorini di Yunani. Malahan sambung dia, untuk pembangunan serta pengoperasian juga mendatangkan ahli dari Santorini.
“Biar nuansannya sama persis dengan aslinya,” katanya.
Lena memastikan untuk pengembangan juga melibatkan warga setempat. Total ada sekitar 50 karyawan yang bekerja dan masyoritas berasal dari wilayah Kalurahan Jepitu dan sekitarnya.
BACA JUGA : Pemuda asal Sleman Hilang Ditelan Ombak Pantai Jungwok, Begini Ciri-Cirinya
“Tentunya kami libatkan warga serta ada stan UMKM yang bisa dipergunakan untuk menjual produk yang dihasilkan,” katanya.
Ditambahkannya, Jungwok Blue Ocean memberikan spot-spot foto yang dipergunakan secara gratis. Selain itu, juga ada tempat bermain anak, restoran, mini pool dan bar untuk pengunjung.
Wakil Ketua DPRD Gunungkidul, Suharno mendukung penuh upaya pengembangan wisata dengan melibatkan investor. Meski demikian, ia mengingatkan pengembangan harus melibatkan warga lokal sehingga bisa ikut merasakan manfaatnya.
“Jangan biarkan warga lokal hanya jadi penonton. Jadi, harus ikut dilibatkan dalam pembangunan maupun pada saat pengoperasiannya,” kata Suharno.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPMPTSP Gunungkidul mencatat 62 izin homestay dan 83 izin vila sejak 2021. Pariwisata menjadi salah satu pendorong investasi penginapan.
Apple menguasai 50% pendapatan smartphone global pada kuartal III-2026. Samsung berada di posisi kedua, disusul Xiaomi, Oppo, dan Vivo.
PSS Sleman menang 6-0 atas PSGC Ciamis. Pieter Huistra berharap hasil itu mendongkrak kepercayaan diri tim saat menghadapi Bhayangkara FC.
WhatsApp memperbarui fitur Acara. Pengguna kini bisa mengundang orang tanpa akun melalui tautan dan mengelola konfirmasi kehadiran.
Cristiano Ronaldo mengakhiri karier internasional setelah 23 tahun. Simak rekor bersama Portugal dan sumber kekayaan US$1,2 miliar.
Warga mengapresiasi pelayanan RS Saras Adyatma Bantul yang dinilai cepat, rapi, ramah, serta tidak membeda-bedakan pasien umum dan peserta BPJS Kesehatan.